Penting! Panduan Memilih Sekolah untuk Anak

1
41

Setiap orangtua tentunya berharap agar putra-putri mereka menjadi orang-orang yang sukses di masa depan. Sehingga kita tahu betul pendidikan adalah hal yang teramat penting.

Kata sukses yang kemudian lebih sering didefinisikan dengan memiliki “kebebasan finansial”, ditambah lagi dengan persaingan bisnis dan industri global yang mensyaratkan gelar dan status pendidikan yang memadai, menjadikan para orangtua lebih menitik beratkan pendidikan pada nilai-nilai akademis.

Sehingga karena dasar pemikiran itulah, para orangtua kemudian berlomba-lomba untuk memilihkan sekolah yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Sekolah-sekolah dengan label “Akreditasi A”, sekolah-sekolah yang dikenal favorit ataupun sekolah yang berlabel “Standar International” biasanya menjadi pilihan para orangtua ini.

Akan tetapi di sisi lain, ada juga para orangtua yang lebih fokus pada pendidikan Diniyah (agama).

Hal ini karena para orangtua ini beranggapan bahwa jika kesuksesan secara agama bisa diraih, maka kesuksesan secara finansial akan mudah dicapai.

Lalu apakah pilihan orangtua yang lebih berorientasi kepada kesuksesan di dunia adalah salah?

Tidak juga.

Bahkan Rasulullah pernah berpesan kepada salah seorang sahabat beliau agar tidak meninggalkan keturunannya dalam keadaan yang lemah. Dalam konteks hadits tersebut adalah lemah secara ekonomi.

Sehingga mempersiapkan generasi berikut yang mapan bukanlah hal yang terlarang dalam Islam. Hanya saja akan lebih sempurna jika bisa didapatkan dua-duanya.

***

Jika kita sering berkendara di jalan-jalan besar, maka kita akan dengan mudah menemui fenomena-fenomena yang sebenarnya cukup memalukan.

Di negeri ini, masih cukup banyak kita temui orang-orang yang menyeberang tidak pada jembatan penyeberangan atau zebra cross.

Namun lebih banyak pula kendaraan yang tidak berhenti atau memperlambat laju kendaraannya saat ada orang yang menyeberang melalui zebra cross.

Atau sering pula kita jumpai mobil-mobil mewah di tengah jalan raya yang kemudian membuka jendelanya sedikit untuk membuang tisu atau sampah dan membiarkannya terbang dibawa angin.

Padahal jika mau main logika gampang-gampangan, pengguna mobil-mobil mewah itu biasanya orang yang pendidikan akademisnya bagus, bukan?

Tapi kenapa perilakunya seperti itu? Apa yang menjadi penyebabnya?

Jawabannya ada pada SISTEM PENDIDIKAN yang ada di negeri ini.

Setidaknya sistem pendidikan itu ada 2 macam, yaitu sistem pendidikan KNOWING dan sistem pendidikan BEING.

Sistem pendidikan “Knowing” adalah sistem pendidikan yang cenderung pada pemberian informasi belaka. Para murid dididik untuk menjadi “sekedar tahu”.

Bahwa membuang sampah adalah di tempat sampah, ya mereka tahu. Tapi hal tersebut tidak pernah mereka lakukan.

Bahwa menyeberang haruslah di jembatan penyeberangan atau zebra cross, ya mereka paham. Tapi hal itu tidak pernah ada penerapannya.

Semua informasi tersebut mereka TAHU, tapi tidak pernah menjadi MAU.

Mereka diajari untuk hanya tahu, tapi tidak diajari untuk mau melakukan apa yang mereka tahu harus dilakukan.

Maka inilah yang menjadikan nilai-nilai akademis itu hanya sederet angka di atas kertas, yang bisa ditukar dengan pekerjaan. Tidak lebih.

Jadi sekolah manapun yang akan dipilih, pastikan bahwa sekolah tersebut menerapkan sistem pendidikan BEING dan bukan hanya sekedar KNOWING.

Semoga bermanfaat.