Birrul Walidain, Makna dan Keutamaannya

1
73

Cerita tentang Salman Al Farisi dan ibunya hingga membuat Rasulullah SAW menangis tersedu, kembali mengingatkan pada kita pentingnya berbakti pada orangtua. Birrul walidain, Islam telah mengajarkan bahwa mentaati orangtua adalah wajib, selama tidak bermaksiat kepada Allah.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS Al Isra’: 24)

Imam Al Qurtubi berkata, “Termasuk durhaka kepada orangtua adalah menyelesihi/menentang keinginan mereka dari perkara-perkara yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi keinginan mereka.” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an Jilid 6: 238)

Para ulama sepakat bahwa hukum berbuat baik dan berbakti pada kedua orangtua adalah wajib. Sebagai anak, kita perlu ingat kembali, bahwa keridhaan Allah ada pada keridhaan orangtua, dan sebaliknya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Terkait dengan Birrul Walidain, berikut keutamaannya:

1. Amalan yang mulia

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a dia berkata: “ Saya bertanya pada Rasulullah SAW, apa amalan yang paling dicintai Allah SWT? Rasulullah SAW menjawab, “sholat tepat waktu.” Saya bertanya lagi, “kemudian apa?” Bersabda Rasulullah SAW, “berbuat baik pada orangtua.” “Lalu apalagi?” Tanya saya. “Berjihad di jalan Allah.” Jawab Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari – Muslim)

2. Menjadi sebab diampuni dosa

Allah SWT berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik pada ibu bapaknya…”, hingga di akhir ayat berikutnya yang berarti: “Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS. Al Ahqaf: 15-16)

3. Salah satu sebab masuknya seseorang ke surga

Surga di bawah telapak kaki ibu. Begitulah salah satu hadits dari Rasulullah SAW. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang itu merupakan salah satu orang yang celaka, apabila ia menjumpai salah satu atau kedua orangtuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga.

Dalam hadits tersebut menyiratkan bahwa banyak hal yang dapat kita lakukan untuk berbakti kepada orangtua, apalagi ketika usia mereka telah lanjut dan kita masih diberi kesempatan untuk berbakti kepadanya.

Yuk, ajari anak-anak kita untuk berbakti kepada orangtua dengan menempatkan diri kita sebagai contohnya. Kita bisa tunjukan kepada mereka cara berbakti pada ibu-bapak atau kakek – nenek si Kecil.

1 COMMENT