Bayi Minum ASI Tapi Tetap Kurus, Apa Penyebabnya?

2
8453

Sebagai orangtua tentu akan merasa cemas apabila si Kecil justru tak bertambah berat badannya atau justru kehilangan berat badannya saat bulan-bulan pertama kelahirannya. Apalagi jika ditambah si Kecil rewel dan kelihatan tak puas menyusu ASI pada Bunda. Pasti akan muncul banyak dugaan-dugaan dari Bunda dan Ayah. Apakah produksi ASI dari Bunda kurang atau kualitasnya buruk? Sehingga Bunda dan Ayah memutuskan untuk memberikan tambahan susu formula agar si Kecil mendapatkan berat badannya.

Eits, jangan buru-buru untuk memutuskan untuk memberi susu formula untuk bayi agar berat badannya bertambah sebelum usianya 6 bulan. Lebih baik, cari tahu masalah utamanya terlebih dahulu saaat Bunda mengalami hal ini. Bunda, perlu meniatkan dan yakin sejak awal bahwa ASI adalah anugerah Allah SWT yang merupakan makanan terbaik untuk bayi selama 6 bulan awal pertumbuhannya.

Secara normal, bayi usia 0-5 hari akan mengalami penurunan berat badan. Namun, dalam saat usia 10-14 hari berat badan si Kecil akan kembali normal. Jika si Kecil kehilangan berat badannya sekitar 7% dari berat badan saat lahir dan tidak mengalami penambahan berat badan dalam 2 minggu pertama setelah kelahirannya, Bunda perlu untuk mengenali penyebabnya.

Terburu-buru memvonis produksi ASI Bunda kurang tanpa mengetahui lebih lanjut penyebab berat badan si Kecil tak bertambah, tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi jika sampai memutus program ASI eksklusif dengan memberikan susu formula atau makanan tambahan untuk si Kecil tentu akan merugikan bagi mereka karena si Kecil tidak akan mendapat manfaat dari ASI.

Sebagai acuan, berikut tabel berat badan ideal bayi berdasar jenis kelamin:

Bunda, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan berat badan bayi tak bertambah atau kehilangan berat badannya di bulan awal setelah kelahirannya, seperti:

1. Permasalahan dari si Bayi

Bunda perlu memastikan seberapa banyak atau seberapa lama tiap kali si Kecil menyusu. Lalu, apakah setelah minum ASI si Kecil terlihat puas atau justru rewel. Bunda, perlu cek juga dengan kemampuan menghisap si Kecil apakah terkesan terlalu lemah atau normal. Beberapa alasan ini bisa menyebabkan berat badan bayi tak tumbuh dengan normal.

Saat masa awal menyusui, biasanya si Kecil akan menghabiskan 20 – 30 menit untuk menyusu. Ini bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung dari keinginan bayi. Setelah menyusu, biasanya bayi akan terlelap tidur karena kenyang. Namun, jika Bunda melihat setelah menyusu bayi tetap rewel dan merasa lapar, lalu saat menyusu mulut bayi sering terlepas dari putting payudara, bisa jadi ada masalah dengan bagian mulut si bayi atau saluran cernanya. Beberapa masalah pada bayi antara lain:

a. Hipersensitif saluran cerna

Gangguan ini bisa terjadi karena imaturitas saluran cerna atau ketidakmatangan saluran cerna. Tanda hipersensitif saluran cerna pada bayi bisa Bunda lihat jika bayi sering muntah/kembung, sering cegukan, gelisah, rewel, BAB terlalu sering atau terlalu jarang dan susah, warna feses hijau atau hitam, perut bayi tampak rata, cekung, atau bahkan cembung, mulut sensitif dengan lidah sering timbul bercak putih hingga jamur. Pada beberapa bayi, bibir tampak kering dan kadang bagian tengah terlihat lebih gelap. Mulut bayi juga sering mengeluarkan ludah atau sering ngeces.

Tanda lainnya pada bayi yang hipersensitif saluran cerna yaitu kulit terlihat lebih sensitif seperti timbul bintik dan bekas hitam di kulit bayi, hidung sensitif membuat si Kecil sering tersedak saat menyusu keringat berlebih, infeksi saluran kencing dengan tanda air pipis berwarna merah atau orange.

b. Tongue-tie pada bayi

Tongue-tie merupakan suatu kelainan bawaan pada oragn mulut sehingga pergerakan lidah dan mulut terbatas. Hal ini berdampak pada cara menelan, menyusu, makan, dll. Biasanya kelainan ini lebih sering menimpa bayi laki-laki. Sehingga, bayi dengan kondisi Tongue-tie kesulitan menghisap, mengeluarkan lidah melewati rahang, dan kesulitan menyentuhkan lidah ke rongga mulut bagian atas.

Penyebab kondisi seperti ini pada bayi belum diketahui. Namun pada beberapa kasus, kelainan ini berkaitan dnegan faktor genetis atau keturunan. Memang ini bukan kelainan yang perlu dikhawatirkan. Tongue Tie, di mana selaput di bawah lidah yang terhubung dengan lantai mulut lebih pendek pada bayi normal bisa normal dengan sendirinya.

Namun, jika hal ini menyebabkan bayi mengalami gagal tumbuh, ada 2 pilihan penanganan kelainan ini. Bunda dan Ayah bisa memilih prosedur pembelahan tongue-tie ini menggunakan gunting. Biasanya bayi dapat langsung menyusu setelah proses pengguntingan ini. Selain prosedur Frenotomy, Bunda dan Ayah dapat memilih prosedur Frenuloplasty yaitu dengan pengambilan frenulum di lidah bayi. Prosedur ini biasanya digunakan untuk kasus tongue-tie yang lebih rumit.

2. Permasalahan dari Bunda

Jika telah menemui ahli atau dokter anak, ternyata tidak ada masalah dengan si Kecil, kemungkinan besar Bunda sebagai faktor penyebabnya si Kecil mengalami gangguan kenaikan berat badan. Ini bisa karena waktu menyusui yang kurang maksimal, produksi ASI yang kurang disebabkan riwayat operasi payudara atau kegagalan payudara berkembang dengan baik saat remaja. Jika Bunda menerapkan penjadwalan minum ASI untu bayi, lebih baik ini tidak diterapkan dengan berlebihan atau bahkan sampai membatasi pemberian ASI.

Bunda dapat mengunjungi klinik laktasi atau dokter ahli untuk berkonsultasi lebih lanjut terkait dengan permasalahan pemberian ASI pada bayi.

2 COMMENTS