Selamat Hari Anak Nasional, Ini 10 Hak Anak yang Perlu Diperhatikan

1
59
hari anak

23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Indonesia merupakan satu dari 150 negara lain yang memperingati Hari Anak Nasional. Setiap negara memiliki tanggal yang berbeda untuk memperingatinya. Selain peringatan Hari Anak Nasional juga ada peringatan Hari Anak Internasional setiap 1 Juni dan Hari Anak Universal  20 November.

Fakta di atas menunjukan bahwa banyak pihak yang memiliki perhatian lebih dengan anak-anak, sebagai generasi penerus. Ini pun yang menjadi dasar dicetuskannya Konvensi Hak-Hak Anak oleh PBB pada 1989. Kemudian pada 28 Agustus 1990 Indonesia mengakui hak-hak anak tersebut yang perlu untuk dipenuhi.

Lalu apa saja hak-hak anak yang perlu kita perhatikan dan dipenuhi?

1. Hak untuk mendapat nama atau identitas

Mendapatkan nama sebagai identitasnya adalah hak anak paling mendasar. Karena nama ini diberikan anak ketika ia mulai lahir ke dunia. Dalam Islam, nama anak adalah doa dan harapan orangtua. Sebagai anak sebagai generasi penerus tumbuh seperti doa dan harapan yang melekat pada namanya.

2. Hak untuk mendapat status kebangsaan

Setiap anak berhak untuk mendapat status kebangsaan atau memiliki kewarganegaraan. Jika kita sebagai orangtua yang keduanya memiliki kewarganegaraan Indonesia dan anak lahir di Indonesia tentua tak perlu repot lagi karena anak memiliki kewarganegaraan Indonesia. Namun, ketika orangtua berkebangsaan Indonesia tapi misalnya anak lahir di Pakistan, ia akan mendapat kewarganegaraan ganda. Hingga ia berusia 18 tahun dan setelah itu anak harus memilih untuk berkewarganegaraan mana.

3. Hak memperoleh perlindungan

Jika masih ada kekerasan terhadap anak baik psikis maupun fisik, berarti kita abai terhadap hak anak. Bahwa anak mempunyai hak untuk mendapat perlindungan. Anak-anak perlu kita pastikan terlindungi dari hal-hal yang bisa merugikannya baik secara fisik dan verbal yang berpengaruh pada psikisnya.

4. Hak untuk bermain

Nah, bermain adalah hak setiap anak. Lewat bermain potensi anak bisa dilihat dan dikembangkan. Orangtua perlu untuk mendukung potensi anak tersebut dengan memenuhi hak-nya untuk bermain. Seberapa banyak porsi bermain tentu orangtua lebih memahami anak masing-masing dengan memperhatikan berbagai faktor.

5. Hak untuk mendapat makanan

Mendapatkan makanan bergizi adalah hak setiap anak. Makanan bergizi tentu berguna untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Biasakan anak makan makanan yang sehat dan beraneka ragam agar tubuhnya mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhannya.

6. Hak atas kesehatan

Dengan tubuh yang sehat, nutrisi yang lengkap, dan dukungan stimulus yang tepat, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat serta kuat. Mengenalkan anak pada aktivitas olahraga dan aktif bergerak agar mereka terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh penumpukan lemak tubuh dan memiliki jasmani yang kuat.

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)

7. Hak mendapat pendidikan

Orangtua adalah pendidik pertama bagi anak dan rumah adalah madrasah pertama bagi mereka. Menciptakan rumah dan menjadi orangtua sebagai pendidik pertama tentu tak mudah. Anak-anak akan belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakannya sejak ia bayi. Pendidikan yang tepat dimulai dari orangtua tentu penting agar anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak.

8. Hak atas rekreasi

Selain bermain, anak-anak juga punya hak untuk diajak berekreasi lho, Bunda. Nah, terkait dengan dalam bentuk seperti apa, kemana, dan kapan, tentu Ayah dan Bunda bisa mengukur kemampuan baik materiil maupun faktor lain dari keluarga masing-masing ya.

9. Hak memiliki peran dalam pembangunan

Yup, salah satu hak anak adalah mengenalkan kehidupan berbangsa dan menjadi warga negara yang baik sejak dini. Hal ini bertujuan agar anak kelak ikut terlibat dan peduli akan keadaan negaranya.

10. Hak untuk mendapat kesamaan

Setiap anak, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tanpa dibeda-bedakan oleh latar belakan, kesukuan, atau yang lainnya. Hak ini berhubungan dengan kesembilan hak-hak anak di atas.

Tidak hanya orantua, hak-hak anak di atas juga perlu untuk diperhatikan secara khusus oleh pemerintah. Agar anak-anak tumbuh menjadi generasi penerus yang peduli dengan kemajuan bangsa dan Negara.