Tips Jitu Bila Anak Rewel Saat Bunda Berangkat Kerja

0
568

Saat bayi sudah mulai besar, dia akan mulai mengerti sesuatu. Orangtua atau ibu yang bekerja dan harus meninggalkan buah hati mungkin akan mengalami ini, dikenal dengan istilah separation anxiety.

Anak yang mulai masuk sekolah pun biasanya akan mengalami ini di hari-hari pertama sekolahnya.

Apa itu separation anxiety?

Separation anxiety atau cemas berpisah pada bayi dan anak dengan orang terdekatnya adalah hal yang normal dan menghadapinya kita memerlukan pendekatan yang baik sehingga tidak perlu menyebabkan anak menjadi lebih kesal, marah atau sampai frustasi.

Separation anxiety biasanya mulai terjadi pada bayi/anak di usia 8 bulan. Tiap bayi adalah spesial jadi setiap bayi mungkin akan mengalami hal yang berbeda. Ada yang cemas berpisah saat usianya 8 bulan tapi bisa saja baru muncul setelah ia berusia 12 bulan.

Mengatasi separation anxiety ini susah-susah gampang. Modal utamanya adalah ketenangan dan melakukannya secara konsisten. Kita kadang melihat orangtua yang sabar dan melakukan jalan pintas dengan pergi membiarkan anak menangis tanpa penjelasan atau memberikan alasan pada anak dengan cara berbohong.

Sebenarnya kita tidak perlu melakukan itu karena ada pendekatan yang lebih baik.

Cara mengatasi ketakutan atau kecemasan bayi saat harus ditinggalkan

Saat harus meninggalkan bayi, ini adalah beberapa cara atau tips yang bisa Moms ikuti untuk mengatasi kecemasan/ketakutan saat berpisah.

1. Tetap tenang dan konsisten

Jangan ikut cemas dan gelisah di depan mereka. Konsistensi sikap kita kepada mereka juga akan berpengaruh, tanpa kita sadari.

2. Ciptakan kebiasaan atau ritual saat berpisah

Misalnya, berikan pelukan atau ciuman ke dia dan katakan ‘sampai jumpa’, ‘nanti ketemu lagi ya’ atau ‘Assalamualaikum’, dll.

Lalu ‘pergi’. Jangan kembali lagi karena itu akan membuatnya merasa lebih takut kehilangan.

Kelihatannya mungkin kejam atau kita tegaan, tapi itulah cara yang terbaik. Awal-awalnya mungkin sulit tapi semakin lama dia akan semakin terbiasa dan bisa menerimanya.

3. Lakukan permainan sebelum berpisah

Hal ini bisa sangat membantu terutama apabila bayi belum terbiasa dengan orang yang menjaganya, neneknya misalnya.

Bunda bisa melakukan permainan seperti ‘cilukbaa’ (peekaboo). Yang terpenting, buat bayi agar merasa tetap nyaman.

a. Lakukan permainan cilukba menggunakan kaki bayi

Saat bayi berbaring telentang, angkat kedua kakinya sehingga menyembunyikan muka kita.

Saat kita membuka lebar kedua kakinya katakan ‘cilukbaaaa..’.

Biasanya bayi akan menyukai ini dan dengan cepat dia akan mengerti dan membuka kakinya sendiri untuk mencari Moms.

b. Permainan ‘bayi’ atau ‘(Sarah, nama bayi) di mana?’

Ini dilakukan dengan menjatuhkan kain/pakaian bayi yang ringan seperti selimut, sapu tangan di atas kepala/wajah bayi lalu bertanya ‘Sarah mana?’ lalu tarik kembali kain lalu tersenyum dan katakan ‘itu dia!’ atau menyebut namanya ‘itu Sarah!’.

Permainan ini sangat disukai oleh bayi. Dia akan mulai menarik kain dan tertawa.

Moms juga bisa melakukan ini dengan menaruh kain menutupi kepala Moms. Kita bisa bersembunyi di balik tempat tidur atau kursi dimana dia akan mudah menemukan kita.

Selanjutnya, mencobanya dengan orang lain. Libatkan Ayah atau orang yang akan menjaganya untuk ikut bermain. Misalnya ‘mana Nenek?’. Setelah bayi lebih rileks dan tahu apa yang akan terjadi (tahu Moms akan pergi) berikan dia untuk digendong oleh penjaganya.

Biarkan penjaganya bermain berdua sampai Moms pergi.

4. Praktikkan sebelum benar-benar berpisah

Latihan perpisahan bisa kita lakukan dengan mengatakan kepada bayi bahwa kita akan pergi ke kamar atau ruangan lain dan akan kembali lagi. Meskipun bayi belum mengerti kata-kata kita tapi itu akan baik untuk perkembangan bahasanya.

Misalnya, katakan ‘Bunda harus pipis dulu ya, nanti kembali’. Lalu Ayah bisa berdiri di depan kamar mandi dan bertanya ‘Bunda mana?’, Mom bisa manjawab dari balik pintu ‘Siapa yang mencari Bunda?’. Saat Moms membuka pintu, kita bisa mengatakan ‘Hi!’ atau ‘Halo!’ atau ‘Ini Bunda’ dll.

5. Biasakan dia dengan orang sekitar

Sebelum masa cuti hamil melahirkan habis biasakan dia berada di dekitar orang lain dan lingkungan baru. Ajak keluarga atau babysitternya (kalau dia akan diasuh oleh babysitter saat Moms kembali kerja) sebelumnya sehingga bayi akan mengenal dan merasa lebih nyaman dengan orang baru tersebut.

Kita juga bisa masuk kantor tapi mengambil setengah hari beberapa hari seblum benar-benar full kerja.

6. Biasakan dengan aktivitas yang biasa dia lakukan

Jika suami yang akan menjaganya saat kita pergi. Biasakan suami untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan yang biasa kita lakukan bersama bayi seperti mandi, membacakannya cerita, dll.

Jadikan perubahan yang dia alami terjadi secara bertahap sehingga dia tidak kaget atau cemas dengan keadaan baru. Biasakan Ayahnya bersamanya ketika ke mall misalnya, ayahnya yang mendorong keretanya, memasukkannya ke mobil, memberikannya susu, dll.

Ini juga bisa kita lakukan bila orang lain yang akan menjaganya, tantenya misalnya.

7. Membiasakan dengan orang tua

Apabila neneknya yang akan menjaganya atau kita akan menitipkannya di rumah neneknya saat kita kerja, biasakan ia dengan neneknya sebelumnya. Ajak dia ke rumah neneknya, atau minta neneknya datang ke rumah. Lakukan ini beberapa kali sampai ia benar-benar nyaman dan terbiasa.

Saat harus pergi, Moms bisa meluangkan waktu memberinya ASI. Cium dia lalu pergi. Mom tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja.

8. Benda atau mainan favoritnya

Benda yang biasa bersama dia, bantalnya, selimutnya, boneka atau mainannya dapat membuatnya lebih tenang dan merasa aman. Jadi berikan atau tempatkan benda favoritnya di sekitarnya saat Moms akan pergi.

9. Penuhi kebutuhannya

Perpisahan bisa lebih sulit apabila bayi stres atau merasa tidak nyaman, kelelahan, lapar atau sedang sakit. Penuhi segala kebutuhannya seperti makan/menyusui, popoknya bersih, dll. Usahakan berpisah saat dia terjaga, senang dan sehat.

Nah, itulah kira-kira beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kecemasan atau ketakutan saat berpisah.

Keadaan ini hanya akan berlangsung sementara dan tidak akan terjadi terus-menerus. Pada anak yang mulai besar separation anxiety akan semakin berkurang dan dia akan lebih mandiri.