Pentingkah Sekolah Formal Untuk Anak?

1
125

Maraknya homeschooling atau sekolah informal lainnya menjadi tren di masyarakat khususnya kota-kota besar saat ini. Selain kemudahan aksesnya, alasan kurikulum sekolah dasar yang dirasa membebani siswa juga menjadi poin penting terhadap keputusan orangtua dalam menyekolahkan anak-anak ke sekolah informal.

Saya pun sempat banyak menimbang, ngobrol dengan suami, dan mencari banyak informasi sebelum memutuskan apakah anak saya perlu sekolah formal atau homeschooling.

Tulisan ini bukan untuk mempertentangkan antara sekolah formal dan homeschooling. Setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan tulisan ini hanya sekedar berbagi pemikiran dan pengalaman tentang pilihan sekolah untuk anak.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya yang akhirnya memilih sekolah formal (berbasis sekolah alam) untuk anak sulung saya antara lain:

1. Saya hanyalah guru privat

Sebelum menikah dan mempunyai anak, saya adalah seorang pengajar di sebuah bimbel selama hampir 5 tahun. Namun, kapasitas saya tentu terbatas jika saya memilih mengajar anak saya atau sebagai guru mereka di rumah tanpa adanya guru lain bagi mereka. Saya merasa terlalu egois jika memaksakan agar anak saya homeschooling.

Bisa saja saya memanggil guru privat ke rumah, tapi lalu saya memikirkan alasan lainnya yang saya tulis pada poin-poin di bawah ini.

2. Belajar simpati dan empati

Saya mempertimbangkan bahwa kalau anak saya belajar sendiri di mana waktu dan tempat belajarnya bisa di-customize sesuai kemauan anak, ia tidak akan bertemu dengan orang-orang yang lebih dewasa dan teman sebayanya saat proses belajar. Saya berpikir di sekolah formal, anak saya bisa praktik secara langsung dalam bergaul dengan teman sebayanya dan belajar empati terhadap yang lainnya.

Anak-anak akan belajar menempatkan diri, menahan egonya, belajar menghargai orang lain, bahkan belajar memaafkan orang lain ketika mereka berinteraksi secara langsung dengan anak-anak seusianya dan para kakak kelas atau adik kelas mereka yang tidak bisa mereka temukan ketika menjalani homeschooling.

3. Anak bisa mengekspolarasi banyak hal

Pendidikan dasar bagi anak sangatlah penting sebagai media bagi mereka untuk mengesplorasi perkembangannya. Saya lebih memilih sekolah alam untuk anak saya di mana saya berharap anak bisa mengeksplorasi banyak hal tanpa harus terikat aturan sekolah yang monoton dan juga tetap bisa bersosialisasi dengan alam dan sesamanya.

4. Melatih disiplin anak

Ya, homeschooling memang menawarkan fleskibilitas, ia tidak terikat dengan jam belajar. Tapi, ketika ada gangguan, misalnya ketika anak tiba-tiba ngambek tentu kegiatan belajar bisa terhambat. Nah, di sekolah formal, anak-anak lebih terikat dengan peraturan dan jam belajar. Ini adalah salah satu cara untuk membantu mereka disiplin dan mematuhi aturan bersama.

Tips di atas hanyalah pengalaman saya. Tentu Bunda lainnya akan punya pertimbangan lain untuk memutuskan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Yang perlu dipahami adalah bahwa sekolah formal maupun informal (seperti homeschooling) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan apapun yang akhirnya dipilih untuk pendidikan anak-anak, orangtua tetap menjadi guru yang pertama dan utama bagi anak-anak. Tetap untuk menjadikan rumah sebagai madrasah bagi mereka.

1 COMMENT