Bunda, 4 Makanan Ini Harus Dihindari Untuk Perkembangan Otak Anak

15
21715

You are what you eat!

Ayah dan Bunda, quote di atas mungkin bisa menjadi pengingat untuk memberikan makanan yang tepat untuk si Kecil. Tak hanya untuk mengenyangkan perut dan disukai si Kecil. Makanan yang diberikan untuk anak juga perlu dipertimbangkan nutrisinya. Agar mereka bisa tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, luar dan dalam.

Kadang kita lupa ada beberapa makanan yang kita pikir itu makanan itu tak berdampak buruk jika dikonsumsi anak-anak. Tapi kenyataannya, ada makanan yang bisa mengganggu perkembangan otak anak, bahkan berpotensi membuat si Kecil terlambat belajar.

Berikut 4 makanan yang menurut para ahli tidak dikonsumsi oleh anak:

  1. Makanan Kemasan

Makanan kemasan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi anak, seperti makanan ringan, mie instan, makanan kaleng, dsb. Selain makanan dalam kemasan, anak-anak juga perlu dihindarkan dari konsumsi makanan cepat saji.

Makanan jenis ini biasanya banyak mengandung MSG (monosodium glutamate). MSG biasanya digunakan untuk penyedap rasa makanan yang dapat menyebabkan perubahan perilaku, mood, memicu sakit kepala, dan juga hiperaktif. Ayah dan Bunda juga perlu menghindarkan anak konsumsi makanan setengah matang dan juga mentah.

  1. Makanan dengan kadar gula yang tinggi

Ayah dan Bunda, gula dapat menyebabkan si Kecil hiperaktif, obesitas, dan juga permasalahan pada gigi si Kecil. Beberapa makanan atau minuman tinggi gula antara lain: jus dalam kemasan, yoghurt, sereal, dan sebagainya.

Menurut Guru Besar Endokrin Anak FKUI-RSCM, anak-anak yang mengkonsumsi makanan tinggi gula dapat mengganggu kualitas tidur anak, mempengaruhi proses belajar, dan perkembangan emosi si Kecil.

  1. Makanan dengan pewarna

Banyak negara telah melarang penggunaan pewarna pada makanan karena bahan kimia ini dapat merusak kesehatan anak. Penggunaan pewarna pada makanan secara signifikan dapat menyebabkan perubahan perilaku.

Orangtua seringkali tidak menyadari penggunaan pewarna pada makanan yang dikonsumsi anak, karena penggunaannya yang tersamarkan. Misalnya digunakan pada yoghurt, roti, puding, dan sebagainya.

  1. Minuman bersoda/minuman dingin/minuman berkafein

Kafein ditemukan dalam cokelat, kopi, teh, minuman bersoda, dan juga obat-obatan medis. Anak-anak mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kafein yang bisa menyebabkan jantung berdebar, sakit kepala, hiperaktif, susah tidur, sakit perut, dan diare.

15 COMMENTS

    • Kadang suka dilema ya, Bun. Satu sisi itu yang disukai anak, sisi lain tidak sehat untuk mereka. Untuk mengubah kebiasaan si Kecil, bisa sedikit-sedikit dikurangi dan bertahap, Bun. Jika si Kecil sudah bisa diajak ngobrol, Bunda bisa mulai ngobrol dengan mereka dan kasih pengertian bahwa makanan yang dimakan tidak sehat dan bisa membuat sakit. Tunjukan bahwa Bunda sebenarnya tidak melarang apa yang mereka suka. Semoga si kecil berhasil mengurangi konsumsi makanan kemasan ya, Bunda

    • Wah si Kecil suka yang manis-manis ya, Bun? Sebenarnya tidak bermasalah jika tidak berlebihan. Tapi, kalau Bunda rasa sudah mulai berlebihan, sedikit-sedikit dikurangi porsinya untuk si Kecil secara bertahap. Misal, jika biasanya si Kecil bisa habis 4 wafer dalam sehari, besok kasih dia 3 bungkus saja. Jika si Kecil memang suka manis, ganti dengan buah-buahan yang lebih sehat karena tidak mengandung pemanis buatan atau tambahan gula bisa menjadi alternatif. Untuk lebih jelasnya bisa hubungi ahli gizi atau kunjungi klinik tumbuh kembang terdekat jika diperlukan ya, Bun. Semoga si Kecil selalu tumbuh sehat ya, Bun