Memberikan Kopi pada Bayi Untuk Mencegah Kejang, Mitos atau Fakta?

6
874

Kopi dipercaya oleh masyarakat luas dapat mengobati atau mencegah kejang (step) pada bayi. Tak jarang melihat seorang kakek minum kopi, lalu ia memberikan sesendok dua sendok kopi hangat untuk si Kecil. Jika dilihat dari efek kopi yang mengandung kafein untuk orang dewasa memang dapat merangsang kinerja sel syaraf.

Namun, apakah benar bahwa kopi dapat mencegah atau bahkan mengobati kejang pada si Kecil?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mendukung asumsi bahwa kopi dapat mengobati atau mencegah bayi kejang-kejang. Hal ini juga dipaparkan oleh dr Rifa, Sp.A. dan juga beberapa dokter lainnya.

Kejang merupakan kondisi yang terjadi akibat pelepasan muatan listrik yang disebabkan karena demam yang cukup tinggi. kejang terdiri dari dua macam yaitu kejang sederhana dan kejang kompleks. kejang sederhana hanya terjadi 1 kali dalam 1 periode demam. Kejang ini bisa berulang kembali ketika si Kecil kembali menderita demam. Sedangkan demam kompleks lebih dari 1 kali kejang saat kondisi demam.

Beberapa orangtua sesekali memberikan kopi dengan harapan saat si Kecil demam, ia terhindar dari kejang. Padahal perlu diingat bahwa kopi mengandung kafein yang bisa membahayakan si Kecil meskipun hanya diberikan sesekali dan hanya 1 atau 2 sendok. Untuk orang dewasa, kadang kopi dapat membuat jantung berdebar, pusing, dan diare.

Apalagi jika minuman ini diberikan untuk si Kecil yang sistem pencernaannya belum sekuat orang dewasa. Menurut dr Anita dari klikdokter.com, pemberian kopi dengan kafein yang tinggi dapat membuat lambung si kecil luka dan merusak pembuluh darah pada jantung.

Beberapa yang lain memberikan sesendok kopi pada saat anak sedang mengalami kejang. dr Rifai Sp.A mengatakan hal ini sangat berbahaya karena pada saat kejang, proses menelan si Kecil terganggu. Jika orangtua tetap menyuapkan kopi ke anak, dikhawatirkan tidak akan masuk ke lampung tetapi akan masuk ke paru-paru. Ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada paru-paru.

Perawatan saat anak demam

  1. Mencegah suhu tubuh meningkat

Konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis adalah yang terbaik. Jika panas anak tidak terlalu tinggi, hindari pemberian obat-obatan untuk anak. Namun, jika panas tubuhnya telah mencapai 39 derajat celcius ke atas, obat penurun demam akan membantu menurunkan suhu tubuhnya.

Teknik ‘Skin to skin contact’ dengan cara meletakkan bayi pada dada Bunda atau Ayah, masing-masing tanpa mengenakan pakaian sehingga kulit bayi dapat bersentuhan dengan kulit Bunda atau Ayah. Ini akan membantu menurunkan suhu tubuh anak dan membuat si Kecil nyaman.

  1. Beri minum yang cukup

Saat panas tubuh menguap, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Terkadang karena kondisi demam, si Kecil tidak akan merasa kehausan. namun kondisi ini justru membuat si Kecil rentan dehidrasi. Oleh sebab itu, berikan minum yang cukup untuk si Kecil agar mereka tidak dehidrasi.

  1. Kompres lipatan tubuh si Kecil dengan air hangat

Saat anak demam, kompres lipatan-lipatan tubuh seperti lipatan paha, ketiak, leher, serta dahi si kecil,  dengan air hangat. Ingat, jangan sesekali mengompres si Kecil dengan air dingin ketika badan mereka demam. Karena air dingin justru akan menyumbat pori-pori dan menghalangi penguapan panas dari tubuh si Kecil.

6 COMMENTS