Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Bersikap Jujur?

0
490

Mengajarkan anak bersikap jujur sebenarnya tidak sulit. Karena fitrah anak selalu mengungkapkan kejujuran dan kepolosan.

Akan tetapi, ada berbagai faktor yang membuat anak jadi mudah berbohong. Bisa karena takut, faktor lingkungan atau terpengaruh pada teman – teman dan apa yang dipelajari dari kehidupan sehari – hari.

Tak bisa dipungkiri, kejujuran memang sangat penting untuk ditanamkan pada anak sejak dini. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak bersikap jujur? Jangan khawatir, berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan:

Kejujuran datangnya dari Alloh

Tanamkan pada anak bahwa Alloh adalah zat yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Apa pun yang anak lakukan pasti akan dicatat oleh Alloh dan diminta pertanggungjawaban. Misalnya, “Bunda mungkin gak tahu kalau kamu berbohong. Tapi, Alloh Maha Melihat apa yang kita lakukan. Jadi, jangan takut pada Bunda. Takutlah sama Alloh ya.”

Hargai usaha anak

Tak jarang anak merasa takut dimarahi orang tua sehingga mengambil jalan pintas dengan berbohong. Misalnya saat ia tidak kuat puasa. Katakan saja,”Adek, kalau memang tak kuat puasanya, nanti pas dhuhur boleh berbuka kok.” Hal ini jauh lebih baik daripada memaksakan anak, sehingga anak berbohong dan melakukan puasa hanya karena orang tua.

Jangan menghakiminya

Sama seperti orang dewasa, anak – anak pun tak suka dihakimi. Apalagi, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua seolah – olah bertindak sebagai hakim yang paling benar dan bereaksi berlebihan. Sebagai contoh, ketika anak berbohong telah berpuasa padahal ia makan. Katakan pada anak, “Kalau adek tak kuat puasa, besok harus sahur yang banyak. Sementara, latihan bolanya libur dulu ya, biar gak cepat haus.”

Berikan hadiah berupa pujian

Saat anak – anak telah mengakui dengan jujur kesalahannya ini adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Oleh karena itu, berikan anak pujian agar ia tetap melakukan hal yang sama dan mempertahankan kejujuran setiap saat.

Contohnya, saat anak – anak jujur telah batal puasa. “Bu, maaf tadi adek beli minuman pas puasa, adek haus sih..”. Ucapkan, “Wah, ibu bangga adek mau terus terang. Iya gpp, lain kali adik kalau puasa, mainnya sebentar aja biar gak cepat haus ya. Main kan bisa setiap hari. Tapi kalau puasa, hanya bulan Ramadhan aja lho..”

Keteladanan orangtua

Sebagai orang tua yang ingin anak – anaknya selalu bersikap jujur dan terbuka. Maka, usahakan untuk memberikan teladan yang sama. Jangan mengajari anak untuk berbohong. Misalnya dengan menyuruh anak membuka pintu dan berbohong sedang tidak ada di rumah jika ada penagih utang yang datang. Lebih baik, hadapi sendiri tamu yang datang dan bicara baik – baik.

Sifat jujur dan terbuka memang sangat manis dan selalu diharapkan ada pada putra – putri tercinta. Semoga dengan beberapa tips di atas, bisa membiasakan si Kecil untuk bersikap jujur dalam sehari – hari ya.