Cari Tahu Yuk, Mengapa Allah Melarang Berkata “Ah” Pada Orangtua?

1
361

“Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau berkata “ah” pada keduanya dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al Israa: 23)

Sepulang sekolah, makan, istirahat sebentar. Pas mau tidur, ee Ayah menyuruh untuk membantunya merapikan ruang tamu karena ada tamu yang mau datang. Rasanya pasti malas sekali, bukan? Ada rasa kesal juga pastinya karena sedang lelah dan harus membereskan rumah.  Pasti rasanya ingin bilang, “Aaaah… Ayaah, kan lagi capek.”

Eits tunggu dulu, kalau dilihat dari ayat di atas kita sebagai anak dilarang untuk berkata “ah” kepada orang tua. Lalu apakah “ah” yang dimaksud dalam ayat di atas?

Dari ayat di atas, jelas bahwa kita sebagai seorang anak harus berkata baik kepada orang tua. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Kita dilarang berkata kasar apalagi sampai menyakiti hati orang tua. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tapi berkata lembut dan tidak menyakiti hati orang tua adalah bentuk kasih sayang kita terhadap orang tua.

Begitu besar pengorbanan orang tua untuk anaknya, oleh sebab itu Allah Ta’ala pun memerintahkan agar kita berbakti kepada kedua orang tua kita. Allah Ta’ala pun menempatkan durhaka kepada orang tua pun termasuk dosa besar.  

Nah, Sahabat Hafiz tentu ingin menjadi anak yang sholeh, karena doa anak sholeh akan menjadi penolong bagi orang tua kelak. Masih ingatkan bahwa ada 3 amalan yang tidak akan terputus walau kita telah mati yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh.

“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya, dan anak sholeh yang selalau mendoakannya.” (HR. Muslim no. 3084)

Yuk, Sahabat Hafiz & Hafizah, jadi anak sholeh dan cerdas ya. Agar kita dapat bermanfaat bagi sesama dan penolong orang tua kita kelak. Aamiin.