Umar bin Khattab Meraih Kebahagiaan Lewat Islam

2
242

“Dulu Kami adalah orang-orang yang paling terhina di muka bumi, dan Allah kemudian memberi kami kehormatan melalui Islam.”
Umar bin Khattab

Umar bin Khattab yang merupakan suku Quraisy yang pada awalnya sangat memusuhi Islam. Bahkan Umar sangat dendam dan berniat untuk mencelakai Nabi Muhammad SAW karena selalu mengusik bangsanya yang memuja berhala.

Jatuh Cinta Dengan Islam Lewat Al-Quran

Tak hanya menyimpan kebencian kepada Nabi Muhammad SAW, ia juga sangat marah kepada sang adik, Fatimah yang ikut masuk agama Islam. Pada suatu ketika dengan rasa amarah yang memuncak Umar menghampiri rumah adiknya. Ternyata Fatimah sedang membaca Al-Quran. Umar pun penasaran, Fatimah menyarankan jika ingin membacanya juga, ia harus membersihkan diri dengan berwudhu. Umar secara tidak sengaja membaca petikan ayat Al-Quran Surat Thaha ayat 1 sampai 8.

“Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu, agar kamu menjadi susah. tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) yaitu diturunkan dari Allah, yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas ‘Arsy.  Milik-Nya lah semua yang ada langit, semua yang di bumi, semua yang diantara keduanya, dan semua yang di bawah tanah. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.”

Membaca surat tersebut hati Umar bergetar, ia merasakan perasaan yang luar biasa. Kemudian ia meminta tolong Fatimah untuk mempertemukannya dengan Rasulullah.
Awalnya, Fatimah menghalanginya karena khawatir Umar masih berniat jahat. Tetapi karena niatnya yang tulus ia mengantarkannya.

Karena dahsyatnya Al-Quran, Umar memutuskan untuk hijrah. Sebagai pemimpin yang disegani, keputusannya untuk  hijrah mengundang kontroversi pada kaumnya, Umar
pun rela dikucilkan oleh petinggi kaum Quraisy yang dahulu berjuang bersama dengannya karena memutuskan untuk masuk Islam.

Sosok yang dahulu sangat membenci Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ia justru sangat melindungi dan menjadi orang terdepan yang membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam. Dalam Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi kuat setelah Umar memeluk Islam.”

Pejuang Yang Tangguh

Umar bin Khattab dikenal sebagai petinggi prajurit militer yang ahli pedang, lawan yang tangguh, ahli menyusun strategi yang selalu mengikuti berbagai peperangan mendampingi Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan Islam.

Ia terlibat dalam perang Badar, Uhud, Kaibar dan penyerangan ke Syiria. Umar bahkan mendapatkan julukan Al-Faruq (Sang Pembeda atau Sang Pemisah) karena keberaniannya dalam memisahkan antara kebenaran dan kebathilan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapatkannya, maka Umarlah orangnya.”

Khalifah Kedua Setelah Abu Bakar as-Shiddiq

Umar termasuk orang yang berpengaruh, semasa Khalifah sebelumnya ia telah dipercaya sebagai salah satu penasehat kepala. Menjelang wafatnya Abu Bakar as Shiddiq ia bermusyawarah dengan para sahabat-sahabat dan menuliskan wasiat jika ia meninggal maka yang akan menggantikan posisinya sebagai pemimpin Khalifah adalah Umar bin Khattab.

Keputusan ini disetujui oleh berbagai pihak, karena sosok Umar dikenal sebagai orang yang paling dekat dan setia membela ajaran Islam. Dirinya memperkenalkan diri dengan istilah Amir al-Mu’minin atau petinggi orang-orang yang beriman.

Umar memerintah masa Khalifah ketiga ini selama sepuluh tahun. Semasa Umar menjabat ia begitu disegani negara sekitarnya. Dibawah pemerintahannya kekuasaan Islam tumbuh sangat pesat, banyak perubahan administratif terhadap daerah-daerah yang ditaklukan seperti Mesir, Palestina, Syiria, Aftrika, Armenia dari Romawi. Namun prestasinya yang masih terkenang sampai sekarang, ia yang mengusulkan tentang penanggalan Islam yang hendaknya mulai dihitung mulai dari peristiwa Hijrah.

Sebelum wafat, Umar berwasiat jika ia wafat maka pemimpin Khalifah selanjutnya para petinggi memilih salah satu dari 6 calon yang telah disetujui oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya pada saat akan memimpin shalat Shubuh karena kejahatan budak dari Persia bernama Abu Lukluk. Umar pun mendapatkan kehormatan dimakamkan di dekat kuburan dua sahabatnya, Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar as-Shiddiq

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi)