Tafsir for Kids: Berpetualang ke Samudera Surah Al-Fatihah

2
215

Adik-adik, dalam pembahasan Tafsir for Kids kali ini kita akan berpetualangan menelusuri samudera Surah Al-Fatihah, artinya pembukaan. Disebut pembukaan karena Al-Fatihah menjadi surah pertama dalam susunan Al-Quran. Al-Fatihah juga sering disebut sebagi Ummul Quran, yaitu induknya Al-Quran. Kenapa disebut induk? Karena makna dari surah ini mewakili semua unsur-unsur pokok syariat Islam yang dijelaskan dalam 113 surah yang lainnya.

Nah, penasaran kan apa saja sih isi dalam Surah Al-Fatihah? Sekarang ayo kita mulai berpetualang. Simak baik-baik ya…

Ayat yang pertama,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Maksud dari ayat ini adalah satu-satunya Tuhan yang wajib kita imani, menjadi tempat mengadu dan tempat berharap pertolongan adalah Allah Swt. Dengan kita menyebut namaNya dalam setiap kesempatan, maka kita akan memperoleh kebaikan.

Lalu “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” adalah 2 nama dari sekian banyak nama-nama zat Allah Swt. Ar-Rahman artinya Allah Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk yang diciptakannya di seluruh alam. Allah melimpahkan rizki dan kesehatan kepada semua makhluknya, tanpa pilih-pilih. Sedangkan Ar-Rahim artinya Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang spesial yaitu mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan. Orang yang mendapat Ar-Rahim dari Allah Swt hatinya selalu tenang dan hidupnya damai.

Ayat yang kedua,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.”

Kata “Alhamdulillah” adalah bentuk pujian yang senantiasa harus kita ucapkan setiap waktu kepada Allah Swt, karena Allah sudah memberikan karunia dan nikmat yang banyak sekali kepada kita. Allah menghidupkan kita, memberikan kita sumber daya alam yang bisa dimakan, air, udara, panas matahari, hingga nikmat panca indera yang membuat kita bisa melakukan apa saja.

Kata “Rabbi Al Aalamiin” adalah Tuhan pemilik seluruh alam semesta dengan berbagai macam bentuk rupa ciptaannya dari ujung langit hingga bumi dimana kita hidup. Hanya Dialah yang menguasai itu semua. Allah satu-satunya pengatur jalannya kehidupan dan Allah Maha kaya.

Ayat yang ketiga,

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Artinya: “Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Sama seperti pada ayat pertama “Ar-Rahman” artinya Allah Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk yang diciptakannya di seluruh alam. Sedangkan “Ar-Rahim” artinya Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang beriman.

Ayat yang keempat,

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Artinya: “Yang Menguasai hari pembalasan.”

Kata “Maliki” artinya Allah Swt Maha Kuasa, Raja. Tidak ada lagi orang lain yang bisa menandingi kekuasaannya. Sebagai penguasa Allah berhak untuk memerintah, melarang, mengganjar pahala dan menjatuhkan hukuman kepada hamba-hambanya.

Lalu kata “Yaumid diin” menjelaskan tentang hari pembalasan atau hari kiamat. Hari kiamat adalah hari dimana pada saat itu seluruh umat manusia akan menerima balasan amalnya selama di dunia. Allah akan menjadi hakim yang adil yang akan menentukan kita masuk syurga atau neraka. Apabila amal kebaikan kita lebih banyak disbanding amal buruk, maka kita akan mendapatkan ganjaran syurga. Namun sebaliknya apabila amal buruk kita lebih berat disbanding amal kebaikan, maka siap-siap kita akan masuk neraka. Semua kebaikan dan keburukan sebesar biji sawi akan diperhitungkan Allah pada hari kiamat.

Bersambung part 2….