Kisah Nabi Yunus dan Ikan Paus

1
2178

Di sebuah negeri yang jauh bernama Ninawa diutuslah oleh Allah SWT seorang Nabi pembawa kebajikan. Namanya Nabi Yunus as. Ia datang pada saat bangsa Ninawa sedang kehilangan Tuhan dan tidak berakhlak.

Bertahun tahun Nabi Yunus berusaha memperbaiki keadaan kaumnya. Namun, kaumnya tidak mau mendengarkan perkataannya. Akhirnya Nabi Yunus putus asa.

Nabi Yunus dalam perjalanan di atas kapal

Ia pergi meninggalkan negeri Ninawa menuju kepinggir laut hendak berlayar. Sampai di laut ia menumpang sebuah kapal kayu yang muatannya cukup banyak.

Kapal kayu itu pun kemudian berlayar ke ketengah lautan. Menerjang ombak besar dan angin yang cukup kencang. Namun, tiba-tiba di tengah perjalanan kapal yang ditumpangi Nabi Yunus itu oleng dan hampir karam. Menurut nahkoda kapal, kapal itu mengalami kelebihan muatan.

“Kapal ini terlalu banyak muatan, harus ada seseorang yang rela turun dari kapal ini, atau kapal ini tenggelam,” kata Nahkoda sambil berteriak.

Semua penumpang terdiam dan wajah mereka pucat pasi. Para penumpang takut kalau-kalau ia yang  harus diturunkan dari kapal ini.

“Baiklah, saya setuju dengan pengundian ini. Tidak usah berlama-lama lagi, nanti kapal ini karam. Kita mulai saja mengundi siapa yang akan keluar dari kapal ini!” jawab Nabi Yunus.

Akhirnya nahkoda kapal mulai mengundi siapa yang akan turun dari kapal tersebut. Semua penumpang terlihat tegang dan pucat. Ada yang berdo’a dan ada pula yang pasrah dengan nasib yang akan terjadi. Mereka semua berharap supaya tetap berada di dalam kapal hingga sampai ke negeri tujuan.

Tidak lama kemudian nama Nabi Yunus keluar sebagai orang yang harus turun dari kapal itu. Para penumpang yang lain pun terlihat lega. Namun, ada juga diantara mereka yang merasa kasihan, karena berenang di tengah laut lepas sangat berbahaya.

Dengan rasa tanggung jawab yang besar dan mengharap ridha Allah SWT akhirnya melompatlah Nabi Yunus dari atas kapal ke tengah lautan. Ia sudah tidak lagi memikirkan rasa takut dan ancaman binatang buas yang ada di tengah lautan. Ia sudah menyerahkan hidup dan matinya hanya untuk Allah SWT.

Nabi Yunus berusaha berenang menuju ke tepian. Namun, ia terombang ambing dihantam gelombang yang sangat besar. Ia terus berenang dan berusaha mencari sesuatu yang bias ia pegang, namun ia tidak menemukan apa-apa di sekitarnya.

Nabi Yunus di perut ikan paus

Tidak lama kemudian datanglah seekor ikan paus yang sangat besar mendekat kearahnya. Tanpa basa basi ikan itu langsung memakan Nabi Yunus dan menelannya hidup – hidup.

Nabi Yunus masuk ke dalam perut ikan paus. Ia merasa sangat ketakutan, ia pun tak henti-hentinya berdoa kepada Allah supaya ia bisa diselamatkan.

“Laa ilaaha ilaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhalimiin.”

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya.”

Siang dan malam di dalam perut ikan paus itu Nabi Yunus hanya bias berdzikir kepada Allah Swt. Ia bahkan tidak tahu sedang berada dimana. Sebuah tempat yang asing dan belum pernah ia kunjungi selama hidup.

Allah pun mengabulkan doa Nabi Yunus. Setelah berhari-hari di dalam perut ikan paus besar itu, akhirnya ikan itu memuntahkan Nabi Yunus di sebuah daratan yang tandus. Nabi Yunus pun selamat.

Walaupun kondisi tubuhnya sangat lemah karena berhari-hari tidak makan. Namun karena kesalehan Nabi Yunus, Allah menumbuhkan tanaman labu di dekatnya supaya bisa dimakan.

Akhirnya Nabi Yunus pun selamat dan kembali bisa berdakwah di tengah kaumnya.

1 COMMENT