Menumbuhkan Kebiasaan Baik Anak-Anak Selama Ramadhan

6
196

Ramadhan merupakan fase di mana metabolisme tubuh dan kebiasaan atau aktivitas sehari-hari akan berubah. Termasuk dalam diri anak-anak. Karena selama siang, tubuh akan berpuasa selama lebih dari  10 jam. Tentu, puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar. Dan poin penting ini yang sekiranya perlu untuk ditanamkan dalam diri anak.

Agar si Kecil tidak terfokus bahwa puasa sekedar menahan haus dan lapar, kebiasaan baik perlu untuk diterapkan. Nah, beberapa kebiasaan baik yang bisa kita tanamkan selama Ramadhan antara lain:

1. Jangan melewatkan makan sahur

Dengan makan sahur, anak-anak akan lebih kuat menjalani puasa seharian penuh. Tidak meninggalkan sahur selama puasa juga merupakan detoksifikai pencernaan atau membersihkan sistem pencernaan. Yaitu dengan menjadwalkan makan di jam-jam tertentu seperti sahur dan berbuka.

Selain itu, sahur mempunyai keutamaan tersendiri. Di mana dalam bersahur ada keberkahan dan malaikat pun bersholawat untuk kita yang sedang bersahur. Hal ini bisa diajarkan pada si Kecil bahwa sahur itu penting sebelum kita berpuasa.

“Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat atas orang yang bersahur.” (HR. Ahmad)

2. Mengajak beraktivitas setelah sholat subuh

Salah satu sunnah dalam berpuasa adalah mengakhirkan makan sahur. Yaitu sesaat sebelum fajar. Hal ini agar setelah bersahur, anak-anak tidak kembali tidur lagi atau ketiduran, tapi langsung bisa mengerjakan sholat subuh.

Ajak anak-anak untuk melakukan sholat subuh berjamaah. Biasanya di masjid-masjid aka nada kultum setelah sholat subuh dilaksanakan selama Ramadhan. Tak ada salahnya untuk tetap duduk setelah sholat dan mengajak si Kecil mendengarkan ceramah.

Tentu kita perlu siap ketika mereka akan bertanya tentang ini dan itu setelah ceramah selesai. Pertanyaan mereka membuktikan bahwa mereka tertarik dengan apa yang dibicarakan selama kultum tadi.

3. Atur pola tidur anak

Untuk anak usia 7 tahun ke atas, tidur siang memang tidak wajib. Dan mungkin mereka juga mulai susah untuk tidur siang. Tapi tidur siang sebentar bisa memenuhi kebutuhan jam tidur mereka selama puasa. Dalam artian, mereka akan lebih mudah untuk dibangunkan sahur.

Namun, jika karena tidur siang anak-anak jadi susah untuk tidur malam, lebih baik memang tidak perlu meminta mereka untuk tidur siang. Atur pola tidur ini intinya untuk memenuhi jam tidur anak dan mudah ketika membangunkan mereka untuk sahur.

4. Tadarus menjelang berbuka puasa

Setelah sholat ashar dan mandi sore, ajak anak-anak untuk bertadarus atau belajar membaca Al Quran. Daripada ngabuburit dengan hal-hal yang kurang begitu penting untuk proses belajar anak. Tentu mengajaknya mengaji akan lebih bermanfaat. Jika hal ini dilakukan selama bulan Ramadhan, maka anak-anak akan terbiasa bertadarus atau mengaji menjelang maghrib atau setelah sholat maghrib.

5. Atur waktu dan porsi makan saat berbuka

Untuk menjaga kesehatan, penting memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka. Termasuk bagi anak-anak. Awali berbuka dengan minum air putih dan makan kurma. Untuk menghangatkan tubuh dan memenuhi nutrisi kembali, sajikan sup sayur untuk disantap bersama. Tak perlu terlalu banyak dan jangan langsung makan berat agar bisa menjalan ibadah maghrib tanpa merasa sakit perut.

Setelah itu, ajak mereka untuk melakukan sholat maghrib terlebih dahulu. Setelah sholat, Bunda bisa ajak mereka untuk makan besar. Namun, tetap ingat untuk makan dalam porsi yang wajar. Lebih baik, hindari makanan dan minuman yang terlalu tinggi lemak, garam, gula.

6 COMMENTS