Duh, Anak Usia 7 Tahun Bicara Cinta Dan Pacaran

3
179

Kids zaman now atau anak-anak yang terlahir pada generasi milenial sudah sangat berbeda dengan zaman orang tuanya. Pada usia 7 tahun, mungkin dahulu kita sedang bermain petak umpet atau lompat tali dengan teman – teman sebaya tak pandang lawan jenis.

Sementara itu, anak zaman sekarang lebih terbuka dengan adanya teknologi yang berkembang. Anak – anak pun baligh sangat cepat. Bahkan, pada usia 7 tahun anak milenial zaman sekarang sudah bicara tentang cinta dan pacaran.

Wah, lalu apa yang harus dilakukan orang tua menghadapi kenyataan anak – anak usia 7 tahun bicara tentang cinta pada lawan jenis? Tak perlu panik, berikut ulasannya:

Jangan bereaksi berlebihan

Usia 7 tahun bisa dikategorikan akan beranjak remaja. Bahkan, ada anak di usia ini yang tumbuh terlalu cepat secara emosional. Mereka mungkin terpengaruh dengan media dan tayangan yang sebelumnya belum boleh diakses oleh anak seumuran mereka.

Untuk menyikapinya, tidak perlu panik atau bereaksi berlebihan. Sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib radiyallahu’anhu mengatakan bahwa sebaiknya anak – anak dididik sesuai usia. 7 tahun pertama (0-7 tahun) jadikan mereka raja. 7 tahun kedua (7-14 tahun) jadikan mereka sebagai sahabat. Anak – anak yang lebih dekat dan akrab dengan orang tua akan lebih mudah berbagi apa saja termasuk urusan cinta pada lawan jenis.

Dukung anak untuk mengikuti kegiatan yang positif

Usia pelajar atau sekolah, sebaiknya dipakai untuk meraih prestasi dan belajar semaksimal mungkin. Bukan untuk berlarut – larut dalam urusan asmara. Ingatkan pada anak bahwa semua hal bergantung pada niat. Jika ia berniat untuk belajar mendapatkan ilmu maka ia harus sungguh – sungguh menjalaninya. Sebaliknya, jika ia hanya berniat mencari jodoh atau berpacaran, lebih baik ia menikah muda dan mempersiapkan dirinya menjadi orang tua yang shalih.

Pada dasarnya, cinta memang fitrah manusia. Remaja atau anak usia 7 tahun bisa saja terjalin “cinta monyet”, tetapi orang tua yang seharusnya mengarahkan anak kepada hal lain agar tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak syar’i.

Semoga anak – anak menjadi generasi penerus Islam yang membanggakan keluarga dan agamanya. Bisa jadi, dorongan seksual anak hanyalah tipu daya syaitan yang terus mengganggu dan menggoda manusia agar terjerumus pada dosa dan khilaf.

Panjatkan doa – doa terbaik untuk anak – anak kita agar menjadi anak yang shalih.

3 COMMENTS