Tips Agar si Kakak dan si Adik Tak Mudah Bertengkar

2
392

Si Kecil sering bertengkar dengan kakaknya tentu bukan hal yang baru, kan? Pertengkaran antara kakak dan adik pasti terjadi pada siapa saja. Sampai-sampai ada pepatah mengatakan dua saudara itu kalau dekat bertengkar, kalau berjauhan, rindu. Tapi, bukan berarti pertengakaran antara kakak dan si Kecil tidak dapat diminimalisir ya.

Nah, agar mereka menjadi lebih akur dan meminimalisir pertengkaran, perhatikan tips berikut ini ya, Bunda:

1. Ajarkan mereka cara menguasai emosi

Baik kakak maupun adik perlu diajarkan untuk mengenali emosi dan menguasai emosi tersebut. Beri pemahaman kepada mereka bahwa tidak ada yang salah dengan emosi. Yang perlu diperhatikan hanya bagiamana menguasai masing-masing emosi tersebut. Jika kesal dan marah, ajarkan pada mereka untuk tidak meluapkan secara berlebihan hingga menyakitinya dan menyakiti orang lain, dalam hal ini saudara mereka.

2. Jangan jadi penonton

Tak jarang pertengkaran antara kakak dan adik karena mendapat perhatian dari orangtua. Oleh sebab itu, hindari menjadi penonton saat mereka bertengkar. Ketika si Kecil dan kakak sedang bertengkar, coba tinggalkan mereka dan beri mereka waktu untuk menyelesaikan masalah mereka tanpa campur tangan dari Ayah dan Bunda. Ayah dan Bunda tak perlu terlibat dalam setiap pertengakaran mereka.

3. Hindari membanding-bandingkan anak

“Tuh, kakak lebih rajin belajar, kan.” “Kenapa kamu tidak seperti adikmu yang selalu membereskan mainannya setelah bermain”. Dan sebagainya. Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Membandingkan keduanya, baik di depan mereka ataupun di belakang mereka tentu bukan hal yang bijak. Ini bisa menumbuhkan rasa iri antara satu dan yang lainnya. Banyak ketidakakuran antara kakak dan adik yang ditimbulkan dari rasa iri ini. Nah Ayah dan Bunda, penting bukan untuk tidak membanding-bandingkan si Kakak dan si Adik baik di depannya atau di belakang mereka.

4. Ajarkan mereka bernegosiasi

Ayah dan bunda bisa mencoba untuk meminta mereka berkompromi dengan apa yang mereka pertengkarkan. Pertama-tama, Ayah dan Bunda bisa mencoba dengan mengajak mereka duduk di samping kanan dan kiri dari Ayah atau Bunda. Lalu, dengarkan permasalahan dari sisi Kakak dan Adik. Minta agar mereka juga mendengarkan cerita dari kakak atau adiknya. Ingatkan mereka ketika mereka mencoba untuk memotong cerita. Lalu, Ayah dan Bunda bisa arahkan mereka untuk saling memahami di mana letak kesalahpahaman mereka dan penyebab pertengkaran mereka.

5. Ketahui waktu yang tepat untuk memberi solusi

Ayah dan Bunda tentu hafal, hal-hal apa saja yang membuat si Kakak dan Adik bertengkar. Kakak dan Adik sering bertengkar karena berebut mainan? Coba untuk memberi saran pada mereka untuk membatasi waktu menggunakan mainan tersebut. Misalnya masing-masing mendapatkan waktu 15 menit untuk memainkannya. Setelah itu, Bunda dan Ayah bisa mengajarkan mereka untuk saling menjaga kesepakatan yang mereka buat. Jangan sungkan untuk puji mereka jika mereka mampu melakukannya dengan baik.

6. Ajarkan mereka agar mudah meminta maaf dan memaafkan

Setelah mereka bisa saling memahami, ajarkan pada mereka pentingnya meminta maaf dan memaafkan. Ajarkan pada mereka bahwa saling menyayangi lebih baik daripada saling bertengkaran.

2 COMMENTS