Cara Atasi Bayi Rewel dan Demam Karena Tumbuh Gigi

3
278

Sebagaimana orang dewasa yang tumbuh gigi terakhirnya, ada yang merasakan sakit, meriang dan demam. Tapi ada pula yang tidak merasakan apa-apa. Begitu pun dengan Buah Hati Ayah dan Bunda. Sebagian dari mereka akan rewel bahkan demam, tapi sebagian yang lain tidak mengalami hal tersebut.

Sering kali demam dan rewel si Kecil tidak disadari oleh Bunda dan Ayah bahwa hal tersebut adalah tanda tumbuhnya gigi. Hingga 1-2 hari setelah gigi terlihat di gusi mereka, baru Bunda menyadarinya. Nah, berikut tips mengenali demam bayi yang disebabkan karena tumbuh gigi:

  • gusi terlihat bengkak, memar, atu kemerahan
  • mengeluarkan air liur yang tidak seperti biasanya
  • sering menggigit benda yang ada dipegang atau disekitar mulutnya
  • sering menangis di malam hari
  • nafsu makan menurun
  • menolak minum susu baik dari botol ataupun langsung dari Bunda

Beberapa dokter anak menerangkan bahwa demam yang terjadi pada anak ketika mereka tumbuh gigi dapat disebabkan paling tidak oleh dua hal. Pertama, adanya infeksi karena si Kecil yang beru tumbuh gigi sering menggigit dan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya. Kedua, gusi yang akan tumbuh gigi biasanya mengalami memar kemerahan atau bahkan pembengkakan. Inilah yang menyebabkan si Kecil terserang demam.

Cara atasi anak demam karena tumbuh gigi

Beberapa hal ini bisa Bunda lakukan untuk membantu mengatasi demam pada si Kecil karena tumbuh gigi:

  1. Jaga asupan makanan si Kecil

Biasanya si Kecil akan berkurang nafsu makannya karena merasa tidak nyaman dan sakit saat mengunyah makanan. Ia juga kadang tak mau minum ASI baik dari puting atau botol karena gusinya akan sakit saat menghisap minumnya.

Oleh sebab itu, cobalah untuk menjaga asupan makanannya. Jenis makanan yang lunak atau menghaluskan makanan terlebih dahulu bisa menjadi alternatif untuk diberikan pada si Kecil.

  1. Cobalah gunakan minyak bawang

Minyak bawang diyakini dapat meredakan demam pada anak yang tumbuh gigi. Caranya, siapkan bawang merah dan putih yang digeprek, campur dengan 2 sendok teh minyak goreng baru, dan minyak telon. Setelah semua bahan dicampur, remas remas menggunakan tangan agar tercampur. Balurkan minyak bawang tersebut ke badan si kecil termasuk kepala si kecil sambil dipijit-pijit secara lembut.

  1. Berikan mainan untuk gigitan (teether)

Teether dirancang untuk digigit bayi dan sesuai untuk digenggam bayi. Tentu ini tidak membahayakan bagi bayi jika telah disterilkan terlebih dulu sebelum diberikan pada bayi. Teether bisa mengatasi gusi yang gatal dan tidak nyaman karena akan tumbuh gigi. Beberapa jenis teether dapat didinginkan dalam lemari pendingin. Rasa dingin akan lebih membantu meringankan rasa gatal dan sakit pada gusinya. Namun, hindari mendinginkan teether dengan cara memasukkannya ke dalam freezer.

  1. Camilan sehat

Daripada memasukan benda-benda yangbelum tentu steril, pilih camilan sehat yang sebagai penggantinya. Camilan yang mudah digenggam si Kecil seperti potongan labu kukus atau potongan buah bisa diberikan pada si Kecil. Selalu dampingi saat si Kecil mengonsumsi makanan untuk menghindari resiko tersedak. Namun, hindari memberikan makanan yang mengandung gula tinggi seperti cokelat atau biskuit tinggi gula untuk menghindari kerusakan gigi di kemudian hari.

  1. Kasa dingin untuk mengusap gusi

Bunda bisa coba dengan mengusap gigi si Kecil menggunakan tangan yang telah dilapisi dengan kain kasa steril dan dingin. Tekanan yang lembut pada gusi bayi ini diharapkan dapat meringankan nyeri dan membuatnya lebih nyaman.

  1. Gosok gusi dengan sikat khusus

Saat ini dapat dengan mudah ditemui sikat khusus dan juga pasta gigi untuk  menjaga kesehatan dan kebersihan gusi si Kecil. Bunda bisa menggunakan sikat dan pasta gigi khusus ini untuk menghindari bakteri menempel terus pada gusi dan mengurangi peradangan pada gusi si Kecil.

Jika tidak disertai dengan gejala lain, Ayah dan Bunda tak perlu khawatir. Karena demam si Kecil akan segera menghilang setelah gigi barunya terlihat di permukaan gusi. Namun, jika demam tak kunjung turun selama 3 hari atau disertai dengan kejang atau muntah, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak yang biasa menangani si Kecil.

3 COMMENTS