Bunda Bisa Kok Latih Si Kecil Jadi Anak Kreatif

0
418
anak kreatif

Bunda yang memiliki anak prasekolah pasti sudah tahu kalau anak-anak dengan usia tersebut memiliki daya pikir yang imajinatif sehingga seringkali kita melihat mereka bermain dan berkhayal dengan teman-temannya seolah-olah mereka adalah sebuah keluarga.

Sering melihat kan, mereka suka bermain rumah-rumahan? Ada yang menjadi ayah, ibu, kakek, nenek dan ada yang menjadi anak. Bahkan tidak jarang kita temui anak-anak seringkali berimajinasi seakan-akan mereka itu menjadi orang yang hebat atau menjadi super hero untuk membasmi kejahatan.

Di usia emas ini, pada umumnya anak-anak masih ingin bermain dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Oleh sebab itu, pada tahap inilah kreativitas anak perlu dikembangkan agar kelak anak dapat memiliki keterampilan di dalam hidupnya.

Selain itu, kreativitas juga menjadi salah satu stimulus untuk mengasah kemampuan si kecil untuk dapat menyelesaikan permasalahan dari berbagai sudut pandang serta selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Lalu bagaimana sih cara untuk melatih kreativitas anak? Yuk, bunda kita bahas di sini.

1. Biarkan anak berimajinasi

Apakah bunda pernah mendengar si kecil bercerita sendiri? Atau saat sedang bermain dengan teman-temannya, si kecil bermain peran seolah masuk ke dalam dunia bermainnya sendiri.

Misalkan berperan menjadi polisi, koki atau menjadi seorang dokter. Nah, dengan anak berimajinasi maka secara tidak langsung akan melatih kreativitasnya. Dengan bermain menjadi polisi misalnya, maka si kecil akan berkreasi untuk menjadikan dirinya seperti seorang polisi pada umumnya. Si kecil juga akan bermain peran seperti mengatur lalu lintas, menangkap orang-orang yang melakukan kejahatan dan peran-peran lainnya.

Biarkan anak melakukan itu semua. Jangan pernah dilarang, kecuali apabila terlihat bisa membahayakan mereka.

2. Berikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi

Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh sebab itu bunda jangan heran jika anak suka mengeksplor apapun yang ada disekitarnya. Namun, sebelum itu sebaiknya bunda tetap memberitahu mana yang berbahaya mana yang tidak.

Berikan kebebasan kepada anak dan kurangi melarang anak karena hal tersebut dapat mematikan kreativitas anak.

Misalnya, saat anak ingin melihat ibunya memasak di dapur, namun karena khawatir anak terkena percikan minyak panas maka ibu melarang anak untuk melihatnya memasak. Padahal, ibu bisa memberitahu anak untuk berhati-hati. Bukan tidak mungkin jika anak tampak tertarik melihat ibu memasak. Hal itu merupakan salah satu bakat kreativitasnya yang bisa dikembangkan saat ia sudah besar nanti.

3. Sebisa mungkin hindari berkata “Itu Salah”

Imajinasi anak terkadang belum sesuai dengan hal yang sebenarnya. Banyak hal yang masih belum bisa dipahami dengan baik, namun jika orangtua selalu mendukung dan tidak menjatuhkan rasa percaya dirinya, maka kemampuan anak akan terus berkembang.

Sama halnya seperti kreativitas pada anak, saat anak melakukan hal yang belum tepat seperti misalnya membuat gambar roda dengan bentuk persegi, orang tua sebaiknya tidak langsung mengatakan hal tersebut salah.

Namun dapat diarahkan dengan bertanya kepada anak “kira-kira jika rodanya persegi apakah mobilnya bisa jalan?” Siapa tahu, anak hanya ingin berkreasi namun sebenarnya sudah mengetahui bentuk roda mobil yang lingkaran.

4. Kenalkan hal-hal baru kepada si kecil

Kebanyakan anak akan merasa antusias ketika dikenalkan dengan hal-hal baru. Bunda dapat mengajak si kecil untuk mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya seperti kebun binatang, sawah, kebun peternakan dan taman rekreasi.

Di tempat baru ini, anak akan melihat, menyentuh, mendengar, merasakan bahkan mencium sesuatu yang baru sehingga akan memperkaya pengalamannya. Dengan adanya pengalaman baru tersebut, maka anak akan melakukan sesuatu yang dapat mengasah kreativitasnya seperti misalnya membuat kebun binatang mainan atau hal-hal lainnya.

5. Jangan ragu untuk memberi pujian

Saat anak melakukan sesuatu dengan hasil kreativitasnya sendiri, jangan lupa untuk selalu memberikan pujian.

Misalnya, saat anak bermain masak-masakan bersama temannya kemudian memberikan hasil masakannya kepada bunda, maka jangan ragu untuk memberi pujian kepada anak misalnya “Wah, masakannya enak sekali. Bunda boleh pesan makanan yang lain?”

Cara tersebut akan membuat anak terdorong untuk terus berimajinasi dan berkreasi dengan hal-hal baru.

6. Perhatikan minat dan bakat si kecil

Apakah si kecil mulai tampak tertarik pada suatu hal? Seperti misalnya tertarik saat melihat musik, olahraga, seni atau hal lainnya. Nah, bunda mulai dapat memperhatikannya karena kemungkinan hal tersebut adalah cikal bakal dari minat dan bakat si kecil.

Misalnya saat si kecil suka melihat gambar-gambar, bunda dapat menyiapkan peralatan mewarnai untuk si kecil atau saat si kecil menunjukkan ketertarikannya pada otomotif, bunda dapat membelikan mobil mainan untuk si kecil. Dengan begitu, bunda dapat memperhatikan bagaimana si kecil berkreasi dengan hal-hal yang memang ia sukai.

Nah, itulah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh para orangtua untuk melatih kreativitas si kecil. Kreativitas pada dasarnya akan dapat berkembang jika dilatih dengan baik dan tentunya dengan dukungan dari orang tua. Jadi, jangan ragu untuk selalu melatih kreativitas si kecil ya bunda.

Semoga tulisan ini bermanfaat.