Belajar dari Kasus Bayi Debora: Tips Memilih Rumah Sakit Untuk Anak

3
295

Kasus bayi Debora, bayi usia 4 bulan yang meninggal karena diduga layanan sebuah rumah sakit yang kurang mengutamakan keselamatan pasien tentu menjadi pelajaran bagi kita semua. Akses kesehatan tentu merupakan kebutuhan hajat hidup penting bagi masyarakat. Lebih-lebih untuk bayi yang belum bisa mengeluhkan apa yang mereka rasakan.  Bunda dan Ayah tentu harus siaga dalam keadaan darurat.

Nah, berikut beberapa tips bagi orangtua untuk memilih rumah sakit yang tepat bagi si Kecil:

  1. Rekomendasi teman

Bunda dan Ayah sebaiknya punya daftar nama rumah sakit yang direkomendasikan oleh rekan, kerabat, atau hasil browsing. Ini bisa dibuat bahkan beberapa bulan saat si Kecil belum lahir. Hal ini juga bisa menjadi rumah sakit pilihan tempat Bunda bersalin sekaligus jika orangtua atau si Kecil perlu penanganan medis lainnya.

  1. Lokasi strategis

Pasti Bunda mempunya banyak daftar nama rumah sakit hasil rekomendasi dari beberapa teman, kerabat, atau hasil browsing. Urutkan daftar tersebut dari lokasi yang terdekat dengan tempat tinggal. Lokasi strategis akan mempermudah Ayah dan Bunda ketika si Kecil butuh penanganan darurat.

  1. Dokter anak yang siaga 24 jam

Selain lokasi yang strategis, cari tahu apakah rumah sakit tersebut menyediakan dokter spesialis anak selama 24 jam. Misal rumah sakit ini adalah tempat praktik dokter langganan anak atau yang menanganinya waktu lahir, ini tentu lebih baik. Karena anak akan ditangani oleh dokter yang biasa menangani dan tahu rekam medis si Kecil.

Tentu dokter spesialis anak langganan si Kecil tidak akan ada di rumah sakit tersebut selama 24 jam. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui bahwa rumah sakit tersebut menyediakan layanan dokter jaga yang tentu saja juga merupakan spesialis anak yang siaga 24 jam.

  1. Faktor biaya

Faktor biaya tentu penting menjadi pertimbangan bagi orangtua. Cari info di rumah sakit tersebut berapa kira-kira biaya yang harus dikeluarkan jika untuk tindakan darurat atau bila harus rawat inap. Seperti biaya kamar per malam, biaya obat-obatan, jasa dokter, dan sebagainya.

  1. Kemudahan akses asuransi

Hampir setiap orang saat ini menggunakan asuransi kesehatan, baik oleh perusahaan asuransi swatsa maupun pemerintah (misal BPJS). Nah, penting bagi orangtua untuk mengetahui apakah rumah sakit pilihan orangtua telah tergabung dan mempermudah pasien yang biaya pengobatannya ditanggung oleh pihak asuransi atau tidak.

  1. Keramahan dan kesabaran para staf rumah sakit

Keramahan dan kesabaran para staf rumah sakit adalah faktor yang penting dan tidak penting. Faktor penting jika hal ini menyangkut dengan keterbukaan informasi untuk para pasien. Staf yang tidak ramah akan membuat orangtua kebingungan mendapatkan informasi yang lengkap dan detail terkait dengan kondisi si Kecil.

Namun, jika pasien tetap mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sesuai serta kemudahan informasi bagi orangtua, faktor ini bisa menjadi pertimbangan akhir bagi orangtua dalam memilih rumah sakit tersebut.

  1. Fasilitas layanan rumah sakit

Lengkap tidaknya fasilitas bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi orangtua dalam memilih rumah sakit. Fasilitas lengkap yang mendukung bagi kondisi pasien baik si Kecil maupun si Bunda dan Ayah akan mempermudah Anda dalam keadaan darurat.  Ini juga termasuk fasilitas layanan administrasi yang mempermudah bagi pasien dan keluarganya.

  1. Peralatan dan bantuan yang memadai

Tak mudah memang memilihkan rumah sakit yang pas bagi si Kecil. Salah satunya terkait dengan peralatan rumah sakit. Jika peralatan lengkap tentu dalam keadaan darurat, penanganan untuk pasien pun tidak terhambat oleh hal ini. Hal lain, jika memang peralatan rumah sakit kurang mendukung, akses rumah sakit tersebut dengan mitra rumah sakit yang lain tentu sangat penting.

  1. Dokter yang komunikatif

Setiap dokter tentu bermacam-macam pola komunikasinya dengan pasien. Ada dokter yang hanya memeriksa pasien, memberikan resep, lalu selesai. Ada juga dokter yang hanya berbicara dan memberikan tips serta saran untuk kondisi pasien jika ditanya. Namun, ada dokter yang akan berbicara dan memberikan berbagai informasi dengan detail pada setiap pasiennya. Tentu tipe dokter yang terakhir ini cocok menjadi dokter bagi si Kecil. Pilihlah dokter spesialis anak yang memang informatif terhadap hal-hal yang menyangkut kondisi si Kecil.

  1. Cek ISO dan standar KARS

Banyak yang beranggapan rumah sakit swasta memiliki pelayanan yang bagus dan fasilitas yang lebih lengkap dari rumah sakit pemerintah. Padahal belum tentu. Karena saat ini banyak rumah sakit pemerintah yang telah sesuai standar nasional dalam hal pelayanan dan fasilitas yang dimiliki. Banyak rumah sakit pemerintah di kota-kota besar yang telah mengantongi sertifikat ISO dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan).

3 COMMENTS