Bagaimana Membentuk Emotional Bonding dengan Anak?

2
381

Jika kita rajin membaca berita-berita di media massa, maka kita akan temukan banyak sekali kasus kejahatan yang dilakukan oleh remaja-remaja yang masih belasan tahun.

Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan, terutama bagi kita sebagai orangtua. karena faktanya pergaulan menjadi faktor yang juga penting untuk menentukan perkembangan karakter anak-anak.

Apakah hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak itu tidak pernah mendapat pendidikan atau pengajaran dari orangtua mereka?

Belum tentu.

Malah saya pribadi berpendapat, mereka itu justru sering sekali mendapat teguran dari orangtua mereka.

Lalu kenapa hal tersebut masih terjadi?

Jawabannya, karena tidak adanya emotional bonding.

Apa itu emotional bonding?

Emotional bonding biasa diterjemahkan sebagai ikatan emosional atau ikatan hati antara orangtua dan anak-anak.

Ikatan ini menjadi semacam “jembatan” tak kasat mata yang menghubungkan hati orangtua dengan hati anak-anak mereka.

Tanpa adanya ikatan ini, maka setiap pesan dari orangtua yang berupa nasehat, teguran, ataupun larangan tidak akan bisa sampai ke dalam hati anak.

Lalu bagaimana cara kita membentuk emotional bonding dengan anak-anak kita?

1. Pancing komunikasi dengan anak

Alih-alih bertanya tentang tugas dari sekolah, tanyakanlah apa yang menyenangkan saat anak-anak di sekolah.

Anak-anak akan lebih mudah menceritakan hal-hal yang disukainya daripada tugas-tugas yang membebaninya.

2. Perhatikan saat anak berbicara

Memperhatikan berarti menunjukkan bahwa kita mendengarkan dengan serius, lalu meresponnya. Bukan hanya mendengarkan lalu mengabaikannya.

Jika orangtua terbiasa untuk mengabaikan apa yang ingin dikatakan anak-anaknya, maka mereka akan belajar bahwa tidak ada gunanya bercerita dengan orangtuanya.

Selanjutnya mereka juga akan belajar bahwa tidak ada gunanya mendengarkan apa yang dikatakan orangtua mereka.

3. Panggilan yang baik

Panggillah anak dengan panggilan yang baik yang disukainya. Panggilan yang menyenangkan hati akan memancing perhatian anak-anak.

Panggilan yang buruk atau olok-olokan hanya akan menyakiti hati mereka dan membuatnya membangun dinding antara dirinya dan pengolok-oloknya.

4. Peluk anak setiap hari

Sering memeluk anak dengan pelukan yang hangat menjadikan anak merasa sangat disayangi.

Hal ini akan menumbuhkan rasa yang sama terhadap kita dan mulai memperhatikan setiap perkataan kita.

5. Jauhi memukul anak

Sangat jelas bahwa tindakan menghukum secara fisik tidak akan membuat anak-anak merasa disayangi.

6. Kegiatan bersama

Orangtua harus lebih sering melibatkan anak-anak di dalam kegiatan keseharian mereka.

Dengan cara seperti ini, anak-anak akan merasa dihargai dan dianggap penting di dalam keluarga. Mereka akan berpikir jika setiap orang di dalam keluarga ini penting, maka begitu pula dengan orangtuanya dan perkataan-perkataannya.

7. Dongeng sebelum tidur

Kegiatan yang satu ini memang terlihat sangat sepele. Tapi percayalah, dampaknya akan sangat besar.

Banyak manfaat-manfaat yang tidak terduga ketika orangtua membiasakan diri membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak-anak mereka. Salah satunya adalah kedekatan emosi antara orangtua dan anak.

Semoga bermanfaat.

2 COMMENTS