Asah Kecerdasan Anak dengan Mengajarkan Berdoa

4
316

Anak merupakan harta berharga bagi orangtua. Bahkan, Allah SWT menyebutkan dalam salah satu ayat bahwa anak merupakan perhiasan kehidupan. Namun, ini tak akan menjadi amal jariyah jika orangtua tak mendidik anak menjadi sholeh.

Doa anak yang sholeh merupakan bekal berharga bagi orangtua, bukan? Ya, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya terkecuali 3 perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.”  (HR. Muslim no. 1631)

Manfaat doa anak tak dapat dipungkiri lagi bagi orangtua untuk kehidupan di akhirat nanti. Namun, Ayah dan Bunda perlu ketahui, mengajarkan berdoa pada anak-anak  tidak hanya bermanfaat untuk orangtua lho. Menjadikan anak sholeh dan rajin berdoa bermanfaat untuk mengasah kecerdasan emosional mereka.

Anak-anak perlu mempunyai keseimbangan IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosional), dan SQ (kecerdasan spiritual). Mengajarkan anak-anak berdoa tak hanya mengajarkan beribadah tapi juga mengasah kecerdasan lainnya.

Di bawah ini beberapa manfaat mengasah kecerdasan spiritual anak melalui berdoa:

a. mengembangkan kemampuan bahasa

Saat anak belajar berdoa, ia akan belajar merangkai kata-kata. Selain itu, belajar berdoa juga akan mengasah kemampuan anak mengingat dan memahami isi doa tersebut.

b. mengasah kemampuan komunikasi anak

Berdoa merupakan bentuk komunikasi dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan mengajarkan berdoa pada anak-anak, mereka akan belajar cara berkomunikasi dengan yang lain. Saat berdoa anak-anak “dituntut” untuk memahami apa yang mereka ingin sampaikan.

c. mengasah empati dan kepedulian anak

Selama berdoa, anak-anak akan belajar tidak hanya mendoakan dirinya sendiri. Kepedulian anak-anak terhadap orang lain dapat diasah melalui berdoa. Di sinilah belajar berdoa dapat mengasah empati anak.

d. belajar kontrol diri

Doa mempunyai adab yang juga perlu diajarkan kepada anak-anak. Misal, selama berdoa perlu untuk bersikap tenang, tidak boleh bercanda saat berdoa, serta menjaga kenyamanan lingkungan. Dari sini, dengan belajar berdoa anak-anak dilatih untuk dapat membedakan kapan waktu untuk berdoa, kapan waktu untuk bermain, kapan waktu untuk beraktivitas, dan sebagainya.

Jadi, Ayah dan Bunda, yuk ajak dan ajarkan anak-anak untuk berdoa. Karena orangtua adalah model ideal bagi anak-anak.

4 COMMENTS