10 Bahaya Bedak Tabur Bagi Bayi

1
4600

Rutinitas memberi bedak tabur pada bayi sudah turun temurun dilakukan oleh para orang tua. Hal ini telah menjadi sebuah kebutuhan dasar bagi bayi seusai mandi atau seusai kencing dan BAB. Bedak tabur adalah bubuk halus yang lembut untuk diusapkan atau disapukan secara merata pada kulit atau tubuh.

Namun belakangan, beberapa informasi bahkan dokter tidak menganjurkan lagi untuk membedaki bayi dengan bedak tabur. Benarkah bedak tabur memiliki efek yang berbahaya bagi bayi? Berikut ulasan mengenai bahayanya bagi bayi.

Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai untuk tidak menganjurkan penggunaan bedak tabur pada bayi, yaitu :

Jennifer Shu, menyarankan agar para ibu tidak memakaikan bedak tabur kepada bayi karena partikel pada bedak tubuh sangat halus dan berbahaya jika sampai terhirup oleh bayi.

Dr. Joann Rohyans mengatakan, bahwa saat ini sebagian besar popok bayi sekali pakai sudah memiliki daya serap yang tinggi. Sehingga, tak akan membuat kulit bayi menjadi lembap, salah satu caranya adalah dengan lebih sering mengganti popok untuk membantu menjaga kekeringan kulitnya.

Menurut Rohyans, American Academy of Pediatrics juga tidak merekomendasikan penggunaan bedak tabur pada bayi. “Bedak tabur bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan kerusakan serius pada paru jika terhirup bayi dan cara terbaik untuk mencegah ruam adalah dengan membersihkan dan mengeringkan pantat bayi setiap kali mengganti popok. Sebaiknya, gunakan krim untuk mencegah gesekan kulit,”

Bedak Tabur

Dalam proses pembuatannya, bedak memiliki berbagai macam bahan, diantaranya adalah:

  • Talc, adalah magnesium silikat yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar bedak. Zat ini dapat menutupi permukaan kulit dan menyebar dengan sempurna pada kulit tubuh bayi. Batu mineral yang sudah dihaluskan sebagai bahan utamanya memiliki resiko  butiran-butiran halus sebagi penyebab radang paru-paru jika dihirup oleh bayi.
  • Zea mays starch/amilum jagung, bahan yang satu ini bermanfaat untuk menyerap keringat bayi. Namun bahan tersebut dapat memicu munculnya bakteri pada kulit bayi, sehingga dapat menyebabkan iritasi dan gangguan kulit lainnya.
  • Zink Oksida, Titanium dioksida, bahan yang satu ini memiliki manfaat untuk menghilangkan iritasi pada kulit bayi. Namun jika bayi diberikan bedak yang berbahan zink dapat menempel pada kulit anak seperti topeng. Pemberian bedak berbahan zink yang terlalu banyak, dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan pecah-pecah.
  • Logam stearat, penggunaan bedak yang mengandung stearate, sebaiknya dibatasi pemberiannya pada anak. Karena kandungan pada bedak dapat membuat kulit bayi kering. Selain itu stearate adalah bahan yang anti air, dan jika bedak yang mengandung bahan ini digunakan dalam jangka panjang akan mengakibatkan jerawat dan gangguan kulit lainnya.
  • Pewarna, setiap produk perawatan tubuh pasti menggunakan pewarna agar membuat tampilan bedak lebih menarik. Begitu juga dengan produk bedak tabur, para produsen menambahkan pewarna pada produk mereka agar lebih menarik. Selain memilih warna perhatikan juga jenis kulit bayi agar dapat memilih bedak yang aman agar tidak terjadi iritasi pada kulit bayi.
  • Pengharum, sebagian orangtua kadangkala memilih bedak melalui aroma/wangi/harumnya bedak tersebut. Dan hampir seluruh produk bayi memiliki wangi berbagai jenis rasa. Sebaiknya pilihlah bedak yang teruji klinis dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Pilihlah bedak dengan wangi yang lembut, selain itu pilihlah bedak tabur yang wanginya tidak cepat menagalami oksidasi.
  • Asam salisilat, bahan yang satu ini berupa serbuk berwarna putih dan tidak berbau, memiliki rasa yang manis dan tajam. Manfaat dari asam salisilat ini berguna untuk meratakan kulit dan mencegah munculnya jamur pada kulit bayi.

Setelah mengenali beberapa bahan dasar dalam pembuatan bedak tabur diatas, kita akan membahas mengenai aman atau tidaknya bedak tabur bagi si kecil. Berikut ulasannya.

Bahaya Bedak Tabur bagi Bayi

Beberapa hal yang menyebabkan penggunaan bedak tabur tidak aman bagi bayi Anda, diantaranya :

1. Menyebabkan Kematian pada Bayi

Pemberian bedak tabur yang sering kepada bayi, secara tak langsung membuat bayi menghirup bedak tabur tersebut, maka bayi dapat mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas. Untuk jangka waktu yang lama, hal ini sangat berbahaya untuk bayi karena sesak napas atau sulit untuk mengatur reflek bernapasnya, sehingga hal ini dapat menyebabkan kematian mendadak pada bayi.

2. Penyebab Pneumonia pada Bayi

Bedak tabur dapat menyebabkan pneumonia pada bayi. Menurut Engram (1998) pneumonia adalah proses inflamasi pada parenkim paru. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya invasi agen infeksius atau adanya kondisi yang mengganggu tahanan saluran trakeobrokialis sehingga flora endogen yang normal berubah menjadi patogen ketika memasuki saluran jalan nafas.

Pneumonia terjadi karena adanya substansi asing yang mengganggu paru-paru bayi. Pemberian bedak tabur pada bayi sedikit banyak pasti membuat serbuk dalam bedak tabur tersebut terhirup oleh bayi. Dan jika bayi terlalu sering menghirup bedak tabur ini, maka serbuk yang terhirup akan tertimbun pada paru-paru sehingga menyebabkan pneumonia pada bayi.

3. Kanker Paru Paru pada Bayi

Beberapa studi menyatakan jika memberikan anak bedak tabur terlalu sering dapat menyebabkan kanker paru-paru pada anak. Hal ini terjadi karena anak terlalu sering  menghirup bedak tabur atau talc setiap hari. Oleh sebab itu serbuk bedak tersebut menumpuk pada paru-paru sehingga mnyebabkan kanker pada paru-paru anak.

4. Meningkatkan Resiko Kanker Ovarium Di Masa Mendatang

Di lansir dari beberapa info yang diberikan DR. OZ Indonesia bahwa beberapa studi yang dilakukan American Academy of Pediatrics menyimpulkan beberapa laporan bahwa jika bedak bayi dengan bahan dasar talk ini berbahaya karena dapat menimbulkan kanker ovarium di masa mendatang. Tentu hal ini sangat berbahaya jika diberikan pada anak. Oleh sebab itu sebaiknya kita lebih membatasi atau tidak menggunakan bedak tabur pada bayi.

5. Mengeringkan Selaput Lendir Bayi

Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat menyatakan jika bayi menghirup bedak tabur dengan intentitas yang sering, maka akan terjadi kekeringan pada selaput lendir bayi. Selaput lender pada bayi sangat berguna untuk memfilter kotoran yang masuk di dalam tubuhnya. Jika selaput lendir mengalami masalah, maka yang akan terjadi anak tidak dapat menyaring kotoran yang masuk ke dalam tubuh bayi.

6. Bayi Akan Mengalami Sesak Napas

Menaburkan bedak pada bayi,  memiliki kemungkinan bayi akan lebih sulit untuk bernapas. Pada beberapa kasus yang terjadi di Amerika Serikat, menyatakan jika bedak bayi dapat menyebabkan bayi sulit bernapas dan menghalangi jalan keluar masuknya oksigen ke dalam sistem pernapasan bayi.

7. Resiko Terkena Kista Di Masa Mendatang

Memberikan bedak tabur setelah mengganti popok bayi sudah biasa dilakukan orangtua. Dan sering dari kita menaburkan bedak pada lipatan paha atau area dekat vagina bayi. Serbuk bedak tabur bisa masuk ke dalam vagina bayi dan masuk kedalam organ genital anak. Dan ini bisa berubah menjadi patogen pada tubuh bayi, dan menimbun hingga menjadi kista di masa mendatang. Orangtua sebaiknya mengganti bedak tabur dengan krim anti ruam pada pantat bayi, karena cara tersebut di nilai lebih aman dari pada menggunakan bedak tabur pada bayi.

8. Meningkatkan Resiko Inflamasi

Radang atau inflamasi adalah respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan jaringan, yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu. (Kamus Kedokteran Dorland). Bedak tabur bisa masuk kedalam tubuh menjadi pathogen yang berbahaya bagi tubuh kita. Hal ini akan berbahaya bagi bayi, tubuh bayi akan bereaksi karena menganggap bahwa pathogen adalah substansi asing yang harus dilawan.

9. Membuat Kulit Bayi Kering

Pemilihan bedak yang tidak sesuai dengan jenis kulit, juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit anak. Karena ada beberapa jenis bedak yang dapat menyebabkan kulit anak menjadi kering, bahkan menyebabkan kulit anak pecag-pecah dan kulit mengalami iritasi.

10. Menyebabkan Jamur

Sebelum menaburkan bedak pada kulit bayi, pastikan kulit bayi Anda sudah benar-benar kering. Karena kulit yang masih lembab atau basah jika ditaburi bedak dapat membuat berkembang biaknya jamur.

Tips Menggunakan Bedak Bayi Yang Aman

Orang tua memberikan bedak pada bayinya tentunya selain untuk menyerap keringat dan juga untuk melicinkan kulit bayi karena gesekan akibat aktifnya bayi bergerak. Untuk itu beberapa tips menggunakan bedak tabur pada bayi yang aman, yaitu :

  • Pilih bedak tabur berbahan dasar Cornstarch. Bedak yang berbahan cornstarch ini merupakan bahan-bahan dasar organik seperti jagung, beras, gandum dan lainnya. Penggunaan bedak dengan jenis bahan dasar ini dinilai lebih aman untuk bayi.
  • Tidak menaburkan langsung pada tubuh bayi. Jika ingin menggunakan bedak tabur pada bayi, sebaiknya orangtua melakukannya dengan menuangkan bedak pada telapak tangan atau tuangkan pada wadah yang bersih dan usapkan menggunakan spon halus. Menuangkan bedak tabur langsung pada tubuh bayi, membuat partikel bedak terhirup bayi sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan pernapasan.
  • Memilih bedak yang sudah teruji secara klinis. Memilih produk bedak yang sudah teruji secara klinis sangat penting. Sebaiknya mintalah rekomendasi dari dokter sebelum menggunakan bedak tabur pada si kecil. Sehingga orangtua menggunakan produk yang aman dan teruji secara klinis.
  • Jangan menaburkan bedak pada area kemaluan bayi. Beberapa orangtua sering menaburkan bedak pada bagian kemaluan si bayi. Hal ini biasanya dilakukan setelah si bayi kencing atau BAB, orangtua menaburkan bedak tabur ini agar harum dan kering. Seperti yang sudah kita bahas diatas, menaburkan bedak pada kemaluan bayi dapat menyebabkan iritasi kantong kemih, kanker ovarium, kista dan masalah kesehatan lainnya.
  • Penggunaan bedak tabur sebenarnya untuk menjaga kulit bayi terhindar dari keringat biang, karena itu sebaiknya pemberian bedak ini cukup di area lipatan paha, lengan, ketiak, dan leher.
  • Memilih bedak yang sesuai dengan kulit bayi. Memilih produk bedak yang aman memang penting, selain itu orangtua juga harus teliti menentukan bedak apa sih yang cocok untuk digunakan si kecil. Pilihlah bedak yang sesuai dengan kulit si kecil, memilih bedak yang sesuai dengan kulit si kecil itu perlu agar tidak terjadi iritasi atau alergi pada kulit bayi.
  • Jauhkan bedak dari jangkauan si kecil. Seperti yang kita ketahui jika masa anak-anak adalah masa yang dihabiskan untuk bermain. Anak-anak tidak mengerti jika bedak tidak boleh digunakan untuk bermain. Sebaiknya jauhkan bedak tabur dari jangkauan anak-anak, karena jika anak menggunakan bedak untuk bermain akan sangat berbahaya dan bisa menyebabkan sesak napas pada anak.
  • Jangan menggunakan bedak tabur untuk wajah anak. Sebaiknya tidak menggunakan bedak tabur untuk wajah bayi. Hal ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan anak, karena serbuk pada bedak bisa terhirup oleh bayi. Jika serbuk bedak terhirup bayi, maka bayi akan sesak napas dan akan terjadi penimbunan di dalam paru-paru bayi sehingga menyebabkan inflamasi atau pneumonia pada bayi. Sebaiknya menggunakan bedak padat atau yang biasa disebut baby compact powder. Bedak jenis ini akan lebih aman jika diberikan pada wajah anak dibandingkan bedak tabur.
  • Jangan gunakan minyak telon dan bedak. Untuk memberikan rasa hangat kepada bayi, biasanya sebelum menaburkan bedak, orangtua seringkali mengusapkan atau memberikan minyak telon pada tubuh bayi. Ternyata penggunaan yang bersamaan dalam hal minyak telon dan bedak tabur dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Oleh sebab itu sebaiknya menggunakan minyak telon dan bedak pada waktu yang berbeda atau tidak berbarengan.

Bila orangtua masih tetap ingin menggunakan bedak tabur untuk bayinya, sebaiknya perhatikan rambu-rambu yang aman dalam penggunaannya untuk bayi Anda. Saat ini, untuk menggantikan bedak tabur untuk lipatan ketiak, paha, leher, dapat menggunakan krim bayi atau lotion bayi untuk mencegah kulit bayi kering.