Kisah Bilal Bin Rabah, Muadzin Pertama dengan Keteguhan Iman

1
128

Ketika nama Bilal bin Rabah, sebagian besar dari kita tentu pernah mendengar namanya ada dalam deretan sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Apalagi ketika beberapa waktu lalu, film animasi Bilal diproduksi oleh salah satu rumah produksi Dubai. Terlepas dari kontroversialnya tentang film tersebut, kisah Bilal bin Rabah patut kita ketahui. Kita pun bisa membacakan kisah ini untuk para anak-anak kita.

Memang, Bilal bin Rabah tak asing lagi di telinga kita. Apalagi jika mengingat keteguhan hati Bilal dan kisahnya yang dibebaskan sebagai budak dan menjadi muadzin pertama dalam Islam. Ia adalah salah satu sahabat yang pertama memeluk Islam disaat banyak kecaman dan ancaman datang ke Rasulullah dan umatnya. Namun, Bilal mempunyai keteguhan aqidah yang tidak diragukan lagi dalam mempertahankan Islam dalam hidupnya.

Bilal yang berkulit hitam, lahir dari rahim ibu bernama Hamamah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayah Bilal meninggal ketika ia masih kecil. Ia pun dibesarkan oleh keluarga dari bani Abduddar di kota Mekah sebagai budak. Saat ayahnya meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting dari kaum kafir.

Ia terbebas dari perbudakannya, ketika suatu hari ia disiksa oleh majikannya. Umayah menyiksa dan menjemur Bilal di tengah gurun pasir selama berhari-hari. Di perutnya diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Umayyah bin Khalaf terus menerus menyiksanya dan memaksa Bilal meninggalkan agamanya. Agama yang dibawa Rasulullah SAW.

Namun, Bilal tetap menolak dengan mengatakan, “Ahad, Ahad” yang menunjukan tentang ke-Esaan Allah SWT.  Hingga Abu Bakar Ash Shidiq memerdekannya. Setelah merdeka, Bilal mengabdikan diri pada Rasulullah SAW dan Allah SWT. Kemanapun Rasullulah SAW pergi, Bilal menyertainya.

Suara langkah kaki Bilal di surga

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah mendengar langkah kaki Bilal dari surga. Padahal saat itu, Bilal masih sehat wal afiat di dunia. Rasulullah SAW kemudian bertanya pada Bilal,

“Katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan selama ini? Karena sesungguhnya Aku mendengar hentakan sandalmu di surga.”

Bilal menjawab bahwa selama ini ia selalu menjaga wudhu-nya sepanjang hari. “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut,” jawab Bilal.

Karena amalan inilah, konsistensi Bilal dalam menjaga kesuciannya menjadikan Bilal istimewa di hadapan Allah SWT hingga surga pun telah punya tempat untuk Bilal nantinya.

Adzan pertama di Mekah dari suara Bilal yang merdu

Saat Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, Bilal pun turut serta. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah SAW mensyariatkan adzan. Beliau menunjuk Bilal sebagai muadzin karena suaranya yang merdu.

Ketika penaklukan Kota Mekah (Fathu Makkah), Rasulullah SAW bersama Bilal berjalan di depan pasukan muslim. Ribuan orang termasuk para mualaf dari kaum kafir Quraisy berkumpul di sekitar Ka’bah. Tak lama kemudian, waktu dzuhur pun tiba. Rasulullah SAW memanggil Bilal agar naik ke atap Ka’bah untuk mengumandangkan adzan.

Inilah kali pertama adzan berkumandang di Makkah dengan suara merdu dari Bilal bin Rabah. Pemuda yang mempunya keteguhan iman yang luar biasa.

1 COMMENT