12 Tips Ajarkan Anak Mudah Menghafal

7
6713

Siapa yang tak bahagia melihat anak-anak usia balita atau usia sekolah yang hafal surat-surat pendek, hafal 2 Juz, 3 Juz, bahkan tahfiz 30 Juz. Karakter Hafiz dan Hafizah hadir sebagai icon untuk generasi berakhlaq yang mencintai Al Quran. Nah, kali ini HafizFansClub.com akan berbagi tips untuk para Ayah dan Bunda, Abi dan Ummi, dalam mendidik si Kecil menjadi penghafal Al Quran. Benar, jika Ayah dan Bunda sudah niat, Allah SWT akan mempermudah jalannya.

“Sungguh Kami telah memudahkan lafadz Al Quran untuk dibaca dan dihafal serta Kami juga memudahkan makna-maknanya untuk dipahami dan ditadaburi.” (Tafsir Al Muyassar)

Nah, niat adalah modal pertama yang harus dimiliki orangtua. Namun, niat saja tidak cukup jika tidak disertai dengan ikhtiar. Berikut beberapa tips sebagai ikhtiar orangtua mewujudkan si Kecil yang pandai menghafal Al Quran:

1. Lebih baik untuk tidak memaksa anak

Orangtua pernah manjadi anak-anak, tapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua. Ini yang sering menjadi alasan pembenaran orangtua untuk memaksakan kehendaknya pada anak-anak. Orangtua memang lebih tahu mana yang terbaik untuk anak. Namun, memaksakan anak akan meninggalkan dampak negatif bagi anak.

Ayo ngobrol antara orangtua dan anak. Anggap mereka memahami apa yang orangtua bicarakan dan dengarkan apapun pendapat mereka. Ini akan membuat anak merasa lebih dimengerti dan memahami bahwa menghafal Al Quran adalah untuk kebaikannya juga serta hal itu merupakan keputusan bersama.

2. Hindari anak merasa tertekan

Sama hal-nya dengan poin pertama. Membuat anak tertekan mungkin adalah cara yang lebih cepat untuk mewujudkan keinginan orangtua. Namun, membuatnya tertekan hanya akan meninggalkan dampak negatif bagi perkembangan si Kecil.

3. Lakukan dengan cara yang menyenangkan

Pilih cara-cara yang menyenangkan untuk membantu anak menghafal Al Quran. Dalam sebuah penelitian, menyebutkan bahwa otak akan lebih cepat memproses sesuatu untuk diingat ketika melibatkan emosi. Ada pilihan untuk mempermudah anak menghafal yaitu dengan membuatnya merasa bahagia, tertekan, marah, sedih, dan sebagainya. Lalu, apakah Ayah dan Bunda akan memilih cara lain selain membuatnya bahagia dalam hal menghafal?

4. Jadi suri tauladan

Orangtua adalah madrasah pertama bagi si Kecil. Ketika menjadi orangtua, bersiaplah menjadi suri tauladan bagi mereka. Anak-anak akan melihat orangtuanya sebagai role-model pertama mereka. Mari menjadi suri tauladan yang baik untuk bisa mendidik generasi yang berkahlaq dan mencintai Al Quran.

5. Ajari anak untuk fokus

Menghafal butuh fokus. Pilih mainan-mainan atau tools yang cocok sehingga dapat mempermudah anak-anak menghafal. Selain menyenangkan, mainan atau tools bisa membuatnya lebih fokus untuk menghafal.

6. Motivasi itu penting

Motivasi diri tak hanya penting untuk orang dewasa. Anak-anak pun butuh motivasi untuk dapat menghafal dan menjadi hafidz. Nah, peran orangtua penting untuk memotivasi si Kecil agar menghafal tidak dirasakan sebagai beban bagi mereka.

7. Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat dan surah

Daripada memaksa si Kecil dan membuatnya tertekan, lebih baik mencoba membuat mereka memahami apa yang sedang mereka hafalkan. Jadi si Kecil tidak hanya hafal surah dan ayatnya tapi juga mampu memahami maknanya. Tak hanya itu, membuat si Kecil paham tentang ayat dan surah yang sedang mereka hafal juga sebagai metode mudah menghafal Al Quran.

8. Dengarkan murottal

Jangan heran jika anak-anak hafal hanya dengan mendengarkan. Padahal mereka mendengarkan dengan melakukan aktivitas lain. Nah, ini juga merupakan salah satu metode untuk mempermudah anak-anak menghafal, yakni memperdengarkan murottal setiap aktivitas anak.

9. Ulang lagi dan lagi

Dengan murottal, Ayah dan Bunda bisa mengulang-ulang bacaan. Misalnya, Hari ini Surah Al Fatihah. Diulang terus meneru hinggal 1 minggu ke depan. Lalu cek hafalan si Kecil dari ayat per ayat. Jika memang sudah lancar, lanjut ke surah yang lain. Selain mengulang surah per surah, juga bisa dilakukan dengan mengulang ayat per ayat.

10. Disiplin terhadap waktu

Untuk berhasil melakukan sesuatu apalagi terkait dengan menghafal Al Quran, penting untuk menerapkan disiplin pada si Kecil. Buat kesepakatan dengan anak, kapan waktunya untuk muroja’ah bacaan, mengulang hafalan, dan menambah hafalan.

11. Anak tetap butuh bermain

Anak dan bermain adalah dua hal yang tak bisa terpisahkan. Mereka tetap butuh bermain untuk mengeksplor lebih banyak hal disekitar mereka. Tetap penuhi kebutuhan anak untuk bermain. Ayah dan Bunda hanya perlu mendisiplinkan anak agar mereka paham kapan waktunya bermain, kapan waktunya ibadah, kapan waktunya belajar.

13. Faktor makanan juga penting

Asupan makanan, berpengaruh pada tumbuh kembang anak dan juga kesehatannya, termasuk optimalisasi otak dalam mengolah informasi. Jadi, jangan lupa untuk memberi si Kecil asupan gizi yang tepat ya, Ayah dan Bunda.

7 COMMENTS

  1. Tipsnya bermanfaat sekali, tapi saya mau tanya, dulu nih anak saya rajin sekali beribadah di masjid tapi karena suatu sebab dia jadi malas kemasjid lantas apa yang harus saya lakukan ya? Karena sebab yg dimaksud adalah saat anak saya sholat, teman anak saya mendorong anak saya hingga terjatuh dan mengenai punggung orang dewasa tsb dan langsung orang tsb memukul anak saya. Mohon solusinya terimakasih