Berbagi Cerita Untuk Berani Berhijrah

0
1358

Assalamualaikum ukhti,

Saya mau berbagi cerita nih, kebetulan saya tinggal di Kesugihan, kota Cilacap. Kesugihan juga dikenal dengan sebutan “Kota Santri”, karena disini banyak sekali berdiri pondok pesantren,santri santrinya pun berdatangan dari seluruh penjuru kota indonesia. Oh… ya Bapak Presiden Joko Widodo juga sering berkunjung ke sini loh. Disini juga berdiri IAIG, banyak juga loh yang kuliah disini mereka mayoritas masyarakat sekitar dan juga luar kota. Untuk kuliah kedokteran dan kebidanan juga ada.

Melihat seorang muslimah memakai jilbab disini bukan hal yang asing lagi. Terutama disekitar pondok pesantren, hampir 98% warga disini memakai jilbab, itupun gak tanggung – tanggung kebanyakan dari mereka memakai jilbab syari. Adapula yang memakai cadar, dan berpakaian serba hitam.

Kebetulan waktu SMP saya masuk sekolah MTs , jadi untuk memakai jilbab bukanlah hal yang tabu. Saya sudah terbiasa memakai jilbab. Walau kadang sesampai dirumah jilbab langsung lepas.Untuk memakai jilbab juga dulu sukanya yang segiempat atau pashmina. Biasa anak muda sukanya pake jilbab dimodel model biar terlihat cantik dan berbeda.

Sejak SMA hingga sekarang saya sudah menikah, barulah saya paham dan mengerti apa arti jilbab. Ternyata memakai jilbab bukanlah sekedar menutup kepala , tetapi harus sesuai syariat islam. Dari sinilah saya mulai mengoleksi pakaian syari. Tantangan terberat adalah ketika berbergian naik motor.Tapi alhamdulillah dengan berjalannya waktu saya mulai terbiasa memakai gamis. Walau kadang masih suka pake celana panjang. Sampai saat ini saya masih belajar untuk mengenakan pakaian syari.

Terkadang….

“Dengan memakai hijab syar’i, seorang anakku dibully kawan-kawannya.

“Ah kamu sok suci aja!”.

Jawabannya singkat saja, “aku bukan sok suci, aku cuma mau menjaga kesucianku”

Semangat hijrah ukhti.

Berhijablah sepenuhnya. Karena dalam setiap perintah-Nya, pasti ada pesan cinta disana. Dia tak ingin nantinya kesucianmu merana.