Berbagi Cerita Tentang Masa “Golden Age” Anak

1
1492

Sebagai orangtua tentu Anda ingin anak bertumbuh kembang dengan baik. Ada beberapa tahapan pada anak untuk memicu perkembangan mereka lebih optimal. Caranya dengan mengetahui dan mengoptimalkan masa emas pada anak atau biasa disebut golden age.

Golden age adalah usia anak pada masa-masa awal hidupnya di dunia. Golden age adalah usia anak ketika mereka berumur 0 – 5 tahun. Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Meski sudah banyak keterangan tentang golden age, sayangnya masih ada orangtua yang kurang memperhatikan.

Lalu apa saja yang harus dilakukan agar golden age pada anak tidak terlewati dengan sia-sia. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan para orangtua.

Mengenal Golden Age Pada Anak

1.Perhatikan anak di usia mereka yang masih sangat muda. Misalnya bagi bayi berusia antara 0-1 tahun maka peran ibu sangat vital. Berikan anak asupan gizi yang terbaik. Tentu pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan. Selain itu orangtua sudah bisa mempersiapkan berbagai pengetahuan agar di usia selanjutnya mampu berperan aktif.

2.Stimulasi anak sesuai usianya. Anak adalah peniru ulung dan pada setiap tahapan usia anak memiliki kelebihan sendiri. Jika perkembangan indera anak sudah cukup aktif, misalnya indera pendengaran atau indera penglihatan, orangtua bisa membacakan cerita dan mengenalkan objek pada anak-anak mereka. Misalnya dengan menyediakan mainan yang merangsang motorik anak Anda. Tapi perhatikan setiap tahapan usianya. Jangan sampai Anda menstimuli anak padahal usianya terbilang belum cukup optimal melakukan rangsangan tersebut.

3.Memahami bahwa tingkat pertumbuhan tiap anak berbeda atau tidak sama. Ada anak yang lebih cepat belajar berjalan dibanding bicara atau kebalikannya. Karena itu jangan memaksakan anak Anda melakukan hal yang membuatnya stress. Perhatikan potensi anak dan kembangkan. Anda sebagai orangtua harus mampu bersikap bijaksana dan sabar dalam merangsang perkembangan anak lebih optimal. Berikan juga pujian jika anak berhasil melakukan sesuatu hal yang baik atau sesuai untuk usianya.

4.Jangan mengekang anak. Bebaskan dia melakukan banyak hal, bereksplorasi di lingkungan sekitarnya. Asalkan ia tetap aman dan ajarkan juga tanggung jawab walau dengan cara yang pas sesuai usianya.

Semakin luas wilayah atau lingkungan tempat anak belajar maka ia belajar banyak hal yang akan dibutuhkan untuk perkembangan mental, otak dan fisiknya. Buatlah lingkungan lingkungan yang sehat. Pastikan bahwa keluarga terdekat mendukung dan melakukan hal-hal positif karena anak belajar dengan meniru dan mengamati. Jika anak mampu belajar berbagai macam hal baik dari lingkungan, biasanya ia akan meniru apa yang diamatinya itu.

Nah dari beberapa tips diatas manakah tips yang paling mudah menurut bunda ??? Kalau menurut saya tips no 1, 2 dan 3 , adalah tips yang sangat mudah untuk dipraktekan, sedangkan tips no 4 gampang gampang susah ya bun,heee…heee …

Sedikit cerita ya bun, dulu waktu zahra lahir, saya sudah komitmen untuk memberikan Asi Ekslusif selama 6 bulan, walau ibu saya kadang suka bawel ,biasa ya bun orang tua jaman dulu mah bayi baru lahir udah dikasih makan, melahirkan saja cuma dibantu mbah dukun ( dukun beranak ) , nggak kayak sekarang zaman sudah modern segala fasilitas sudah siap tersedia ,tergantung kita tinggal pilih mau yang mana. Dulu waktu zahra masih bayi nggak pernah tidur pules, bentar – bentar  nanggis mungkin laper kali ya, kata mamah ma “dah disuapin aja pake pisang biar kenyang dan pules bobonya, gak nangis terus” tapi saya bilang, “gak lah mah, aku mau asi ekslusif 6 bln, kata bu bidan juga gitu gak boleh dikasih makan apa -apa dulu kecuali asi” Dan alhamdulillah sampai deh 6 bln , Akhirnya zahra lulus  Asi Eklusif. Alhamdulillah sekarang kakak zahra udah kelas 2 SD, dia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif.

Doa dan harapan saya adalah zahra menjadi anak yang sholehah berbakti kepada orang tua berguna bagi agama nusa dan bangsa, aminnn….

1 COMMENT