Kisah Inspiratif Nabi Nuh dan Kapal Raksasa

2
349

Kali ini, saya akan membagikan kisah inspiratif tentang Nabi Nuh a.s. Semoga Ayah dan Bunda bisa membacakannya untuk si Kecil, para Sahabat Hafiz, atau mengajak mereka untuk membaca bersama kisah ini.

Nabi Nuh a.s merupakan keturunan kesembilan Nabi Adam a.s. Di antara riwayat nabi–nabi, hanya Nabi Nuh a.s yang melakukan dakwah hingga 950 tahun. Meski berusia panjang, tetapi kesabaran Nabi Nuh a.s sangat diuji oleh kaumnya yang durhaka.

Nabi Nuh a.s berdakwah di kota Armenia. Penduduk kota itu sangat durhaka dan tidak mau menyembah Alloh SWT. Mereka menjadikan patung–patung sebagai sesembahan.

Nabi Nuh a.s berkata:” Wahai saudaraku penduduk Armenia. Jangan berbuat syirik. Sembahlah Alloh!”

Penduduk Armenia menganggap seruan Nabi Nuh a.s hanya angin lalu. Mereka terus menyembah patung hingga turun-temurun.

Hingga mencapai usia 950 tahun. Nabi Nuh a.s kemudian berdoa,” Sekian ratus tahun aku berdakwah, tak lebih dari 100 orang yang mau beriman. “ keluh Nabi Nuh a.s.

“Ya Alloh, binasakanlah orang-orang kafir itu. Jangan biarkan seorang pun hidup. Sebab mereka akan terus menyesatkan hamba-hamba-Mu yang shaleh. Mereka juga akan melahirkan anak-anak sesat seperti mereka.”

Alloh SWT pun mengabulkan permohonan Nabi Nuh a.s.  dengan mengutus Malaikat Jibril menyampaikan wahyu.

Jibril pun berkata, “Benih dari surga ini akan menjadi pohon yang besar. Tanamlah dan jadikan bahan-bahan kayu untuk membuat perahu besar dari pohon itu.”

Nabi Nuh a.s segera melaksanakan perintah Alloh SWT itu. Ia menanam benih itu dan tak lama benihnya tumbuh menjadi pohon yang sangat besar.

Setelah menebang dan mengumpulkan kayu, Nabi Nuh a.s membuat perahu yang sangat besar hingga sebesar gunung. Penduduk Armenia sangat heran dengan tingkah Nabi Nuh a.s dan menganggap beliau adalah seorang yang lupa alias gila.

“haha.. hahaha… Nuh, kau mau melaut kemana? Bikin perahu di atas bukit.. Hahaha… haha.. “ ejek penduduk Armenia.

Nabi Nuh a.s hanya bisa menangis dan sakit hati dengan cemoohan kaumnya itu. Beliau hanya berusaha sabar dan mengingat bahwa ini adalah perintah Alloh.

Setelah perahunya rampung. Nabi Nuh a.s diperintahkan oleh Alloh naik ke atas perahu dengan berbagai jenis hewan yang sepasang jantan dan betinanya.

Setelah di atas perahu, sontak langit tiba – tiba mendung. Awan-awan hitam berkumpul disertai petir yang berkilat – kilat menandakan akan datang hujan yang bergemuruh.

Benar saja, tak lama kemudian, turunlah hujan yang sangat lebat disertai banjir dahsyat yang menghancurkan seluruh negeri.

Hingga menggenangi sebagian besar bumi. Air semakin tinggi seperti tsunami yang menggulung seluruh daratan. Beberapa penduduk naik ke atas bukit untuk menyelamatkan diri. Salah satunya adalah Kan’an, putra Nabi Nuh a.s.

Sayangnya, putra Nabi Nuh a.s ikut tergulung ombak yang bergunung – gunung. Pengikut Nabi Nuh a.s yang naik perahu selamat dan mereka mengucapkan takbir.

“Allohuakbar… Allohuakbarr… “ seru Nabi Nuh a.s dan pengikutnya.

Mereka yang naik ke atas perahu selamat dan mendarat di sebuah daratan baru dan hidup bahagia di sana.

 

2 COMMENTS