Abu Bakar as-Shiddiq Sahabat Setia Rasulullah

2
281

“Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada umat-Nya.” –
Abu Bakar as-Shiddiq

Abu Bakar as-Shiddiq seseorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berjasa diawal-awal perjuangan Nabi dalam menegakkan Islam. Sebelum bertemu Nabi dan memeluk agama Islam, beliau memiliki nama Abdul Ka’bah yang kemudian setelah bersyahadat mengganti namanya menjadi Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi.

Gelar Abu Bakar as-Shiddiq tersebut diberikan Nabi kepadanya sebagai bentuk penghormatan. Nama Abu memiliki arti Bapak dan Bakar artinya pagi, sedangkan As-
Shiddiq karena beliau senantiasa mempercayai segala tindakan Rasulullah. Salah satunya ketika Nabi Muhammad Saw menceritakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw menerima perintah shalat dari Allah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Khalayak kemudian lebih mengenal beliau dengan sebutan Abu Bakar as-Shiddiq.

Keistimewaan Abu Bakar juga karena tergolong orang-orang yang pertama kali memeluk agama Islam atau as-sabiqun al-awwalun. Hijrahnya Abu Bakar menginspirasi banyak orang. Hanya berselang seminggu setelah Abu Bakar bersyahadat terhitung ada enam orang yang berhasil di Islamkan olehnya. Mereka adalah enam dari 10 orang yang dijanjikan oleh Allah masuk surga, yaitu Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Teman Terbaik Memperjuangkan Islam 

Abu Bakar as-Shiddiq dikenal sebagai sosok yang disegani karena kepribadiannya, memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas, kaya raya karena pandai berdagang dan penolong orang-orang yang kesulitan dan teraniaya. Kesetiaannya terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW tak diragukan lagi. Ia menemani dan mendampingi di setiap perjalanannya. Salah satu peristiwa besar yang terjadi, Abu Bakar merupakan satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah ketika memutuskan hijrah dari Mekkah ke Madinah yang penuh lika-liku.

Mengabadikan Ayat-Ayat Al-Quran

Abu Bakar berperan besar dalam pelestarian teks-teks Al-Quran, setelah peperangan Riddah banyak penghafal Quran yang Abu Bakar ajarkan gugur dalam pertempuran. Bersama Umar kemudian bersama-sama mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran di dalam sebuah tim yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Ayat tersebut dituliskan dalam bentuk lembaran-lembaran seperti tulang, kulit dan lainnya yang kemudian setelah lengkap disimpan oleh Abu Bakar.

Pemimpin Peralihan Setelah Rasulullah Wafat

Jasa Abu Bakar begitu besar dalam hidup Rasulullah karena ia merupakan sahabat terbaik yang mendampingi di saat suka dan duka dalam memperjuangkan agama Allah. Peristiwa-peristiwa besar pun terjadi saat bersamanya.

Karena kepercayaannya tersebut, menjelang wafat Rasulullah yang selama ini selalu menjadi imam dan memimpin shalat pada suatu waktu menunjuk Abu Bakar untuk menggantikannya. Ini merupakan pertanda Abu Bakar akan melanjutkan perjalanan Nabi Muhammad.

Benar adanya, ketika kekasih Allah ini menghembuskan nafas terakhirnya. Kepergiannya memberikan guncangan kepada sebagian besar umatnya namun Abu Bakar memilih untuk tetap tegar dan melangkah maju menyuarakan Islam.

Berdasarkan hasil musyarawah para pemuka Islam, nama Abu Bakar as-Shiddiq pun ditunjuk dan dipercaya sebagai pemimpin umat Islam pengganti Rasullah.

Masa kepemimpinan para sahabat Nabi Muhammad Saw ini disebut sebagai Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk. Mereka adalah orang-orang yang dipercaya sebagai penerus kepemimpinan setelah Nabi Muhammad wafat.

Saat menjabat sebagai Khalifah, Abu Bakar harus berjuang melawan para kelompok-kelompok murtad keluar dari Islam. Saat itu juga muncul para pembangkang dan nabi-nabi palsu. Namun dengan kekuatan militer dan kekuasaannya, Abu Bakar berhasil mengatasi hal tersebut.

Beliau menjalani pemerintahannya selama kurang lebih dua tahun. Sebelum kematiannya ia memberikan wasiat untuk Umar bin Khattab. Umar diwasiatkan untuk meneruskan kekhalifahannya dan melanjutkan perjuangan untuk menyatukan Al-Quran dalam bentuk mushaf seperti yang kita baca saat ini.

Atas segala jasanya menegakkan dan memperjuangkan Islam, Rasulullah mengutarakan tentang 10 sahabat Nabi lainnya tergolong orang-orang yang sudah dipastikan masuk surga.

Dari Abdurrahman bin ‘Auf, dia berkata: “Rasulullah bersabda: Abu Bakr di syurga, Umar di syurga, Utsman di syurga, Ali di syurga, Thalhah di syurga, Az Zubair di syurga, Abdurrahman bin ‘Auf di syurga, Sa’d di syurga, Sa’id di syurga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di syurga.” (HR At Tirmidzi)