Hati-Hati, Melewatkan Sarapan Anak Bisa Kekurangan Gizi!

8
314

Hai Ayah Bunda! Banyak orangtua mengeluhkan bahwa anak mereka sering makan, tapi kok kenapa badannya tetap kurus kering dan tubuhnya mudah lemah. Sering sakit-sakitan dan kurang nafsu makan. Harap berhati-hati, karena inilah salah satu diantara beberapa indikasi anak kita sedang mengalami kekurangan gizi.

Apa sebabnya? Tahukah Ayah Bunda bahwa anak bisa kekurangan gizi apabila sarapannya tidak teratur.

Baru-baru ini Kings College London Inggris mengumumkan hasil penelitian bahwa, anak-anak yang sarapannya tidak teratur akan berakibat kekurangan nutrisi zat besi, kalsium, yodium dan folat alias kekurangan gizi. Berbeda dengan anak-anak yang rutin sarapan pagi, nutrisi mereka tercukupi.

“Rata-rata anak-anak yang terbiasa melakukan sarapan akan memenuhi asupan nutrisi mereka, dibandingkan dengan yang tidak melakukan sarapan,” kata Peneliti Gerfa Pot dan Janine Coulthard, dikutip dari Reuters, Minggu 27 Agustus 2017.

Penelitian ini melibatkan sekitar 1.700 anak-anak berusia 4 hingga 18 tahun. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa lebih dari 30 persen anak-anak yang melewatkan sarapan tidak mendapatkan zat besi yang cukup saat di siang hari. Lalu 20 persen lainnya mengalami rendah kalsium dan yodium. Sekitar 7 persen lainnya mengalami rendah folat. Ini berbanding terbalik dengan anak-anak yang rutin sarapan.

Nah, hasil penelitian ini memberikan informasi penting kepada para Ayah Bunda bahwa sarapan dapat memberikan dampak penting dalam memastikan konsumsi nutrisi bagi anak. Apabila konsumsi nutrisi mereka lengkap, maka anak kita akan jauh dari ancaman kekurangan gizi dan tubuh yang tidak sehat.

Ingat! Imun anak berbeda dengan orang dewasa seperti kita. Mau sarapan atau tidak itu tidak memberikan pengaruh banyak bagi tubuh. Tapi, bagi anak sarapan adalah hak mereka dan kewajiban orangtua untuk selalu memberikannya setiap pagi menjelang.

 

 

8 COMMENTS