6 Cara Unik Tanamkan Sifat Berusaha Pada Anak, Coba Deh!

1
77

Ada berbagai alasan kenapa anak berhenti berusaha melakukan sesuatu. Pertama, bisa jadi karena hal itu memang terlalu sukar untuknya (untuk ini Anda perlu menyesuaikan aktivitas dengan usianya).

Alasan selanjutnya adalah karena ia belum menyadari potensinya; merasa rendah diri, tidak mampu, minder; atau karakternya memang mudah menyerah. Nah soal ini tentunya kita tak bisa tinggal diam saja. Orangtua harus berbuat sesuatu agar anak tahu dirinya mampu sehingga ia mau berusaha dan memiliki sifat yang pantang menyerah.

Lantas bagaimana cara memotivasi anak agar tidak mudah menyerah? Berikut tips mudah yang bisa dipraktikan oleh orangtua:

1. Jangan andalkan reward

Kalau Anda mengandalkan reward, maka anak jadi memiliki ketergantungan terhadapnya. Kelak kalau tak ada lagi reward, ia takkan lagi mau melakukannya.

Memang benar kalau kadangkala reward bisa memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, namun seringkali ini juga dapat memadamkan hasrat dan merusak karakter anak. Jadi daripada mengiming-imingi reward, lebih baik dorong anak untuk merasakan kepuasan setelah berhasil melakukan sesuatu.

2. Bicara dari hati ke hati

Saat Anda menyuruh buah hati untuk tidak menyerah, jelaskan padanya mengapa ia harus melakukannya. Soal PR misalnya, buat ia mengerti kalau itu adalah tanggung jawabnya.

Bila alasan si anak berhenti adalah karena capek, maka katakan padanya untuk tidur sejenak sehingga saat bangun nanti ia bisa melanjutkan aktivitas tersebut.

Yang penting, hindari penggunaan frase “harus”. Anda juga boleh membantu anak kalau ia memang memerlukannya. Ini membuat anak tahu orang tua berada di pihaknya, dan bukannya sebagai ‘lawan’. Setelah ia berhasil, tanyakan padanya bagaimana perasaannya: “tentu senang bukan?!”

3. Terima ketidaksempurnaan mereka

Kebanyakan anak usia 3-5 tahun sangat suka meniru dan membantu orang tuanya. Mereka bersedia mencuci piring/ pakaian, menjemur, menyapu, dan lain sebagainya. Anda bisa memberikan piring, sendok, gelas plastik untuk dicuci olehnya. Tak mengapa kalau hasilnya tak bersih sempurna. Yang penting, hargailah upaya mereka dan jangan terlalu persoalkan hasilnya. Sama seperti orang dewasa, anak-anak suka diberi kesempatan melakukan sesuatu yang mereka sukai.

4. Pertimbangkan kemampuan mereka

Hal ini sudah disinggung sedikit di awal ulasan tadi. Intinya, reward ataupun hukuman takkan ‘mempan’ jika anak memang tak mampu melakukan hal tersebut. Lebih baik, motivasi anak dengan mengingatkan hal-hal yang mereka bisa lakukan dengan baik. Perasaan mampu semacam ini bisa memberikan motivasi baginya.

5. Berikan apresiasi

Ketika anak menunjukkan usaha tertentu, jangan lupa ungkapkan apresiasi Anda. Anak-anak selalu rindu menyenangkan hati orang tuanya, jadi jangan pelit pujian. Namun hati-hati juga saat mengungkapkannya, jangan terfokus pada hasil melainkan usaha dan kemajuan mereka.

6. Jadilah teladan

Kalau Anda tidak sabaran dan mudah menyerah, maka jangan heran bila anak juga demikian. Jadi kalau ingin anak tetap termotivasi, pastikan Anda tidak menyerah soal dirinya lebih dulu. Ingatlah, bahwa learning is process! Semangat!

https://www.parents.com/kids/development/behavioral/6-ways-to-motivate-your-kids/

1 COMMENT