Makna Idul Fitri Yang Perlu Diajarkan Pada Anak

0
51

Memasuki bulan suci Ramadhan seperti sekarang harus dimaknai dengan penuh syukur kepada Allah SWT. Setelah melewati 30 hari berpuasa, umat muslim akan merayakan hari kemenangan. Idul Fitri sangat dinanti karena pada hari yang suci ini sebagai manusia disucikan pula dari segala dosa-dosanya.

Setelah anak belajar berpuasa penuh selama satu bulan, sangat penting untuk mengajarkan makna Idul Fitri. Hal ini merupakan suatu kewajiban yang diajarkan orang tua kepada anak. Akan tetapi masih banyak orang tua yang bingung bagaimana mulai mengajarkan makna Idul Fitri sesungguhnya.

Memperkenalkan Secara Perlahan

Usia anak yang berbeda membuat  orang tua wajib mengetahui bagaimana cara memperkenalkan Idul Fitri. Anak yang berumur 5 tahun ke bawah biasanya hanya tahu Hari Raya Idul Fitri adalah momen menyenangkan. Misalnya ada momen makan ketupat bersama, berbagai macam kue lebaran, dan berkumpul dengan keluarga besar

Anak usia segini lebih mengenal Idul Fitri dengan baju baru dan THR dari orang tua maupun saudara. Pemahaman seperti ini sangat berbeda dengan anak berusia 5 tahun ke atas. Seperti kelompok anak yang tengah bersekolah harus diajari secara perlahan. Sebab, penalaran mereka sudah berkembang, sehingga orang tua wajib merangkai kata yang baik dan mudah diingat.

Saat Sedang Berbuka Puasa

Salah satu waktu terbaik mengajarkan anak mengenai makna Idul Fitria ketika berbuka puasa. Di saat inilah suasana lebih santai dan hangat, obrolan ringan dapat mengawali pembicaraan pemaknaan Idul Fitri. Sebaiknya anda menggunakan bahasa yang mudah dimengerti karena kosa kata anak belum berkembang pesat.

Dapat dengan memberikan contoh seperti berikut ‘Lebaran merupakan kegiatan bersilaturahmi dan maaf-maafan. Sehingga manusia membuka lembaran baru seperti kertas putih. Pada lembaran inilah nanti dituliskan lagi perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan’.

Mengajarkan Makna Berbagi Itu Indah

Saat bulan Ramadhan ini paling tepat mengajarkan anak berbagi. Berbagi tidak harus dalam bentuk besar, bisa dilakukan dalam bentuk kecil. Seperti berbagi makanan berbuka dengan tetangga maupun teman. Dapat pula berbagi pakaian layak pakai atau baru pada mereka yang lebih membutuhkan.

Anda harus mengajarkan anak bahwa berbagi tersebut sama seperti zakat fitrah. Tanamkan dalam diri mereka kebahagiaan di hari raya dapat ditebarkan kepada saudara kaya dan miskin.

Makna Saling Memaafkan Sesama

Idul Fitri biasanya orang-orang saling bersalam-salaman ketika berkunjung atau berkumpul. Dari sini anda dapat memberikan contoh pada anak perihal makna memaafkan dan meminta maaf. Ajarkan pada mereka untuk meminta maaf kepada orang tua dan kerabat adalah hal wajib saat lebaran.

Makna Toleransi

Umat beragama di Indonesia tidak hanya Islam saja. Pengertian inilah yang wajib diajarkan kepada anak. Kita juga memiliki tetangga yang beragama lain dan harus berbagi dengan mereka. Misalnya dengan memberi kue Lebaran untuk tetangga, agar mereka merasakan indahnya toleransi saat Idul Fitri.

Mengajarkan makna toleransi ini sangat baik bagi perkembangan mental dan pikiran anak. Sehingga saat dewasa mereka dapat memahami kebhineka tunggal ika dengan sesungguhnya. Tanpa harus mengabaikan umat beragama lain saat hari raya tiba.

Baju Tidak Harus Baru

Lebaran selalu diidentikkan dengan baju baru, hal ini banya menjadi doktrin dalam masyarakat. Sangat penting mengajarkan bahwa tidak perlu mengenakan baju baru saat lebaran. Baju yang lama asal layak dipakai juga cocok digunakan ketika bersilaturahmi ke rumah kerabat ataupun keluar rumah.

Nilai ini dapat diajarkan secara perlahan. Sebab, anak pasti akan melihat semua temannya memiliki baju baru dan membandingkan dengan dirinya. Hal ini sekaligus mengajarkan pada anak untuk lebih bersyukur dan berhemat.