Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Tua yang Buta

3
85

Suatu hari di sudut kota Madinah hidup seorang pengemis tua, ia tidak bisa melihat, baju yang dipakainya pun sangat lusuh dan kotor. Jari – jarinya keriput dan kukunya hitam. Setiap hari ia selalu duduk di tempat yang sama, ia biasa duduk di pinggir jalan sambil menengadahkan tangan. Tidak ada yang bisa dilakukan pengemis tua itu kecuali meminta – minta kepada orang – orang yang lewat.

Pengemis tua ini sangat membenci Nabi Muhammad. Padahal pengemis itu sama sekali belum pernah bertemu dengan Nabi. Tetapi karena kebenciannya akan dakwah Nabi Muhammad, setiap hari ia selalu berteriak – teriak menghina Nabi Muhammad SAW.

“Wahai penduduk Madinah! Jangan kalian dekati Muhammad! Dia itu tidak waras, pembohong dan tukang sihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya!” Teriak Pengemis itu pada orang – orang yang lewat. Pengemis tua itu tetap berteriak, walaupun tiada yang pernah memedulikannya.

Lalu, datang seorang laki –laki bertubuh tegap, dengan lemah lembut laki – laki ini memberi pengemis tua itu makan. Tanpa berkata sepatah kata pun laki – laki ini menyuapi pengemis tua itu dengan sabar.  Setiap pagi laki  laki ini selalu datang dan menyuapinya. Laki – laki baik hati ini tidak pernah berbicara pada pengemis itu, ia hanya datang dan memberinya makan, lalu pergi. Begitu laki – laki itu lakukan setiap hari.

Sampai pada suatu hari, laki – laki yang biasa memberinya makan tidak pernah datang lagi. Pengemis tua itu terus menunggu laki –laki itu. Pengemis tua pun bertanya – tanya dalam hati kemana laki – laki itu, karena sudah lama sekali tidak pernah mendatanginya.

Suatu hari Pengemis tua itu didatangi oleh seorang laki – laki. Laki – laki itu memberinya makan dan juga menyuapinya. Namun Pengemis tua itu merasakan sesuatu yang berbeda. Cara menyuapinya sangat berbeda, tangannya pun terasa berbeda. Ia merasa laki – laki ini bukanlah laki – laki yang biasa mendatanginya.

“Siapa kau? Kau bukanlah orang yang biasa mendatangiku!” seru Pengemis Tua sambil menepis tangan laki – laki yang datang itu.

“Aku adalah orang yang biasa,” jawab laki – laki itu.

“Bukan! Kau berbohong! Kau bukanlah orang yang biasa memberiku makan,” teriak Pengemis Tua.

“Aku adalah orang yang biasa,” jawab laki – laki itu sambil meyakinkan Pengemis tua itu.

“Kau bukanlah orang yang biasa, karena dengannya aku tidak perlu susah payah memegang, mulut ini pun tidak sulit mengunyah,” kata Pengemis Tua sambil memegang tangannya sendiri.

“Baiklah, sebenarnya aku memang bukan laki – laki yang biasa mendatangimu. Aku adalah Abu Bakar sahahabatnya. Laki – laki baik itu kini telah meninggal dunia. Dia adalah orang yang setiap hari kau hina, dia adalah Nabi Muhammad,” jawab Abu Bakar sambil menangis.

Pengemis tua itu pun tidak bisa menahan air matanya, ia menangis. Pengemis tua merasa malu sekali dan menyesali perbuatannya. Selama hidupnya ia selalu menghina Nabi Muhammad namun Nabi Muhammad selalu berbuat baik padanya. Kini Pengemis tua itu hanya bisa menangis, menyesali perbuatannya pada Nabi Muhammad.

3 COMMENTS

  1. Yaa Nabii Salam ‘Alaika, Sholawatullaah ‘Alaika…
    Tidak pernah bosan mendengarkan kisah tentang mulianya akhlaq Rosulullaah Saw. dan kisah tentang Rosulullaah Saw dgn pengemis tua Yahudi ini selalu membuat air mata menetes haru dan rindu akan sosok Rosulullaah Saw. Meski telah beratus kali saya dengar kisah ini, namun setiap kali mendengarnya kembali selalu muncul rasa yg sama saat pertama kali mendengarnya. Haru biru juga rindu pada sang kekasih qolbu. Allaahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad.