8 Tips Menumbuhkan Kepedulian Anak

1
198

Setiap orang tua pasti bangga kalau anaknya mau berbagi dan peduli terhadap sesamanya. Tapi seringkali karakter semacam ini tak selalu ada dalam diri setiap anak. Memang sih ada anak-anak yang sepertinya sudah care dari sononya. Tapi bagaimana kalau si kecil tidak seperti itu? Tentunya Ayah-Bundalah yang harus mengajarkan sikap peduli pada anak.

Di samping menjelaskan pada mereka kalau apa yang kita katakan atau lakukan sangat berpengaruh pada perasaan orang lain, Ayah-Bunda juga bisa mempraktikkan beberapa tips menumbuhkan kepedulian anak lainnya berikut ini:

1. Berikan teladan lebih dulu

Ketimbang lewat kata-kata, anak-anak sebenarnya belajar lebih banyak dari teladan orang-orang di sekelilingnya, terutama orang tuanya. Jika ingin buah hati menjadi pribadi yang punya kepedulian tinggi, maka karakter tersebut harus ada dalam diri Ayah-Bunda terlebih dulu.

2. Konsisten

Saat memberikan teladan, lakukan dengan konsisten. Jangan sampai hari ini Ayah-Bunda bersikap ramah pada orang lain, lalu kasar pada pelayan restoran di hari berikutnya. Ketidak-konsistenan sikap semacam ini bisa membuat anak bingung. Kalaupun misalnya Ayah-Bunda terlanjur bersikap kasar, minta maaflah pada orang itu di depan anak. Agar mereka bisa belajar dari sikap orangtua kepada orang lain.

3. Melalui aktivitas harian

Ayah-Bunda juga bisa mengajarkan anak soal kepedulian melalui aktivitas sehari-hari, misalnya dengan membuat kartu ucapan terima kasih setelah menerima pemberian dari orang lain, berbagi mainan, bikin kue bersama untuk anak panti asuhan, dan lain sebagainya.

4. Buat anak mengenal soal berbagai ekspresi

Tips menumbuhkan kepedulian anak berikutnya adalah mengenalkan pada mereka mengenai ragam ekspresi, misalnya menangis saat sedih atau terluka; tersenyum untuk ekspresi senang; marah, terkejut, bingung, malu, dan sebagainya. Bila anak sudah memahami berbagai ekspresi, ajarkan juga tentang reaksi apa yang harus dilakukan ketika melihat ekspresi tertentu. Jadi lain waktu saat melihat temannya sedih, si Kecil tahu cara menghiburnya.

5. Jangan pelit memuji

Kalau si Kecil mau menata mainannya sendiri, atau berbagi pada temannya, berikan pujian padanya. Sekecil apapun kebaikan atau kepedulian yang ditunjukkan anak, pujilah itu supaya anak mengerti bahwa tindakannya merupakan hal terpuji. Namun jangan lebai juga ya Bun, karena terlalu sering memuji juga tidak baik.

Dan selain pada anak, sikap “minta tolong”, “minta maaf”, “berterima kasih” yang Ayah-Bunda tunjukkan pada orang lain (khususnya di depan anak) juga dapat membuat ia belajar sopan santun.

6. Pahami kebutuhan anak

Sama seperti orang dewasa, anak tak selalu dapat menunjukkan sisi terbaiknya. Ada kalanya mereka lelah sehingga kepedulian pada sesama berkurang. Jika ini penyebabnya, maka penuhi kebutuhannya, dengan tidur siang misalnya. Dengan begitu anak takkan merasa terus dituntut dan ia juga tahu kalau Ayah-Bunda tetap memahami perasaannya.

7. Libatkan anak dalam aksi sosial

Ayah-Bunda mungkin tak ingin anak melihat betapa kerasnya kehidupan di luar sana. Namun kalau anak tahu ada banyak orang yang lebih susah, kekurangan, atau menderita di luar sana, maka mereka bisa belajar bersyukur dan bangga karena bisa membantu orang lain. Jadi lain waktu ketika mengunjungi panti asuhan misalnya, ajaklah si anak dan libatkan dia dalam aksi sosial yang Ayah-Bunda lakukan.

8. Rayakan perbedaan

Ketika di jalan atau di mana saja, buah hati mungkin akan melihat anak lain yang berbeda warna kulitnya, fisiknya (misalnya buta, tuli, dll), dan lain sebagainya. Soal ini pun, Ayah-Bunda perlu mengajarkan mereka cara bijak saat berhadapan dengan mereka. Dengan begitu, anak takkan tumbuh menjadi pribadi yang rasis/ mencela kelemahan orang lain, sebaliknya ia bisa ‘merayakan’ perbedaan di antara sesama.

https://www.parents.com/kids/development/social/raise-a-compassionate-child/