8 Tips Meredam Amarah Pada Anak

2
292

Saat menghadapi amarah anak, jangan buru-buru menyuruhnya masuk kamar atau balik meneriakinya supaya berhenti marah. Lebih baik latih dia untuk mengatasi amarahnya sendiri sehingga emosi ini tidak sampai merusak dirinya. Nah sekarang pertanyaan pentingnya, bagaimana caranya meredam amarah pada anak itu? Kita simak langsung saja yuk beberapa masukan berikut.

1. Tanyakan penyebabnya

Setelah amarahnya tampak mereda, perlahan minta anak untuk menjelaskan alasan mengapa ia begitu marah. Membicarakan penyebabnya bisa meng-clear-kan suasana sehingga anak dapat meredam emosi tersebut dengan baik dan menjadi tenang. Kalau si kecil bungkam, ia mungkin merasa lebih nyaman ‘curhat’ pada boneka, hewan kesayangan, atau lainnya. Tak mengapa, suruh saja ia melakukannya dan ‘curi dengar’ ketika ia sedang curhat.

2. Dorong anak untuk melampiaskannya dalam aktivitas fisik

Tak jauh beda dengan orang dewasa yang kadang melampiaskan amarahnya pada barang-barang sekitarnya, anak-anak juga demikian. Karena itu, dorong mereka untuk melakukan aktivitas fisik yang disukainya, apakah itu dengan menari, menggambar, jalan-jalan bersama anjing kesayangan, lari keliling ruangan sebanyak 30 kali, atau lainnya agar pikirannya yang sedang sibuk itu teralihkan dari rasa marah.

3. Tunjukkan kepedulian

Biarkan si Kecil tahu kalau Anda sangat peduli dengan situasi yang ia hadapi dan bagaimana perasaannya. Salah satu cara menunjukkannya adalah dengan memeluknya karena ini bisa membuat anak merasa dicintai dan diterima.

4. Berikan teladan

Karena anak mudah sekali meniru orang sekitarnya, khususnya kedua ayah-ibunya, maka cara Anda mengatasi kemarahan sedikit-banyak juga berpengaruh pada mereka. Jika Anda berteriak, membanting barang atau pintu saat marah, jangan heran kalau iapun akan melakukan hal yang sama. Namun kalau Anda berusaha menenangkan diri – bahkan saat menghadapi amarahnya, iapun akan menirunya kelak.

5. Abaikan kelakuan negatif dan puji perilaku baiknya

Biarkan anak tahu kalau Anda (tidak) memberi perhatian soal reaksinya saat marah. Kalau sikapnya negatif, bahkan bila itu hanya untuk mencari perhatian, abaikan saja. Jangan menegur atau menyuruhnya berhenti. Toh nanti ia akan berhenti sendiri karena kelelahan dan paham bahwa tindakannya tersebut sia-sia. Begitu pula sebaliknya, bila ia mampu meredam amarahnya dengan cara positif, maka pujilah upayanya tersebut.

6. Jangan menyerah

Tahan godaan untuk mengakhiri amarahnya dengan mengabulkan permintaannya (yang menyebabkan ia marah). Bersikap mengalah seperti ini hanya menunjukkan padanya kalau trik marahnya tersebut berhasil.

7. Konsisten soal konsekuensi

Anak perlu tahu apa konsekuensinya kalau ia bersikap buruk, seperti mendudukkannya di kursi time out atau tidak ada gadget untuk hari itu. Dan Anda perlu menunjukkan konsistensi dalam melaksanakan konsekuensi tersebut.

8. Ajarkan padanya teknik relaksasi

Baik Anda maupun buah hati bisa bersama-sama belajar teknik relaksasi ini seperti menarik nafas dalam, karena tak mungkin untuk tetap tenang dan marah pada waktu bersamaan.

https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/discipline/anger-management/5-ways-to-manage-your-childs-anger/
https://childmind.org/article/is-my-childs-anger-normal/

2 COMMENTS