Berbagi Cerita Tentang Kisah Kekasih Halalku

0
962

Tak ada yang pernah tahu, jodoh, maut, rezeki semua sudah diatur oleh Allah SWT. Jodohmu mungkin saja temanmu (teman sekolah/kampus, teman sekomunitas, teman kerja dll), bisa juga orang yg baru saja kamu kenal – tak sengaja bertemu atau seseorang yang pernah kamu lepaskan, berusaha dulu kamu ikhlaskan namun kembali bertemu diwaktu dan saat yang tepat, saat yg lebih siap. Jodohmu bisa saja orangtuamu/walimu, saudara bahkan teman dekatmu yg mencarikan atau guru ngajimu yang menjodohkan. Bagaimanapun sejatinya Jodoh itu bukan hanya tentang Cinta, tapi tentang sebuah rencana Allah pada setiap manusia.

Bagaimana kita membangun keyakinan kita akan sosok hadirnya sang rahasia? Pantaskan dirimu, minta & rayu Allah dalam doa-doamu. Setiap orang harus yakin akan memiliki kisah indahnya masing-masing. Disinilah kita belajar rela pada setiap ketetapan dan keputusanNya. Saat keyakinan dalam hati kita pada seseorang mendapatkan ridho dari Allah…Dan kisahmu akhirnya mewujud dalam Pernikahan: Itulah yg dinamakan jodoh. Ya untuk urusan Jodoh berlakulah kalimat ini: “Bukan Cinta yang memilihmu tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai…” .

Nahh….kalau saya dulu ketemu mantan pacar , kalau sekarang kekasih halal dan juga ayah dari 2 malaikat kecilku Zahra dan Aurora. Kisahnya sungguh unik dan lucu.  Bukan berawal dari pertemuan ataupun perjodohan tapi ” Jodohku Berawal dari Telfon Nyasar “. Waktu itu saya masih bekerja di sebuah mall di Bandung. Setelah pulang kerja seperti biasa saya nonton tivi dan nyantai bersama teman-teman di tempat kos.

Tak ada angin tak ada hujan , tiba-tiba hp berdering kencang, nomor pun tak dikenal, saya pun angkat seperti biasa, “Hallo, assalamuallaikum…” beliau pun menjawab waalaikum salam, beliau bilang maaf salah sambung, saya pun menyahut nggak apa -apa terus beliau mematikan telefonnya.

Dan karena beliau masih penasaran akhirnya beliau mulai sms untuk minta kenalan, sayapun menanggapinya dengan baik. Karena emang nggak baik menolak persahabatan. Akhirnya kita bersahabat jarak jauh,istilah kerennya mah LDR …Heee…heee…. karena beliau bekerja di Pangkal Pinang Bangka Belitung , sedangkan saya dibandung. Kita hanya bertukar foto lewat internet. Sebulan 2 bulan hingga 1 tahun kami masih bersahabat. Hingga Akhirnya beliau meminangku di tahun 2008 lalu.

Alhamdulillah atas ridhoNya, penantian sekian lama memberikan kita hadiah luar biasa.Alhamdulillah di tahun 2010 kami dianugrahi malaikat kecil yang cantik yaitu Zahra. Dan ditahun 2016 lalu kami dianugrahi lagi malaikat kecil dan kami beri nama Aurora. Dengan cinta kita rawat bersama, mendidiknya menjadi generasi berguna, berpedoman hanya kepada Allah SWT dan RasulNya.

Suamiku, tetaplah menjadi imamku, menjadi penyemangatku. Saat ini aku tidak hanya menjadi istrimu aku juga seorang Ibu dari anak -anak kita. Amanah yang Allah berikan bertambah dipundakku. Sebagaimana tugasku yang tidak mudah menjadi Ibu, begitu juga denganmu yang juga mendapat amanah bergelar Ayah. Tanggung jawab baru , tidak hanya nafkah lahir berupa materi, kau juga harus mampu memberikan nafkah bathin memberikan kasih sayang, perhatian, pelukan, bimbingan, juga cinta untukku dan juga untuk anak kita.

Suamiku, tetaplah menjadi matahariku. Selalu setia menyinari dan menemani disetiap langkahku. Jangan pernah bosan dan selalu sabar menghadapiku. Teruslah membimbingku kejalan yang benar. Agar aku mampu menjaga pondasi bahtera rumah tangga kita. Agar aku mampu menjadi sosok ibu terhebat bagi anak-anak kita.

Suamiku, tetaplah menjadi Teladanku . Menjadi alarm sebagai pengingatku di saat aku lalai pada perintahNya dan tidak mengikuti Sunnah RasulNya. Ingatkan aku dengan kelembutanmu. Dan tetaplah menjadi suami siaga dalam menjaga keluarga kecil kita.

Semoga kita selalu menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warohmah, aminn.

Semoga kita terus bersama hingga akhir hayat yang memisahkan kita ❤❤❤