10 Alasan Badan Anak Tak Bisa Gemuk

1
13265
anak gemuk

Sebagai Ayah dan Bunda, melihat tumbuh kembang anak tentu adalah hal yang membahagiakan yang terkadang disertai dengan kekhawatiran. Apalagi menyangkut perkembangan yang dapat dilihat dengan mata, misalnya perkembangan tubuh anak. Siapa yang tak gemas melihat anak yang chubby (gemuk) Ayah dan Bunda tentu akan merasa khawatir jika melihat berat badan anak yang tidak mengalami penambahan dari waktu ke waktu dan justru mengalami penurunan, bukan?

Kenali beberapa alasan yang menjadi sebab anak kehilangan berat badannya berikut ini agar Ayah dan Bunda dapat melakukan yang langkah yang tepat untuk si Kecil:

  1. Keaktifan si Kecil

Si Kecil sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi dunianya. Hal semacam ini sering terjadi pada anak yang sedang belajar merangkak atau berjalan. Mereka sering menjadi super aktif sehingga metabolisme si Kecil pun menjadi tinggi dan wajar jika si Kecil jadi kehilangan berat badannya. Solusinya, Ayah dan Bunda bisa memberikan makanan tambahan di sela-sela makanan utamanya atau menambah porsi makan si Kecil.

  1. Jarak makan yang terlalu panjang

Anak-anak di bahwa usia 1 tahun  biasanya hanya makan makanan yang tinggi karbohidrat atau makanan utama sebanyak 2 kali saja. Jika memang orang tua ingin mempertahankan pola makan ini, berikan anak snack/makanan ringan/cemilah sehat setiap 3-4 jam sekali. Ingat, semakin tinggi aktivitas si Kecil maka energi yang dibutuhkan si Kecil pun semakin banyak.

  1. Terlalu banyak minum ASI atau Air

Terlalu banyak memberikan ASI atau susu formula atau makanan yang mengandung banyak air untuk si Kecil sebelum ia makan akan menurunkan nafsu makan si kecil. Kurangi asupan air untuk anak sebelum ia makan adalah salah satu solusi agar nafsu anak untuk mengkonsumsi makanan tetap terjaga. Tapi, perlu diingat ya jangan sampai si Kecil dehidrasi.

  1. Terlalu banyak konsumsi serat

Serat memang baik untuk memperlancar proses pencernaan bagi tubuh. Namun, jangan terlalu banyak memberikan makanan yang tinggi serat untuk si Kecil. Batasi memberikan si Kecil pasta, beras merah, dan sebagainya. Karena serat ini selain akan membuat si Kecil cepat kenyang juga proses pencernaan makanannya berjalan lambat.

  1. Makanan kurang bervariasi

Si Kecil cepat bosan, termasuk dengan makanan yang ia makan. Oleh sebab itu, Ayah dan Bunda harus kreatif dalam menyiapkan makanan untuk si Kecil.

  1. Setelah disapih

Beberapa anak kehilangan berat badannya setelah proses menyapih. Ayah dan Bunda harus tetap memberikan makanan yang seimbang nutrisinya seperti susu, buah, sayur, sereal, dan sebagainya,

  1. Karena sakit

Selain sakit berat, batuk, demam, flu, bisa menurunkan berat si Kecil. Asupan makanan dengan gizi yang seimbang akan mempercepat masa penyembuhan. Jangan lupa, konsultasikan dengan dokter anak jika setelah sembuh dari sakit, berat badan si Kecil tetap menurun setelah sembuh dari sakit.

  1. Penyerapan nutrisi yang buruk

Jika bukan karena hal-hal di atas, ada kemungkinan sistem pencernaan si Kecil tidak optimal dalam menyerap nutrisi makanan yang ia makan. Salah satu solusinya yaitu dengan memberikan makanan yang tinggi kalori seperti pisang, keju, kentang, susu full cream, kacang, telor, dan sebagainya. Konsultasi dengan dokter bisa jadi membantu Ayah dan Bunda.

  1. Cacingan

Berikan obat cacing 6 bulan sekali pada si Kecil. Obat cacing ini dapat mencegah si Kecil dari cacingan. Namun, jika si Kecil sudah diberikan obat cacing dan berat badan si Kecil tetap mengalami penurunan, konsultasilah ke dokter atau ahli gizi anak.

10. Gen

Jika memang bukan karena hal-hal di atas, bisa jadi berat badan si Kecil yang tidak bisa meningkat secara signifikan karena faktor gen. Lihat keluarga Ayah dan Bunda, jika memang ini terkait dengan faktor gen, maka Ayah dan Bunda tak perlu khawatir.

Sebagian masyarakat menyukai anak kecil yang gemuk atau lebih tepatnya berisi karena terlihat menggemaskan. Tapi mengacu pada World Health Organization (WHO, badan kesehatan di bawah naungan PBB) bayi dengan berat badan di atas normal perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua karena dapat meningkatkan resiko obesitas yang berhubungan dengan tingginya kolestrol dan tekanan darah bagi si Kecil.

Oleh sebab itu, orangtua tak perlu khawatir si Kecil bertubuh gemuk atau kurus, asal si Kecil tetap aktif bermain dan mengeksplorasi dunianya serta tidak memiliki keluhan apapun.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here