Belajar Sejarah Perjalanan Nabi Muhammad dalam Isra’ Mi’raj

2
65

Perjalanan Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT dan menerima perintah sholat 5 waktu terjadi pada malam 27 Rajab. Peristiwa ini terjadi sebelas tahun setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Berarti usia beliau sekitar 51 tahun saat melakukan perjalanan tersebut.

Isra’ berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina). Jarak kedua tempat tersebut sekitar 1.400-an km. Sedangkan Mi’raj berarti perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu. Atas ijin Allah SWT. Kedua peristiwa ini hingga Rasulullah SAW kembali lagi ke Mekah terjadi dalam satu malam.

Hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini salah satunya adalah menguji keimanan dari para umat Nabi Muhammad SAW. Karena memang peristiwa ini tidak dapat diterima dengan akal dan pikiran. Perjalanan tersebut juga merupakan bukti bahwa kekuasaan Allah STW Maha Agung.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat pertama Surah Al Isra berikut ini:

“Maha suci Allah SWT yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya (dengan diturunkannya nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya), agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Isra: 1)

Rasulullah melihat berbagai golongan dalam perjalanannya

Dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad melihat banyak hal, antara lain:

1. Orang memanen padi

Dalam sekejap mata, Rasulullah SAW melihat sekelompok manusia yang sedang memanen padi yang berlimpah ruah. Habis dipanen, tanaman tersebut tumbuh lagi. Melihat hal ini, Rasulullah SAW bertanya pada Jibril, “siapa mereka itu?”

Jawab Jibril, “Mereka itu ibarat umatmu yang gemar memetik pahala dari Allah SWT dengan membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT.”

2. Orang yang memukul kepalanya

Ketika Rasulullah SAW bertanya siapa orang-orang yang memukuli kepalanya hingga pecah dan utuh kembali, lalu memukul lagi terus menerus tersebut. Jibril menjawab bahwa kelompok tersebut ibarat orang-orang yang lalai akan kewajibannya. Mereka golongan yang enggan melakukan sholat fardhu.

3. Mencium bau kuburan yang harum

Saat melanjutkan perjalanan, Rasulullah SAW mencium bau harum. Ternyata ketika ditanyakan pada malaikat Jibril, bau tersebut berasal dari kuburan keluarga Siti Masyitah yang dibakar hidup-hidup oleh Firaun karena tidak mau mengakui ke-Tuhan-annya.

4. Orang yang lebih memilih makan daging busuk

Melanjutkan perjalanannya, Rasulullah SAW melihat sekelompok orang yang memegang daging busuk di tangan kirinya dan daging segar di tangan kanannya, tapi mereka lebih milih makan daging busuk. Melihat hal ini, Rasulullah SAW bertanya kembali pada malaikat Jibril. Lalu, Jibril menjelaskan bahwa kelompok tersebut ibarat orang-orang yang lebih memilih pekerjaan yang buruk dan dosa dibanding beramal di jalan Allah SWT.

Banyak hal yang diperlihatkan pada Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj di mana hal tersebut merupakan peringatan dari Allah SWT bahwa manusia akan menerima balasan dari apapun yang telah dikerjakannya.

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan, agar kita termsuk dari golongan umat yang ditemui Rasulullah SAW saat perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut.

2 COMMENTS