Ini Dia 5 Tips Bermain Aman di Taman Bermain

2
124

Tak bisa dipungkiri kalau di zaman now ini, kebanyakan anak sudah jarang bermain di taman bermain. Sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk bermain game menggunakan gadget. Sebenarnya beberapa game dari gadget memang bisa bermanfaat untuk perkembangan anak, namun hal ini tetap kurang baik kalau porsinya terlalu banyak. Selain jarang bergerak, sosialisasi anak dengan teman sebayanya jadi berkurang.

Nah supaya anak tetap aktif bergerak dan bersosialisasi, bawalah ia bermain di taman bermain, entah itu di dekat rumah atau mall.  Dan untuk meminimalisir risiko cedera dan hal-hal tak diinginkan lainnya, coba terapkan beberapa tips bermain aman di taman bermain berikut:

1. Luangkan waktu untuk menemani anak bermain

Jika usia anak masih kecil, orangtua atau orang dewasa lain yang dapat dipercaya harus mengawasinya ketika bermain. Pengawasan ini tak hanya menghindarkan si kecil dari cedera fisik saja, namun juga dari orang-orang yang berniat jahat. Sebelum membawa si kecil ke playground tertentu, periksa lokasinya lebih dulu. Pastikan kalau areanya didesain sehingga memudahkan Anda untuk mengawasi si kecil.

2. Layakkah taman bermainnya?

Tak semua taman bermain dibangun sesuai standar keamanan. Jadi coba amati apakah lahan pijakannya terbuat dari aspal keras dan sejenisnya, ataukah tanah, rumput, maupun lahan alami lainnya. Sebenarnya dibandingkan aspal, tentulah tanah dan rumput lebih aman, namun ketika musim hujan tiba, permukaan lahan alami seperti inipun juga bisa memperbesar risiko anak jatuh. Karenanya pilihlah lokasi yang lahannya dilapisi kayu, jerami, pasir, batu kerikil, atau karet karena bahan ini lebih aman.

Area bermain tersebut sebaiknya juga jauh dari kolam air atau sejenisnya, puing-puing, bebatuan, tunggul atau akar pohon. Di sekitar sana seharusnya juga tak ada pecahan kaca, paku, kawat, atau benda sejenis yang berisiko melukai anak.

Di samping itu, amati juga wahananya apakah ada yang rusak dan membahayakan, ataukah semuanya masih dalam kondisi baik? Adakah binatang yang berisiko mengganggu seperti tawon, kucing, atau serangga lainnya.

3. Ajaklah anak bermain di wahana yang sesuai usianya

Wahana bermain biasanya dibagi menjadi 3 grup, untuk anak usia di bawah 2 tahun, 2-5 tahun, dan 5-12 tahun. Demi alasan keselamatan, anak yang usianya masih TK tidak disarankan bermain di taman bermain yang diperuntukkan untuk anak SD, begitupun sebaliknya.

4. Ajarkan ia tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat bermain

Kalau semua peralatannya sudah aman, maka sekarang saatnya mengajarkan anak tentang apa yang boleh dan tidak ketika sedang bermain. Contoh saat melompat, mereka harus mendarat dengan kedua lutut ditekuk sedikit. Anda juga perlu melarang mereka menggunakan wahana yang basah karena berisiko licin, dan seterusnya. Ajarkan pula pada mereka bagaimana menggunakan sebuah wahana permainan dengan benar.

5. Sediakan perlengkapan sebelum bermain

Terakhir, berikan perlengkapan yang dibutuhkan seperti helm untuk naik sepeda, sepatu ket kalau ia aktif bergerak, pakaian yang nyaman, air minum, dan lain-lain.

http://kidshealth.org/en/parents/playground.html#