5 Kesalahan Ini Seringkali Dilakukan oleh Orangtua Baru

1
4923
orangtua baru

Ketika si Kecil lahir, banyak persiapan dan juga perasaan yang campur aduk dirasakan oleh orangtua. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama Bunda dan Ayah menjadi orangtua. Nah, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua baru. Apakah Ayah dan Bunda melakukan hal-hal ini juga?

1. Terlalu mudah terpengaruh omongan orang lain

Euphoria menjadi orangtua baru tentu dirasakan juga oleh Ayah dan Bunda saat kelahiran si Kecil. Orangtua akan bersemangat mencari tahu banyak hal yang berkaitan dengan si Kecil. Bahkan sebelum si Kecil lahir pun, Ayah dan Bunda sudah mempersiapkan banyak hal.

Nah, yang sering menjadi kesalahan para newmom yaitu mengabaikan naluri sebagai seorang ibu dan mudah terpengaruh dengan oongan orang lain. Ini sering terjadi ketika Bunda merasa kurang kompeten dalam merawat bayi dan menganggap orang lain lebih kompeten.

Solusi:

Nikmatilah proses menjadi orangtua baru, Bunda. Setiap anak mempunyai keunikan masing-masing. Percayalah pada naluri Bunda, yang telah mengandungnya selama 9 bulan. Apa yang menjadi omongan oranglain adalah referensi saja bagi Bunda dan Ayah tapi jangan sampai mudah terpengaruh yaa.

2. Menjadi ‘supermom’

Ini salah satu kesalahan yang masih banyak terjadi dalam keluarga di Indonesia. Karena anggapan bahwa Bunda adalah perempuan dan ibu rumah tangga, jadi segala keperluan di rumah adalah tanggung jawab Bunda. Hal ini termasuk mendominasi dalam mengasuh bayi. Padahal, penting untuk melibatkan Ayah dalam mengurus bayi juga, lho.

Solusi: Lebih baik untuk tidak bersikeras merawat bayi dan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Bunda mungkin memang andal melakukan hal tersebut. Tapi, ingat bahwa kita bukan robot dan swaktu-waktu bisa merasakan lelah dan bosan. Ketika mulai lelah dan bosan, Bunda akan lebih sensitive dan mudah stress dengan si Kecil.

Oleh sebab itu, Bunda juga butuh “me time” dan tidak ada salahnya melibatkan orang lain khususnya Ayah sebagai rekan dalam merawat si Kecil.

3. Beranggapan bahwan bayi menangis = lapar

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Tangisannya bisa karena ia merasa tidak nyaman, digigit nyamuk/serangga, kaget, kesal, lelah, dan sebagainya. Tapi, banyak new parent yang merasa khawatir bahwa bayinya kelaparan setiap kali dia menangis.

Jadi tak perlu khawatir ketika bayi menangis. Kecuali jika ia menangis terus-terusan disertai dengan demam, muntah, perut kram, dan gejala lainny, Bunda perlu untuk menghubungi dokter.

Solusi:

Perhatikan pola tangisan bayi. Di awal mungkin Bunda kesulitan untuk mengartikan tangisan si Kecil. Yang terpenting, jangan panic ketika si Kecil menangis dan jangan membiarkan bayi menangis terlalu lama ya, Bunda.

4. Mengabaikan penyembuhan pasca melahirkan

Bayi kita yang baru lahir, tentu membutuhkan perhatian ekstra. Memang tak salah, menjadikan si Kecil sebagai prioritas bagi Ayah dan Bunda. Tapi bukan berarti Bunda dan Ayah hanya memperhatikan si Kecil dan melupakan penyembuhan Bunda pasca melahirkan.

Kondisi Bunda pasca melahirkan tentu akan berubah baik fisik maupun psikis. Banyak yang telah menyiapkan berbagai hal untuk mempercepat kesembuhan fisik dan psikis. Tapi, masing-masing Bunda tentu memiliki masa pemulihan dan adaptasi yang berbeda-beda.

Solusi:

Jangan lupa untuk tetap meluangkan waktu merawat diri ya, Bunda. Tak perlu menunda waktu mandi atau buang air kecil. Bunda bisa minta bantuan anggota keluarga yang lain untuk mengawasi si Kecil terlebih dulu. Lalu, jangan abaikan juga makan-makanan yang sehat dan tepat waktu ya untuk mempercepat pemulihan.

5. Membanding-bandingkan

Meskipun sudah berkurang, tapi tetap masih banyak para orangtua yang membanding anak-anaknya dengan orang lain. Misalnya, komentar seperti “sama-sama minum ASI kok bayiku nggak gendut kaya anak Bunda A ya.” Atau “Sama-sama umur 3 bulan kok bayiku belum bisa tengkurep seperti bayi B ya.”

Ini adalah hal-hal kecil yang dapat membuat Ayah dan Bunda merasa stress. Padahal hal tersebut tak perlu untuk dilakukan.

Solusi:

Tak perlu memusingkan hal-hal kecil dan berhenti membanding-bandingkan si Kecil dengan anak lain, baik secara langsung maupun hanya terlintas dipikiran. Lebih baik Bunda fokus pada pertumbuhan si Kecil dan biarkan semua berjalan dengan wajar. Jika ada tumbuh kembang yang tak wajar dari si Kecil, lebih baik hubungi dokter Anda.