Anak Suka Menonton TV? Ini Yang Wajib Orangtua Pahami

0
253

Di era modern saat ini, tontonan kian menjamur dari berbagai macam media elektronik, tidak hanya dari televisi, tapi juga media internet seperti Youtube yang menyediakan berbagai jenis tontonan dari anak-anak sampai dewasa.

Penyajiannya pun relatif mudah, hanya berbekal koneksi internet maka akan sangat mudah untuk mengakses tontonan di Youtube. Hal ini tentu menjadi dilema bagi semua orang tua yang memiliki anak-anak karena kebanyakan dari tontonan-tontonan yang disajikan tidak terlalu mengedepankan sisi edukatif bagi anak, namun hanya untuk hiburan semata.

Acara di televisi pun lebih banyak menyajikan tayangan-tayangan untuk dewasa seperti sinetron-sinetron dengan tema percintaan, reality show yang seringkali menampilkan perilaku-perilaku yang kurang pantas untuk dilihat oleh anak-anak serta tayangan-tayangan yang kurang mendidik lainnya.

Anak sangat menyukai media visual dan informasi akan begitu cepat diserap oleh anak. Psikolog Anak dan Keluarga Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) Irma Gustiana Andriani, menjelaskan bahwa secara alamiah seorang anak akan memproses dengan cepat berbagai stimulasi yang datang kepadanya.

Terlebih jika stimulasi yang datang dalam bentuk visual maka Ia akan melakukan mirroring yaitu tanpa sadar meniru apa yang ia dengar dan lihat ke dalam kesehariannya. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting untuk memilih dan memilah tontonan yang baik bagi anak.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan Para Orangtua?

1. Dampingi anak saat menonton sembari memberikan penjelasan kepada anak

Langkah pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah memberikan pengertian dan mendampingi anak ketika menonton televisi. Saat menonton, akan muncul banyak pertanyaan dari anak.

Nah, tugas orang tua disini adalah menjawab pertanyaan secara jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman pada anak. Jika tidak didampingi, seringkali anak akan mencari tahu sendiri atau meniru-niru dari orang dewasa. Oleh sebab itu, saat menonton televisi sebaiknya orang tua turut mendampingi anak sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Membuat jadwal untuk kegiatan anak

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah membuat jadwal untuk anak. Orang tua diharapkan dapat memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa setiap kegiatan memiliki waktu tersendiri termasuk menonton.

Perlu diingat bahwa, meskipun anak sudah merasa relaks saat menonton televisi, anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain. Televisi atau tontonan-tontonan lain membuat anak menjadi pasif sehingga orang tua juga perlu untuk membuat jadwal kegiatan anak yang lain, seperti bermain dengan teman-temannya sehingga kemampuan sosialisasi dan motorik anak tetap terasah dengan baik.

3. Memilih program televisi yang cocok untuk anak

Langkah ini merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat acara-acara televisi saat ini kebanyakan tidak terlalu mengedepankan aspek edukasi terutama bagi anak. Oleh sebab itu, tugas orang tua adalah melakukan seleksi terhadap acara yang akan ditonton oleh anak.

Akan lebih baik jika orang tua dapat mendampingi saat anak menonton televisi, namun jika tidak memungkinkan orang tua dapat mencari tahu acara apa yang ditonton oleh anak lalu melakukan evaluasi apakah acara tersebut sesuai jika ditonton oleh anak. Hal ini karena anak-anak cenderung mudah meniru dan seringkali belum terlalu memahami hal yang baik dan hal yang buruk sehingga orang tua diharapkan dapat memperhatikan hal tersebut.

4. Bangun kerjasama dengan seluruh anggota keluarga

Kerjasama dengan seluruh anggota keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan dari langkah-langkah sebelumnya. Tidak hanya orang tua, jika dirumah terdiri dari beberapa anggota keluarga terlebih jika anak memiliki pengasuh yang selalu mendampingi anak, maka ajak semua anggota keluarga tersebut untuk bekerja sama.

Berikan pengertian bahwa kerjasama dari semua anggota keluarga memiliki peran penting dalam hal ini, karena akan percuma jika aturan aturan ditetapkan hanya ketika anak sedang bersama orang tua, maka bukan tidak mungkin anak akan mengambil celah ketika bersama dengan anggota keluarga lain.

Contohnya, saat pengasuh memiliki hobi menonton sinetron dewasa pada saat sedang bersama anak, sedangkan acara tersebut tidak sesuai untuk anak. Namun, jika si anak menemukan kesenangan di acara tersebut, maka si anak akan secara sembunyi-sembunyi ikut menonton saat hanya bersama dengan pengasuh. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan pengertian dan ketegasan untuk hal ini.

5. Konsisten dalam bertindak

Konsisten merupakan langkah terakhir yang perlu dilakukan tidak hanya oleh orang tua namun juga seluruh anggota keluarga dan pengasuh. Aturan yang diberikan tidak hanya berlaku untuk beberapa waktu saja, namun konsisten sampai dengan waktu yang memang diperlukan oleh si anak.

Oleh sebab itu, semua anggota keluarga terutama orang tua dan pengasuh diharapkan untuk tidak bosan-bosannya dalam memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak dapat mengetahui dengan jelas mana yang boleh dan mana yang tidak serta mana yang baik dan mana yang buruk.

Nah, bagaimana bunda? Semoga langkah-langkah di atas dapat membantu bunda dalam mendampingi si kecil yang sedang senangnya menonton televisi, Youtube atau acara-acara lainnya ya. Ingat yang terpenting adalah kerjasama dari semua anggota keluarga dan konsisten dalam menjalani langkah-langkah tersebut. Semoga bermanfaat.