Kisah Musa dan Khidir dalam Surah Al Kahfi (Bagian 2)

0
145
Lanjutan dari cerita Bagian 1 
Perjalanan Musa dan Khidir

Setelah Musa menyepakati persyaratan dari Khidir, mereka berjalan di tepi laut. Khidir menghampiri sebuah kapal dan bernegosiasi agar mereka mau mengangkut serta Musa dan Khidir. Setelah kapal berlabuh dan ditinggalkan para pemiliknya untuk beristirahat, Musa melihat Khidir melubangi kapal dan mencabut papan demi papan dari kapal tersebut.

Dengan keheranan Musa pun bertanya tentang apa maksud dari yang dilakukan oleh Khidir. Padahal, pemilik kapal sudah berbaik hati mau mengangkut mereka tanpa imbalan. Khidir mengisyaratkan bahwa apa yang Musa tanyakan melanggar persyaratan di awal.

Dengan tetap sepakat bahwa Musa harus bersabar, mereka melanjutkan perjalanan. Sampailah mereka di sebuah kebun. Saat melihat seorang anak, Khidir membunuh anak tersebut. Musa tersentak dan bertanya, “Kenapa engkau membunuh jiwa yang suci itu? Bukankah dia tak membunuh orang lain?”

Khidir mengingatkan lagi tentang kesabaran sebagai syarat agar Musa tetap bisa mengikutinya. Musa pun meminta maaf dan berjanji akan lebih bersabar. Ketika mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di sebuah perkampungan, Khidir meminta penduduk kampung itu menjamunya dan Musa. Tapi, mereka menolak.

Khidir pun mengajak Musa untuk berlalu. Kemudian mereka melihat sebuah gubuk yang telah reyot. Khidir pun memperbaiki dinding-dinding pada rumah tersebut. Melihat hal tersebut, Musa pun berkata bahwa Khidir bisa meminta bayaran dari apa yang telah dikerjakannya.

Mendengar hal tersebut, Khidir mengungkapkan bahwa Musa tak bisa lagi mengikutinya karena telah melanggar kesepakatan mereka di awal. Kemudian Khidir pun member jawaban dari 3 kasus yang ditemuinya bersama Musa.

Pelajaran dari Khidir kepada Musa

Pertama, tentang kapal yang dilubangi oleh Khidir. Khidir menjelaskan bahwa pemilik kapal adalah nelayan-nelayan miskin. Jika mereka melanjutkan perjalanan laut, mereka akan bertemu dengan para perompak laut yang siap merampas kapal mereka. Khidir tak mau hal ini terjadi, maka ia pun melubangi kapal mereka.

Kasus kedua, ketika Khidir membunuh seorang anak yang diketahui Musa tidak bersalah apapun. Khidir menjelaskan bahwa anak tersebut adalah kafir sedangkan kedua orang tuanya mukmin. Beliau khawatir bahwa anak tersebut akan membawanya dalam kesesatan dan kekafiran.

Akhirnya, Khidir membunuh anak tersebut dan berdoa sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang kepada ibu bapaknya.

Sedangkan, rumah yang diperbaiki oleh Khidir merupakan milik 2 orang anak yatim di kota itu dan ayah mereka adalah seorang yang sholih. Di mana di bawah rumah tersebut tersimpan harta bagi mereka berdua. Khidir menjelaskan bahwa apa yang diperbuatnya berdasarkan petunjuk dari Allah SWT, bukan atas dasar kemauannya sendiri.

“Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.” (QS. Al Kahfi: 82)