8 Nutrisi Penting Bagi Kecerdasan Anak Setelah Selesai ASI

1
846
nutrisi

Setelah anak memasuki usia 2 tahun, pemberian ASI bisa dihentikan. Namun, anak tetap membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pada masa golden age, nutrisi yang paling penting yaitu untuk mendukung perkembangan otak anak. Karena pada masa ini merupakan masa penting bagi perkembangan sinaps sel otak anak.

Memang, salah satu yang mempengaruhi kecerdasan anak adalah faktor genetik atau keturunan. Namun, faktor dari luar pun ternyata sangat mendukung perkembangannya.

Berikut ini beberapa zat yang penting untuk menjadi pertimbangan diberikan bagi balita ketika mereka sudah tidak lagi minum ASI:

1. AA dan DHA

Zat gizi ini merupakan salah satu kandungan dalam ASI yang bermanfaat untuk pertumbuhan sistem saraf pusat serta fungsi penglihatan. DHA sangat berperan dalam pembentukan simpul-simpul saraf pusat. Sedangkan AA bermanfaat untuk memperlancar neurotransmitter (zat penghantar rangsangan).

2. Asam Lemak Omega 3

Ada tiga jenis asm lemak tak jenuh yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan mengendalikan peradangan yaitu asam lemak omega 3, 6, dan 9. Untuk asam lemak omega 3 dan 6, tubu tidak dapat memproduksi sendiri.

Sehingga diperlukan asupan seperti dari makanan pendamping seperti ikan, biji shia, walnut. Sedangkan untuk asam lemak omega 9, tubuh dapat memproduksinya sendiri. Namun, asam lemak omega 9 juga bisa didapat dari kacang-kacangan, lemak hewan, alpukat, minyak zaitun, dsb.

3. Asam Amino

Berfungsi untuk membentuk struktur otak dan zat penghantar (neurotransmitter) yang penting untuk daya ingat. Sumber asam amino yang berkualitas tinggi terkandung dalam protein hewani seperti daging sapi, daging ayam, telur, serta produk susu. Sedangkan protein nabati yang kualitas asam aminonya hampir setara dengan protein hewani yakni susu kedelai.

4. Tyrosine dan Tryptophane

Tyrosine dan Trypthopane merupakan unsur asam amino yang penting sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang dapat mempengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi, serta perilaku anak. Tirosin terkandung dalam hati ayam, alpukat, pisang, ragi, ikan, dan daging.

5. Vitamin B

Vitamin B penting untuk membantu perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang dapat meningkatkan daya ingat anak. Kekurangan vitamin B sering dikaitkan dengan penurunan memori pada otak dan menurunkan tingkat konsentrasi. Sumber makanan yang mengandung Vitamin B antara lain: daging sapi, kambing, ikan, dan domba.

6. Zat Besi

Zat besi merupakan unsur penting dalam produksi dan pembentukan myelin serta mempengaruhi aktivitas saraf. Sumber makanan yang mengandung zat besi antara lain: bayam, telur, kangkung, jagung, jeruk, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sereal, daging sapi, buah apel, dan sebagainya. Kulit kentang mengandung zat besi lima kali lebih besar dari pada dagingnya.

7. Yodium

Kekurangan yodium dapat menyebabkan turunnya kecerdasan pada anak. Fungsi yodium sendiri dalam tubuh adalah untuk membentuk hormon di dalam kelenjar tiroid. Hormon tiroid mempunyai efek nyata pada perkembangan otak, membuat peka sistem syaraf, dan meningkatkan aktivitas otak. Yodium terkandung dalam beberapa sumber makanan seperti ikan tuna, salmon, kerang, COD, rumput laut, dan tentunya garam ber-yodium.

8. Sphingomyelin

Sphingomyelin dapat disintesis oleh tubuh dari cikal bakal lemak, monosakarida, serta protein. Zat sphingomyelin berperan untuk pembentukan myelin dan berfungsi menyelimuti sel saraf yang membantu impuls pada sel syaraf tersebut. ASI merupakan sumber makanan yang mengandung Sphingomyelin tinggi. Sumber lain yang mengandung Sphingomyelin yaitu susu sapi dan kedelai.