Jin Terpikat Bacaan Al Quran Rasulullah

2
208
bacaan Al Quran

Pada suatu ketika, serombongan jin sedang melakukan perjalanan ke Tihamah, sebuah dusun di kawasan garis pantai Laut Merah, Arab Saudi.

Golongan makhluk gaib tersebut berangkat dari rumah-rumah mereka di Nasibain, sebuah wilayah yang terkenal sebagai tempat tinggal para jin. Berada di sekitar perbatasan antara Irak dan Suriah.

Rombongan tersebut dipimpin oleh seorang penasihat jin. Bila di dunia manusia, maka jin tersebut biasa dikenal selayaknya ulama atau da’i.

Kegiatan safar tersebut tidak setiap hari mereka lakukan. Ada yang mengatakan, mereka sedang melakukan perjalanan seperti halnya manusia. Yang lain mengatakan, mereka ingin mencari tahu siapa sebenarnya yang telah menutup rahasia langit.

Pada masa setelah diutusnya Rasulullah, rahasia langit dijaga malaikat dari para jin yang biasa mencuri dengar.

Jin yang suka mencuri dengar rahasia langit, biasanya mengendap-endap diantara para malaikat di lapisan langit.

Jin yang ketahuan akan dibalas malaikat dengan sambaran petir yang menggelegar.

Sementara itu, rombongan yang konon berjumlah antara 7 hingga 9 jin terus melangkah untuk mencapai tempat tujuan mereka.

Di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Nakhla Saudi. Mereka para jin tiba-tiba mendengar sesuatu yang belum pernah didengarkan oleh telinga mereka sebelumnya.

Salah satu jin yang bertugas sebagai pemimpin atau ulama dalam rombongan tersebut bernama Zauba’ah. Ia kemudian mendengar lantunan suara nyaring dari dalam masjid.

“Maka Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Lantunan satu ayat Ar-Rahman begitu memikat perhatian rombongan jin tersebut. Bahkan, tubuh mereka merinding dan bergetar karena takjub.

Rombongan jin tersebut sangat penasaran dan mulai mendekati asal suara.

Ternyata, seorang insan mulia sedang menjadi imam shalat dengan makmum sekelompok manusia shaleh. Ialah Rasullulah. Saat itu Rasullulah dengan para sahabat beliau tengah menunaikan shalat Subuh.

Rasullulah membaca surat Ar-Rahman saat memimpin jamaah shalat. Seperti terhipnotis, rombongan jin tersebut ikut terduduk dan berbaris shaf di belakang manusia. Mereka tidak rela segera beranjak tanpa mendengar ayat Ar-Rahman selanjutnya.

“Diamlah, perhatikan bacaannya, “ sang ulama jin meminta pada para rombongan jin untuk diam dan tidak berisik saat mereka mendengar bacaan Rasullulah.

Rombongan para jin yang tadinya berbisik – bisik ribut itu pun kemudian senyap dan menghayati lantunan ayat suci Al Quran yang sedang dibaca nabi akhir zaman itu.

Setelah peristiwa tersebut, rombongan jin bergegas pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka menceritakan kisah yang terjadi selama perjalanan pada kaumnya.

Terutama saat mereka mendengar lantunan ayat Al Quran dari mulut manusia paling mulia di alam semesta. Sontak, para jin kemudian bersepakat untuk datang langsung ke Mekkah. Mereka menyatakan masuk Islam dan ikut berdakwah bersama Rasullulah.

Ternyata, keindahan ayat suci Al Quran, tidak hanya memikat manusia. Bahkan, golongan jin pun terpana dan mengakui bahwa Al Quran merupakan wahyu Alloh yang sangat memukau. Baik dari segi isi maupun bahasanya.

Semoga kisah nabi Muhammad Sallahualaihi wa Salam di atas bisa menjadi inspirasi untuk terus menambah hafalan Al Quran ya.

 

2 COMMENTS