7 Hal yang harus Dilakukan Agar Anak-anak Dekat Dengan Ayah

4
428

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang dekat dengan ayah mereka cenderung memiliki tingkat emosi yang lebih stabil.

Anak-anak ini disebut-sebut juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang bagus.

Namun karena faktor pekerjaan, kenyataan di lapangan membuktikan bahwa banyak anak-anak yang lebih dekat kepada ibu mereka atau pengasuh daripada dengan sang ayah.

Tentu saja hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Jika sang anak tidak dekat secara intens dengan orangtua – dalam hal ini, ayah – maka dalam perkembangan mereka nantinya akan ada berbagai permasalahan yang timbul.

Misalnya, karena sang anak “tidak kenal” dengan ayahnya, maka ketika sang ayah meminta anak melakukan sesuatu yang sedikit sulit, anak akan cenderung meresponnya dengan penolakan.

Hal ini berbeda dengan anak yang merasa akrab dengan ayahnya. Ia akan melakukan pekerjaan tersebut karena yakin sang ayah pasti akan ada membantunya.

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan para ayah agar bisa lebih dekat secara emosional dengan anak-anak mereka.

1. Lakukan aktifitas fisik dengan anak

Bermain bola, bermain gulat-gulatan atau sekedar bermain hujan bersama adalah aktifitas yang bisa memicu kedekatan ayah dan anak baik secara fisik maupun secara emosional.

Karena itu sangat penting bagi orangtua untuk tidak membawa pekerjaan kantor mereka ke rumah.

Setelah waktu kita banyak tersita untuk perusahaan, berikanlah hak anak-anak kita dengan memberikan waktu untuk mereka.

2. Aktifitas intelektual

Selain bermain dan melakukan aktifitas fisik, kedekatan dengan anak bisa didapatkan dengan memainkan game yang melibatkan otak secara bersama-sama.

Bermain catur, sudoku atau brain-games yang sejenisnya bisa menjadi alternatif jika bermain di luar rumah tidak memungkinkan untuk dilakukan.

3. Ajak anak untuk berinteraksi secara sosial

Tidak ada salahnya mengajak anak mengikuti acara-acara kantor, atau mengadakan gathering bersama teman-teman sekolahnya.

Kegiatan-kegiatan semacam ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak.

Selain mereka akan menemukan teman-teman baru, anak-anak juga akan belajar dan mencontoh bagimana ayah mereka berinteraksi dengan orang lain.

Selanjutnya mereka akan menduplikasi ilmu tersebut untuk berinteraksi dengan ayah mereka.

4. Beri perhatian dan pengertian… atau sekedar pelukan

Sesering mungkin para ayah harus memberikan perhatian dan pengertian kepada anak-anak mereka, terutama saat mereka menangis atau bersedih.

Saat kondisi sedih anak-anak membutuhkan tempat untuk mengeluarkan uneg-unegnya dan membutuhkan kekuatan untuk menopangnya.

Di sinilah peran sang ayah.

Tahanlah diri dari marah. Berikan pengertian dengan lemah lembut tentang apa yang terjadi. Bantu mereka memahami keadaan tersebut, dan berikan solusi yang tepat bagi anak.

Selain itu, pelukan yang hangat dan belaian penuh kasih sayang adalah aktifitas yang bisa men-transfer perasaan sayang ayah kepada anak-anaknya.

Anak-anak yang merasa disayangi oleh orangtuanya akan memiliki emosi yang kuat dengan orangtuanya.

5. Beri hadiah sederhana

Meski perhatian tidak selalu harus diwijudkan dengan hadiah fisik, akan tetapi memberikan hadiah semacam ini bisa memiliki kesan tersendiri bagi mereka.

6. Biarkan anak tahu bahwa kita mendukungnya

Berikan dukungan atau support atas kegiatan-kegiatan positif atau pekerjaan yang sudah diselesaikannya.

Dengan begitu anak-anak akan merasa dihargai upaya dan kerja kerasnya. Dan perasaan dihargai ini akan menjadi umpan balik bagi orang yang menghargainya.

7. Jangan menggoda berlebihan dan mudahlah meminta maaf pada anak

Menggoda anak-anak memang bisa menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan mereka. Namun jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan hasilnya tidak akan bagus.

Bercandalah sewajarnya. Dan jika anak marah karena kita sudah berlebihan, jangan malu untuk meminta maaf kepada mereka.

Semoga artikel ini bermanfaat.

4 COMMENTS