Yuk, Kenalkan Profesi Sejak Dini Pada si Kecil!

0
27
kenalkan profesi

Sebagai orangtua baru yang memiliki anak balita, tak jarang yang berfikir tentang seberapa penting mengenalkan profesi pada si Kecil. Selain itu juga waktu yang tepat untuk mengenalkan profesi pada anak menjadi pertanyaan lain yang tak jarang bagi para orangtua.

Apalagi di umur 4-5 tahun di mana ia telah bersekolah dan mengenal kata cita-cita atau keinginan, tak jarang si Kecil akan berkata, “Ayah, kalau aku besar nanti aku ingin menjadi guru.” Bisa jadi ia mengatakan hal tersebut karena dalam memorinya ia mengenal guru yang baik dan profesi yang menyenangkan.

Atau mereka mengatakan, “Bunda, aku ingin jadi pilot yang bisa menerbangkan pesawat. Boleh ya, Bunda?” dan pertanyaan sejenis. Karena mungkin Bunda sering menceritakan profesi ini pada mereka. Tak perlu heran jika si Kecil mulai berubah-ubah keinginan atau cita-citanya kelak.

Keinginan atau cita-citanya terkait profesi yang mereka kemukakan berubah-ubah berdasarkan dari pengetahuan tentang profesi yang mereka dapatkan atau setelah melihat dan merasakan kesenangan saat mengenal profesi tersebut.

Misal, ketika si Kecil tertarik dengan mainan-mainan balok puzzle dan membangun sesuatu, ia mungkin akan mengatakan ia ingin menjadi arsitek. Sebulan kemudian, ia bertemu dengan dokter yang baik dan Bunda mengenalkan bahwa itu termasuk salah satu profesi. Lalu, si Kecil akan merubah keinginannya dan menyatakan ia ingin menjadi dokter saat dewasa kelak. Ini adalah hal yang wajar bagi anak-anak.

Penting tidak sih mengenalkan profesi sejak dini?

Pengetahuan si Kecil tentang profesi bisa didapat ketika si Kecil di sekolah. Namun, tentu profesi yang dikenalkan di sekolah terbatas dengan profesi-profesi tertentu. Nah, di sini peran Ayah dan Bunda penting dalam mengenalkan profesi secara lebih luas pada si Kecil. Menurut Dr. Tjut Rifameutia, MA, Psi, Dosen fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa pengenalan profesi sejak dini bagi anak sangat penting.

Manfaat mengenalkan profesi sejak dini pada anak-anak menurut dr. Tjut Rifameutia, MA, Psi, antara lain:

  • memberi pemahaman pada anak bahwa profesi memiliki banyak ragam
  • membuat anak menghargai semua profesi
  • tidak menganggap remeh profesi lain
  • mengarahkan dan memotivasi anak terhadap pilihan profesinya
  • membantu mengarahkan minat dan bakat anak sejak dini

Jika sejak dini anak-anak telah dikenalkan dengan berbagai profesi dan diajarkan untuk menghargai setiap profesi yang ada, diharapkan anak-anak mampu menghargai orang lain tanpa memandang perbedaannya. Misal, Ayah dan Bunda tidak hanya mengenalkan dokter, guru, arsitek sebagai profesi. Tetapi juga profesi-profesi yang ada di sekitar kita seperti penjahit, penjaga kebersihan, penjaga keamanan, dan sebagainya.

Sebagai koreksi,  Dr. Tjut Rifameutia, MA, Psi menganjurkan agar orangtua (jika memungkinkan) untuk tidak menggunakan kata “tukang”. Karena terkesan kurang menghargai profesi seseorang. Apalagi jika ini dikatakan dengan nada merendahkan. Misalnya, lebih baik untuk mengenalkan kata “penjahit” pada anak-anak daripada “tukang jahit”.

Tips mengenalkan profesi pada anak

Ayah dan Bunda bisa mengenalkan profesi pada anak dengan berbagai cara. Hanya saja beberapa hal berikut perlu untuk diperhatikan, seperti:

  1. Bangun memori positif anak tentang profesi

Memori positif bisa dibangun dengan pengenalan yang menyenangkan. Ayah dan Bunda bisa mengenalkan profesi dengan cara-cara menyenangkan. Misalnya lewat berbagai mainan yang mereka sukai atau gambar-gambar berwarna agar si Kecil tertarik.

  1. Kenalkan secara langsung pada profesi yang memungkinkan

Pengenalan profesi akan lebih mudah jika dilakukan dengan cara yang konkret dan bukan abstrak atau tidak bisa kita lihat. Dengan sesuatu yang konkret, anak-anak akan belajar dari sesuatu yang nyata yang ada di hadapannya. Ayah dan Bunda bisa mengajak si Kecil bertemu dengan berbagai orang dengan berbagai profesi. Misalnya, ajak si Kecil naik bus umum, lalu kenalkan mereka dengan profesi sopir, kondektur, serta petugas tiket.

  1. Kenalkan secara bertahap

Mengenalkan profesi sejak dini, bukan berarti Ayah dan Bunda memaksakan si Kecil mampu memahami semua profesi dalam waktu singkat. Ayah dan Bunda dapat mengenalkannya secara bertahap. Bisa jadi lewat berbagai hal yang sedang si Kecil lihat atau temui.