Tips Kenali dan Asah Bakat Anak

5
254
bakat anak

Setiap anak mempunyai bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Sebelum mengenali bakat anak, kita perlu pahami dulu pengertian dari bakat ini.

Bakat dan kecerdasan itu berbeda ya, Bunda. Kecerdasan berarti kemampuan kognitif anak yang dapat terlihat dari cara mereka berfikir, menganalisa, merencanakan, serta membuat sesuatu.

Sedangkan bakat merupakan potensi atau kemampuan anak yang bersifat khusus atau tidak semua orang dapat melakukannya. Bakat perlu dikembangkan dan diasah agar dapat bermanfaat secara maksimal terhadap kehidupan anak ke depannya.

Biasanya, bakat anak mulai terlihat ketika ia berusia 6 tahun ke atas. Namun, usia ini bukanlah patokan untuk melihat bakat anak. Karena menurut peneliti, masing-masing anak punya keunikan untuk menunjukan bakatnya di usia berapa. Contohnya, kemampuan bermusik atau bakat musik anak berkembang mulai usia 3-10 tahun.

Cara kenali bakat anak

Untuk mengenali bakat anak, perlu dilakukan tes bakat. Ayah dan Bunda bisa melakukan beberapa cara berikut ini seperti:

  1. Memperhatikan tingkah laku anak, seperti kegiatan apa yang paling mereka sukai dan sering dilakukan.
  2. Mengikuti perkembangan anak dengan cermat. Jika Ayah dan Bunda bekerja di luar rumah, cari tahu banyak hal tentang anak dari orang-orang terdekat dengan anak dalam kesehariannya, seperti pengasuh, kakek-neneknya, dan lainnya.
  3. Memberikan berbagai macam stimulus atau rangsangan anak yang variatif. Misalnya melalui mainan sebagai fasilitas dukungan bagi mereka.
  4. Lakukan tes bakat. Biasanya tes ini dilakukan ke anak-anak akan masuk ke sekolah dasar. Beberapa sekolah memberikan fasilitas untuk tes bakat sebelum anak-anak mulai belajar di sekolah tersebut.
Bunda, bakat tak perlu dipaksakan

Sebagai orangtua tentu kita ingin yang terbaik untuk anak. Karena hal ini, kadang kita lupa bahwa anak bukanlah diri kita.

Dalam mengasah bakat anak, orangtua tak perlu memaksakan kehendak pribadi untuk mereka lakukan. Cukup beri mereka dukungan dan fasilitasi bakat mereka agar semakin terasah dan berkembang optimal.

Beberapa dari orangtua akan memilih memberikan les-les privat atau kelompok pada anak-anaknya dengan alasan sebagai fasilitasi mengembangkan bakat mereka. Namun, perlu diingat jangan sampai les-les tersebut membebani anak. Pastikan bahwa mereka memiliki waktu yang seimbang untuk tetap bermain dan mengikuti berbagai macam les.

Hal penting lainnya yang perlu diingat yakni tak perlu mengutamakan pencapaian target. Fasilitasi yang diberikan orangtua sifatnya hanya sebagai pengenalan dan dukungan baik anak-anak agar perkembangan bakatnya lebih optimal.

Ingat bahwa bakat tidak hanya sekedar melukis, menyanyi, bermain musik, atau sejenisnya. Namun, bakat anak bisa berupa kemampuannya menjadi penghalaf Al Quran, mengaji, pemimpin, berdebat, berbicara, teknologi, olahraga, dan lainnya.