6 Kiat Mendidik Anak di Era Digital

1
42
mendidik anak

Nah, mendidik anak bukan hal yang mudah apalagi di era digitalisasi ini di mana teknologi digital telah menyentuh seluruh kalangan dan tidak terbatas pada umur. Seorang Psikolog anak, Samantha Ananta, menjelaskan bahwa orangtua generasi milenial dituntut untuk mempunyai cara yang berbeda dalam mendidik anak. Ayah dan Bunda tentu setuju, bukan?

1. Kenalkan Al Quran sejak dini

Bekal agama perlu kita berikan pada anak sejak dini. Agar ia bisa mencintai dan meletakan agamanya di hatinya. Termasuk dalam mengenalkan Al Quran ke anak, bisa sedini mungkin dengan hal-hal sederhana, seperti memutar murottal sejak masih dalam kandungan, mengajak si Kecil mengaji, memberikan mainan dengan konten-konten islami, dan sebagainya.

2. Fokus pada pembentukan karakter

Di era digital, tantangan orangtua adalah mempersiapkan anak-anak yang tangguh menghadapi persaingan global dan menjadikan mereka pribadi yang berkarakter. Oleh sebab itu, orangtua perlu fokus pada pembentukan karakter (character building) anak.

Orangtua perlu memutuskan sikap bersama (keputusan bersama) dalam setiap aktivitas atau apapun yang dilakukan anak. Misal anak tidak boleh melakukan A jika belum melakukan B karena alasan ini dan itu.

Jika Bunda melarang, Ayah juga perlu melarangnya dengan alasan yang sama. Jadi anak tidak bingung dengan sikap apa yang harus diambilnnya dan ini akan bisa menjadi kebiasaan baik bagi mereka.

3. Batasi penggunaan gadget

Membatasi penggunaan gadget ketika anak sudah terbiasa dengan gadget baik untuk menonton video atau bermain games tentu lebih sulit. Dibanding dengan pembatasan penggunaan gadget ini sejak anak-anak belum terlalu terpapar dengan gadget.

Agar sukses dengan hal ini, orangtua harus berlaku adil. Ketika anak dibatasi menggunakan gadget, orangtua dan orang-orang di sekitar si Kecil juga perlu menunjukan hal tersebut. Hindari anak melihat orangtua sibuk dengan gadgetnya dan membiarkan mereka begitu saja. Selain masalah radiasi, membatasi anak menggunakan gadget juga agar perkembangan motorik anak lebih maksimal.

4. Pilih mainan yang mendorong anak lakukan aktivitas fisik

Saat ini banyak sekali mainan anak dengan berbagai model dan fungsi. Gadget memang salah satu media yang dapat dipilih untuk anak. Namun, orangtua perlu membatasi penggunaannya agar anak lebih banyak beraktivitas secara fisik.

Faktanya, selain gizi yang baik, aktivitas fisik di masa anak-anak dan remaja juga penting untuk meningkatkan kecerdasan mereka. Aktivitas fisik yang bisa dipilih untuk anak antara lain seperti menyanyi, melompat, menari, dan bergerak bebas.

Kurangnya aktivitas fisik pada anak dapat menyebabkan obesitas, diabetes militus, pertumbuhan tulang terhambat, bahkan hingga depresi dan gangguan kecemasan.

5. Utamakan kebersamaan dengan keluarga

Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat dan didengar, sebagian besar akan ia tiru. Nah, jika tidak ingin anak terlalu “lengket” dengan gadget, orangtua perlu memberikan contoh dengan hal-hal sederhana, seperti melakukan aktivitas bersama.

Selain sebagai contoh yang baik, melakukan aktivitas bersama juga dapat meningkatkan kedekatan antara orangtua dan anak. Dampaknya tidak hanya untuk hari ini. Jika anak dekat dengan orangtua dan mempercayainya, tentu anak akan lebih terbuka dengan orangtua kelak.

6. Pilih media dan tayangan yang tepat untuk anak

Audio visual adalah hal yang menarik bagi anak-anak. Oleh sebab itu anak-anak suka menonton berbagai video dengan aneka warna dan gerak. Nah, orangtua perlu bijak untuk memilih tontonan yang sehat serta sesuai dengan usia anak.

Salah satu rekomendasi tayangan yang bisa ditonton oleh anak-anak yakni Pat a Pat: COMO. Dengan film dan lagu-lagu yang menggunakan bahasa sederhana, grafis yang menarik, serta alur yang tepat untuk ditonton oleh anak-anak.