Vaksin Tanpa Jarum Suntik

0
226
Assalamu’alaikum wr.wb
Siapa yang pernah disuntik? Gimana rasanya? Tentu sakit seperti digigit semut ya
Nah, seperti kita tahu bahwa vaksin merupakan salah satu bentuk sediaan yang cara pakainya dengan disuntikkan ke dalam tubuh.
Bagi yang takut dengan jarum suntik, jangan khawatir karena sekarang telah muncul inovasi baru, yaitu VAKSIN NANOPATCH TANPA JARUM SUNTIK
Apa itu nanopatch??
Nanopatch didefinisikan sebagai tambalan kecil berukuran 1cm persegi, namun berisi ribuan titik kecil yang berupa jarum berukuran micro (miceonidle) yang hanya bisa dilihat dibawah mikroskop. Micronidle inilah yang akan membawa masuk vaksin berukuran nano menembus permukaan kulit terluar (stratum corneum) dan akhirnya vaksin bisa masuk dan sampai pada sirkulasi sistemik.
Seorang profesor ahli biomedik dari Australia, Mark Kendall mencoba berinovasi dan berhasil menemukan serta telah mengujicobakan Nanopatch untuk vaksinasi pada pasien HIV di Papua Nugini. Selain lebih efektif dan mengurangi rasa sakit, biaya produksi nanopatch ini lebih murah dibanding menggunakan jarum suntik, memiliki durasi yang lama dan  mencegah metabolisme presistemik.
Uji coba terhadap tikus menunjukkan bahwa dosis yang dibutuhkan agar menghasilkan respon imunitas kecil dibanding dengan penggunaan jarum suntik biasa sehingga lebih menghemat biaya vaksinnya. Selain itu stabilitas vaksin lebih baik ketika menggunakan nanopatch, sehingga tidak perlu disimpan pada suhu rendah.
Nanopatch saat ini telah dipatenkan oleh Kendall dan masih dalam tahap uji klinis.
Nah ini nih sebuah inovasi yang akan diterapkan dimasa yang akan datang paling tidak 2-3 tahun kedepan.
Jadi, kita sebagai calon farmasis muda harus mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam perkembangan dunia kefarmasian yang makin pesat.
Sumber :
G.J.P. Fernando et al.,Influenza nucleoprotein DNA vaccination by a skin targeted, dry coated,densely packed microprojection array (Nanopatch) induces potent antibody and CD8+ T cell responses, J.Control. Release 237 (2016) 35–41