7 Cara Menyapih Anak dalam Islam

1
33

Bunda punya anak usia 2 tahun tapi belum mau menyapih? Atau mungkin bunda mau menyapihnya tapi kesulitan? Bunda takut anak jadi rewel gara gara disapih? Atau malah bunda kesakitan karena harus menyapih? Nahh berikut ini Cara Menyapih Anak Menurut Islam yang bisa bunda jadiin panduan menyapih yaa.

Cara menyapih anak 1 tahun tentu beda dengan anak 2 tahun yaa bund, karena pemahaman mereka juga berbeda. Menyapih anak memang gampang gampang susah, contoh nihh bund, ada anak yang tiba tiba gak mau minum ASI, ada pula yang gak mau lepas dari ASI bunda.

Biasanya usia 1-1,5 tahun kebutuhan anak untuk menghisap ASI semakin berkurang atau bahkan menghilang sesuai dengan pendapat William dan Martha Sears dalam bukunya The Baby Book. Tapi banyak ahli yang mengatakan usia menyapih yang tepat itu diatas 1 tahun.

Cara Menyapih Anak Menurut Islam

Menyapih sebagai tindakan tidak memberikan ASI secara perlahan kepada buah hati dan menggantinya dengan makanan lain seperti susu pengganti atau makanan padat lainnya. Nahh yukk kita bahas cara cara menyapih anak yang tepat yaa bunda.

  1. Menyapih dengan cara perlahan

Menyapih memang tidak bisa serta merta langsung berhenti yaa bund, butuh proses dan waktu yang tepat sampai anak benar benar lepas dari ASI. Firman Allah,

“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS al-Baqarah: 233).

Dalam Islam waktu yang tepat untuk menyapih yaitu saat anak usia 2 tahun, tapi jika kurang dari itu tetap diperbolehkan asalkan sudah diputuskan dari orang tua.  Menyusui selama 2 tahun itu adalah bentuk perhatian yang maksimal dari orang tua kepada anak.

Anak yang tiba tiba tidak diberi ASI biasanya akan ngambek dan emosinya menjadi naikTindakan yang tiba tiba juga akan membuat anak menjadi sedih, jadi lakukan bertahap, anak pasti ngerti kok bund tenang aja yaa.

2. Berikan makanan sebelum anak meminta menyusu

Maksud dari pemberian makan sebelum anak minta menyusu ini adalah memberikan efek kenyang terlebih dahulu pada anak. Menurut alhi gizi bidang kesehatan, anak usia 0-6 bulan memang hanya boleh mengkonsumsi ASI saja, tapi kalau sudah dari itu bisa diberi MPASI.

Beri MPASI yang mengenyangkan tapi juga penuh nutrisi yaa bund, seperti susu formula, buah buahan, ubi, sayur, biji bijian, bisa juga daging. Beri anak mulai dari tekstur makanan yang halus lalu kalau anak sudah mulai tumbuh besar beri tekstur yang kasar.

Saat anak mulai rewel karena lapar segera beri dia MPASI, suapi dia dengan penuh perhatian dan berikan minuman seperti jus atau air yang diwadahi gelas. Tindakan ini bisa membuat anak lupa dengan ASI.

3. Gunakan alat makan yang warna warni untuk menarik perhatiannya

Anak suka dengan hal hal baru, saat melihat ada yang menarik maka dia akan menghampirinya. Seperti tempat makan yang berwarna warni atau mungkin belikan alat makan yang ada gambar kartun kesukaannya.

Terlihat sepele yaa tapi sebenarnya alat makan yang unik dan cantik ini bisa membuat anak berselera makan. Gambar dan warna yang cerah akan menarik perhatiannya. Tapi ingat yaa bund, belikan alat makan yang aman untuk si kecil, bukan terbuat dari melamin atau plastik yang tidak aman untuk wadah makan.

4. Kurangi pemberian ASI saat siang hari

Pada siang hari maksimalkan pemberian nutrisi dari MPASI jangan ingatkan anak untuk menyusu. Pada siang hari biasanya anak akan sibuk bermain, temani dia saat bermain, beri mainan kesukaannya dan bisa juga ajak temannya main ke rumah.

Siang hari saat anak sibuk bermain dia akan lupa dengan ASI, saat sibuk ini lalu dia merasakan lapar segera sediakan cemilan atau MPASI yang ringan dulu, lalu beri dia makanan berat saat sudah waktunya makan.

Buatkan kreasi makanan yang lezat yaa bund, cemilan buatan rumah sendiri pasti lebih aman dari pada beli di warung. Maksimalkan siang hari ini anak tidak berfikir tentang ASI.

5. Berikan perhatian dan kasih sayang kepada anak

Menyusui memang menjadi sarane mendekatkan emosional ibu dan anak, saat harus berhenti menyusui ikatan emosional ini tidak putus begitu saja tapi menuju ke ikatan yang lebih tinggi dari itu. Berikan perhatian khusus untuk anak yang akan disapih.

Mengingat dia tidak akan menyusu lagi seumur hidupnya, kasih sayang dari orang tua utamanya ibu sangat dia butuhkan. Saat berhenti menyusu anak biasanya merasa sedih karena merasa jauh dengan ibunya, jadi jangan sampai telat memberikan perhatian yaa bund.

Ini menjadi tantangan untuk ibu karir, yaa karena dia sibuk bekerja dan jarang bertemu dengan anak. Kalau sudah begini maksimalkan perhatian saat bunda ada di rumah. Berikan kasih sayang yang tulus yaa bund.

6. Berikan reward

Berikan anak reward yaa bunda saat dia berhasil melakukan sesuatu seperti tidak minta susu lagi. Tapi jangan beri dia janji yaa, contohnya nihh

“kalau kaka gak nyusu lagi nanti kakak ayah belikan sepeda yaa.”

“adik makan yang banyak yaa, kan kasian bunda kalau menyusui adik terus, kalau adik gak nyusu nanti kita jalan jalan ke taman anggrek yaa”

Nahh janji janji ini tidak perlu diucapkan pada anak. Kenapa? Ya kalau bisa memenuhi kalau tidak? hanya akan memberikan kekecewaan pada anak. Cara yang tepat yaitu langsung beri dia hadiah saat berhasil melakukan suatu hal. Misalnya,

“Ini sepatu buat kakak karena kemarin kakak udah gak minta jajan”

“kemarin adik pinter karena gak nakal pas lagi pergi, niihhh kecup manis buat adik biar tambah pinter.”

Simpel kan bunda, lakukan bersama ayah yaa biar kompak menyapih anak.

7. Ajak anak bersosialisasi dengan anak seumurannya

Cara menyapih anak menurut Islam yang terakhir kita bahas yaitu ajak anak untuk bersosialisasi dengan teman teman sebayanya.

Anak akan semakin mengerti dan memahami keadaan lingkungannya, mulai dari lingkungan keluarga lalu lingkungan masyarakatnya. Ajak anak untuk bermain ke rumah temannya, saat anak bermain dengan temannya selain untuk membuat jiwa sosialnya tumbuh juga dapat membantu agar anak lupa dengan ASI.

Cara menyapih anak 1 tahun beda yaa dengan 2 tahun, terkadang anak usia 2 tahun ini sudah paham, dia tidak mau kehilangan ibunya jadi dia tidak mau berhenti menyusu. Bahkan kadang sampai diejeki temannya dia tetap menyusu. Dia sudah nyaman dengan posisi menyusu ini. Perlu ekstra sabar yaa, bund.

Nahh begitu tadi yaa bund tentang cara menyapih anak menurut Islam,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S. Luqman: 14)

Islam memang agama yang sempurna yaa bund, untuk masalah menyapih anak juga sudah ditentukan, bahkan untuk membuat keputusan menyapih atau tidak juga harus dimusyawarahkan seperti yang sudah diperintahkan Allah.

Semoga artikel tentang cara menyapih anak menurut Islam ini bisa membantu bunda yaa. Selamat mencoba