Kenali Penyebab Kanker Payudara, Perempuan Harus Tahu

4
383
kanker payudara

Oktober menjadi bulan peduli kanker payudara (breast cancer awareness) Internasional. Hal ini dikarenakan kanker payudara menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi khususnya bagi perempuan. Bahkan di Indonesia, kanker payudara menjadi pembunuh nomor 1 bagi perempuan.

Selain karena kesadaran masyarakat akan penyakit ini cukup rendah, sebagian besar masyarakat masih menganggap tabu membicarakan tentang payudara saat obrolan bersama. Tak hanya perempuan, laki-laki juga sebenarnya beresiko terhadap kanker ini meskipun kasusnya sangat langka.

Survey yang dilakukan oleh salah satu yayasan peduli kanker di Jakarta, Lovepink menemukan bahwa 80% pasien kanker yang menyerang kelenjar payudara di Jakarta baru memeriksakan diri ke dokter ketika telah memasuki stadium lanjut. Penemuan lain dari hasil survei ini juga menyebutkan sekitar 80% perempuan telah mengetahui seperti apa gejala kanker ini, namun mereka tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau pemeriksaan payudara klinis.

Di negara-negara maju, kasus kanker payudara meningkat dari tahun ke tahun. WHO memprediksi bahwa pada 2020 mendatang, kasus kanker payudara jumlahnya akan mengalami peningkatan besar.

Kenali penyebabnya

Penyebab kanker payudara belum dapat diketahui secara pasti. Hanya saja ada hal-hal seperti di bawah ini yang bisa meningkatkan resiko kanker yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Faktor genetik

Resiko kanker ini meningkat ketika kita memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat kanker juga. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa penyakit kanker payudara mempunyai hubungan dengan gen tertentu.

  • Riwayat tumor

Jika kita pernah mengidap tumor sebelumnya, baik di bagian payudara atau selainnya, resiko terserang kanker payudara semakin meningkat. Karena sel-sel tumor yang telah menjangkit tubuh kita sebelumnya dapat menyebar ke tempat lain dan tumbuh menjadi jaringan tumor. Benjolan tumor ini dapat berubah menjadi kanker pada payudara apabila tidak segera diobati.

  • Faktor reproduksi

Perempuan yang mulai haid terlalu muda yaitu di bawah usia 12 tahun, beresiko tinggi terkena kanker payudara. Rentang waktu antara haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Karena pada saat ini, payudara mengalami perubahan secara anatomi dan fungsional yang lebih rentan terkena kanker payudara.

Menopause di atas usia 50 tahun juga memiliki resiko yang tinggi mengidap kanker ini. Semakin bertambahnya usia, semakin bertambah juga risiko terkena kanker payudara.

  • Sering terkena radiasi

Radiasi gelombang elektromagnetik dari suatu benda seperti gelombang radio, cahaya inframerah, sinar ultraviolet, dan sinar X dapat diserap oleh tubuh dan mengganggu sistem biologi pada tubuh manusia. Ini salah satunya dapat menyebabkan penyakit kanker jenis ini.

  • Melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun

Perempuan yang melahirkan dan menyusui anak pertamanya di atas usia 30 tahun beresiko lebih tinggi terkena kanker ini dibanding yang dibawahnya. Hal ini salah satunya karena hormon estrogen yang menjadi penyebab tumbuhnya kanker pada payudara. Saat perempuan melahirkan produksi hormon estrogen berhenti dan terganti dengan hormon laktasi.

  • Kegemukan

Penderita obesitas sangat rentan terhadap berbagai penyakit, salah satunya seperti kanker pada payudara ini. Lemak yang terlalu berlebih dan menumpuk pada bagian kelenjar payudara dapat menjadi salah satu faktor penting penyebab kanker payudara. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kandungan lemak berhubungan dengan resiko kanker payudara pada perempuan usia 34 hingga 59 tahun.

  • Gaya hidup yang tidak sehat

Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, tinggi garam, dengan pewarna dan pemanis buatan serta bahan pengawet dicurigai menjadi salah satu penyebab kanker, termasuk kanker payudara. Hal lain seperti konsumsi alkohol dan merokok dapat menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker pada payudara. Selain itu stress juga dapat meningkatkan resiko tumbuhnya sel-sela kanker speerti kanker payudara ini.

  • Terapi hormonal dalam jangka panjang

Harvard Scholl of Public Health mengemukakan bahwa terapi hormon estrogen dapat meningkatkan resiko penyakit kanker payudara. Penelitian lain menyebutkan bahwa perempuan yang menggunakan obat kontrasepsi oral memiliki risiko kanker payudara pada usia menopause.